Dosen Ku

Dosen Ku
Bab 32


__ADS_3

Hari pernikahan antara Dian dengan Harry semakin dekat saja, satu hari sebelum mereka menikah keduanya sudah berada di rumah keluarga Harry, Harry juga sudah resmi bercerai dengan mantan istri nya beberapa minggu lalu, perceraian berjalan dengan sangat lancar karena bantuan daripada keluarga Harry.


Akhirnya Dian akan melepaskan masa lajang nya, ia sudah melajang selama 27 tahun lamanya, walaupun ia menikahi pria berusia 35 tahun dengan anak satu, Dian sangat senang sekali. Ia menikahi Harry dengan penuh cinta.


Begitu juga dengan Harry, awalnya ia memang sempat risih dengan Dian yang terlihat dengan jelas sedang mendekati nya. Tetapi pada akhirnya ia sadar jika ia mulai tertarik dengan Dian, ketika ia sadar itu barulah Harry mulai mendekati Dian. Proses pendekatan pada Dian tidak berlangsung lama, ia langsung memutuskan untuk menikahi wanita ini.


Pertimbangan yang cukup besar juga ada pada Vito, Dian dengan Vito sangat dekat sekali. Kalau ia tidak menikah dengan Dian, ia tidak yakin bisa menemukan wanita seperti Dian lagi, itu sebabnya ia mengambil kesempatan ini dengan baik. Wanita ini sangat langkah dan harus segera di amankan.


"Mamah," ucap Vito.


"Iya sayang ada apa?" Dian memeluk calon anaknya dengan erat.


"Mamah akan ada acara apa kenapa ramai sekali," tanya Vito..


"Acara pernikahan ayah dengan mamah, sebentar lagi mamah akan resmi menjadi mamah kamu," jawab Dian.


"Vito kan sudah ayah katakan, jangan masuk ke kamar mamah sembarangan." Harry berjalan mendekati mereka berdua.

__ADS_1


"Kenapa? Ayah juga masuk ke dalam," tanya Vito.


"Jangan dengarkan ayah mu, dia hanya mau enaknya sendiri, tidak ingin berbagi pada anaknya," ucap Dian.


"Hahah sayang, kamu benar-benar ya.." Harry memeluk Dian dengan erat.


"Ayah katanya mau mengajak ku jalan keluar," ucap Vito.


"Hmmm kamu datangi paman Bayu, ada yang ingin ayah dan mamah kerjakan," kata Harry.


"Oke." Dengan cepat Vito berjalan keluar dari dalam kamar.


"Tidak ada sih, aku hanya ingin berduaan dengan mu tanpa ada yang ganggu." Harry menarik Dian dan menjatuhkan tubuh mereka ke atas ranjang.


"Sayang jangan nakal, tunggu sehari lagi."


"Aku sudah tidak sabar sayang, pemanasan dulu yuk," ucap Harry.

__ADS_1


"Nakal sekali ya pria ini." Dian mencubit perut Harry.


"Hahaha ya aku memang sangat nakal sayang," ucap Harry.


"Sayang setelah ini kita akan langsung mempunyai anak atau tunda dulu?"


"Gas.. Apa pula tunda, aku sudah tidak sabar menggendong anak lagi," ucap Harry.


"Iya sih, aku juga sudah tua. Nanti kelamaan punya anak," kata Dian.


"Sayang hubungan kamu dengan dia sudah benar benar seketikan," tanya Dian.


"Sudah sayang, kamu tenang saja. Semuanya sudah selesai," jawab Harry.


"Aku takut dia membuat masalah, apalagi dia model terkenal," ucap Dian.


"Kamu tenang saja, dia tidak akan membuat masalah," kata Harry dengan sangat yakin.

__ADS_1


Dian memeluk Harry dengan erat, sebentar lagi pria idaman nya ini akan segera ia miliki, ia akan bebas melakukan apa saja pada pria ini. Dari waktu mereka bertemu Dian sudah gatal untuk mencium bibir Harry dengan bebasnya, kalau sekarang ia malu untuk melakukan nya. Ia tidak akan membiarkan wanita lain melihat tubuh seksi suaminya, selama ini ia masih membebaskan Harry olahraga dengan pakaian seadanya, kalau sudah menikah semuanya sudah menjadi milik nya.


__ADS_2