
"Harry kenapa kau terus menyalahkan ku, kau tidak pernah sadar dengan dirimu, kau pikir kau pria yang sempurna, kau jauh dari kata sempurna."
"Ya aku memang bukan pria yang sempurna tetapi aku pria yang bergabung jawab, aku berusaha untuk sesempurna mungkin untuk mu dan untuk anak kita, tapi apakah kau menghargai apa yang aku lakukan. Aku suami mu, dia anak mu, kau mempunyai tempat untuk pulang, tetapi kau menjadikan kami hanya persinggahan mu saja. Sudah cukup semua ini Putri, aku sudah tidak peduli lagi dengan semua ini, sekarang pergi dari apartemen ku dan jangan pernah untuk kembali." Harry menutup pintu apartemen nya dengan rapat.
Ia memijat kepala nya yang terasa cukup pusing, Harry takut pertengkaran nya dengan Putri membuat Vito trauma, karena hal itu Harry langsung memeriksa Vito yang sudah ada di dalam kamar.
"Sayang.." Harry berjalan masuk ke dalam kamar Vito.
Harry melihat Vito sudah terlelap dengan tidur nya, hal itu membuat Harry lega sekali, dengan tidur Vito tidak mendengar semua pertengkaran nya dengan Putri.
Di apartemen sebrang, Dian benar-benar kesal dengan Putri, karena kedatangan Putri, mereka tidak jadi makan malam bersama, padahal ia sudah membuat masakan itu dengan susah payah, tetapi Putri malah mengacaukan nya.
"Beruntung besok akan ada hal besar, aku sudah tidak sabar untuk menantikan hari esok," ucap Dian.
Saat sedang makan sisa makanan yang ia bawa ke tempat Harry, tiba tiba handphone Dian berbunyi. Segera Dian melihat siapa yang menghubungi nya malam malam seperti ini.
"Dian kau sudah ditempat mu," tanya Harry.
"Sudah mas, ada apa ya?"
"Maaf ya jika istri ku membuat mu takut, aku tidak menyangka dia akan datang ke tempat ku setelah semua ini."
"Tidak papa mas, aku tidak masalah kok, kamu tidak dalam masalah juga kan, bagaimana dengan Vito?"
"Dia sudah tidur, jangan khawatir padanya, bagaimana dengan mu kau sudah makan? Makanan mu ada di aku, apa perlu aku antar?"
Dian terkejut mendengar tawaran yang Harry berikan, untuk kali ini dengan berat hati Dian menolak tawaran itu, ia sedang makan dan besok juga mereka berdua akan bertemu.
__ADS_1
"Aku sudah makan, ini lagi makan. Kamu makan saja semaunya, habiskan ya. Masakan ku selalu enak kok," ucap Dian.
"Ya sudah aku makan dulu, maaf ya telah membuat mu tidak nyaman," kata Harry.
"Tidak masalah."
Harry memutuskan panggilan telah itu, setelah itu ia langsung menyantap makanan yang Dian masak untuk nya.
Entah kenapa masakan Dian terasa sangat enak sekali di lidah nya, padahal Harry sendiri juga bisa memasak seperti ini. Tetapi kalau Dian yang membuat terasa sangat berbeda, entah magic apa yang Dian masukan ke dalam masakan ini.
"Andai aku mempunyai istri seperti nya," ucap Harry, ia tersenyum sendiri membayangkan bagaimana jika mereka berdua menikah, pasti rumah tangganya akan sangat harmonis sekali.
Keesokan harinya, sore ini Harry dan Vito akan kembali ke rumah keluarga mereka di kota sebrang, malam ini akan ada acara keluarga yang harus mereka berdua hadirin. Vito sendiri benar-benar bersemangat untuk pergi ke rumah kakek nenek nya, ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mereka, belum lagi di sana banyak anak kecil seumuran nya, hal itu semakin membuat Vito bersemangat.
Sedangkan Harry antara niat tidak niat, ia akan bertemu dengan wanita baru, wanita yang tidak tau bagaimana bentuk dan asal usul nya. Harry berharap ia tidak cocok dengan wanita itu agar ia tidak perlu melanjutkan pertemuan ini ke jenjang yang lebih serius. Sekarang Harry sudah memiliki kriteria tinggi yang cukup sulit untuk di jangkau wanita biasa, ia memang benar benar mencari wanita sempurna untuk anak dan diri nya.
Perjalanan dari apartemen ke rumah orang tuanya cukup jauh, mereka harus menempuh sekitar 2 jam perjalanan, itu sebabnya Harry memutuskan untuk berangkat sore hari agar saat mereka sampai nanti tepat malam hari.
"Sayang kakak mana bisa selalu ikut dengan kita, kakak ada kesibukan sendiri sayang, kamu jangan terlalu bergantung dengan kakak ya," kata Harry.
"Iya yah.."
Setelah menempuh 2 jam perjalanan akhirnya Harry dengan Vito sampai di rumah itu, di sana sudah ramai orang, karena satu keluarga sedang berkumpul bersama sama. Vito juga langsung keluar dari dalam mobil dan bergabung dengan para saudara nya, sedangkan Harry langsung mendekati kedua orang tuanya.
"Ayah mamah, aku datang," ucap Harry sambil mencium tangan mereka berdua.
"Anak baik, dimana anak mu?"
__ADS_1
"Itu langsung main dengan yang lainnya, sudah ramai ya," ucap Harry.
"Ya sudah kau ssaja datang terlalu lama."
"Hehehe maaf mah, ya sudah aku bergabung dengan yang lainnya, mereka sedang sibuk membakar daging," ucap Harry.
Sebagai anak bungsu sudah pasti Harry yang paling di sayang di keluarga ini, Harry memiliki satu abang kandung, satu abang angkat dan satu kakak, mereka bertiga benar benar sayang menyayangi Harry, selayaknya anggota keluarga pada umumnya.
Jarak usia diantara mereka juga tidak terlalu jauh, Harry berusia 35 tahun, bayu abang kandung Harry memiliki usia 37 tahun sedangkan yang tertua kakak mereka memiliki usia 39 tahun, sedangkan abang angkat Harry memiliki usia 36 tahun, mereka berempat hidup akur tanpa dalam satu keluarga.
"Kau sudah datang, sudah jangan ikut ikut biarkan bayu saja," ucap Irwan abang angkat Harry.
"Hehehe tau saja aku sedang malas, kalian datang cepat sekali," ujar Harry.
"Aku sudah dari kemarin, kau saja yang lama," Saut Bayu.
"Kalian tau mamah akan mengenalkan ku dengan seseorang wanita," tanya Harry.
"Hahaha tidak ada yang tau harr, mamah merahasiakan pada kita semua, kata mamah sih anak dari teman dekat mamah. Kita tunggu saja siapa yang akan menjadi jodoh mu," jawab Bayu.
Harry menganggukkan kepalanya, ia seperti percaya saja apa yang Bayu katakan. Padahal sebenarnya ada yang sedang bayu rahasiakan dari dirinya.
Pukul 8 malam baru mereka semua berkumpul di taman, beberapa meja di buat memanjang agar dapat menampung keluarga besar yang lebih dari 20 orang. Keluarga besar Harry memang sering berkumpul seperti ini, ini semua untuk menjaga keutuhan keluarga ini.
Dan ajaib nya mereka semua tidak ada yang suka dengan Putri, dari awal menikah sampai sekarang mereka tidak suka dengan istri Harry, karena permintaan Harry lah satu keluarga mengizinkan Harry ketika dengan Putri, meskipun melewati beberapa perdebatan sengit, dan benar saja apa yang mereka takutkan terjadi, Harry tidak langgeng bersama dengan putri.
"Mana wanita itu," tanya Harry.
__ADS_1
"Kau sudah tidak sabar bertemu dengan nya ya, tenang dong. Jangan buru buru."
Tak lama wanita yang Harry tunggu berjalan mendekati mereka semua, mata Harry langsung terbelalak melihat wanita itu.