Dosen Ku

Dosen Ku
Bab 9


__ADS_3

Setelah selesai makan Dian memutuskan untuk pamit dari ruangan Harry, ia akan menyiapkan semuanya sekarang juga, Dian benar benar ingin mengambil Harry dengan Vito dari wanita tidak berguna itu, ia paling tidak suka orang tua seperti wanita itu, karena dirinya juga salah satu korban keegoisan kedua orang tuanya.


"Kita lihat saja, kau akan menyesal menyia-nyiakan pria dan anak setampan mereka berdua," ucap Dian.


Dian mencari informasi dimana Harry dan Vito tinggal, beberapa sumber ia jelajahi sampai akhirnya ia mendapatkan alamat apartemen mereka berdua. Hal itu membuat Dian sangat senang sampai ia melompat lompat kegirangan.


"Ah ah sakit.. Aku lupa kaki ku masih sakit," ucap Dian.


Segera Agnes mencari tau siapa yang mengelola apartemen itu, ia berharap ada satu tempat kosong untuk dirinya, walaupun tidak satu lantai dengan Harry dengan Vito, Diam tidak masalah. Yang terpenting ia berada di apartemen yang sama dengan mereka berdua.


"Ketemu, sekarang tinggal diskusi," ucap Dian.


Sementara itu Harry dengan Vito sedang dalam perjalanan ke sebuah mall, mereka akan memberi beberapa perlengkapan sekolah untuk Vito, mulai minggu depan Vito akan masuk sekolah PAUD, Harry memutuskan untuk menyekolahkan Vito ke PAUD agar ia bisa lebih tenang bekerja. Lagi pula hal ini juga sangat baik untuk Vito, ia bisa mempunyai teman dan berlatih belajar sebelum masuk ke TK.


"Kamu mau beli tas warna apa sayang?"


"Aku ingin warna biru, yang itu yah yang ada gambar robotnya, Aku ingin yang itu."


"Oke yang itu." Harry meminta pelayan toko mengambilkan tas yang anaknya minta.


"Kamu suka yang ini sayang?"

__ADS_1


"Iya Ayah aku suka yang ini. Aku juga mau sepatu yang berwarna biru," ucap Vito.


"Oke kita cari lagi ya."


Mereka berdua kembali berjalan mengiringi tokoh itu, selain sepatu dan tas hari juga mengambil beberapa buku dan perlengkapan tulis lainnya. Walaupun anaknya masih masuk sekolah paud, Harry tetap berjaga-jaga agar jika sewaktu-waktu mereka belajar menulis Vito sudah ada perlengkapannya.


Alat tulis dan perlengkapan sudah selesai dibeli, sekarang giliran mereka untuk mengisi perut, daripada nanti memasak lagi di rumah Harry berpikir lebih baik mereka makan di restoran, Harry memang cukup anti untuk makan di luar rumah tetapi kalau hanya sesekali tidak masalah, lagipula mereka berdua makan di restoran yang terjamin kebersihan makanannya.


"Tadi aku sudah makan nasi, Aku tidak mau makan nasi," kata Vito.


"Jadi kamu ingin makan apa?"


"Oke untuk kali ini tidak masalah, kamu boleh memakan spaghetti. Tapi ingat ketika sampai rumah nanti sebagai gantinya kamu jangan rewel ya," kata Harry.


"Kan nanti ada kakak datang ke rumah, Aku ingin main dengan kakak ayah bekerja saja," ujar Vito.


"Oh iya yah.. . Ayah lupa jika Kakak itu datang ke rumah, berarti kita sekalian Belanja cemilan tidak mungkin tidak ada cemilan di rumah," ucap Harry.


Sementara itu dia sudah berada di apartemen tempat Harry dengan Vito tinggal. Ia akan melihat satu kamar kosong yang dijanjikan pemilik apartemen kepadanya. Dian sedang beruntung sekali, karena saat ia mencari di apartemen baru ada yang pergi meninggalkan kamar kosong untuk nya.


Tanpa pikir panjang pun Dian membayar sewa apartemen selama 2 bulan, dirinya tidak ingin mengambil terlalu lama karena ia yakin kalau memang dirinya jodoh dengan Harry dalam waktu 2 bulan itu ia akan pindah ke apartemen Harry, Tetapi kalau memang tidak jodoh ia akan pergi meninggalkan apartemen itu dan tidak akan mengganggu Harry.

__ADS_1


"Aku sudah tidak sabar.."


Pukul 07.00 malam hari dengan Vito sudah bersantai di ruang keluarga, mereka berdua menonton TV sambil menunggu Dian datang. Beberapa menit lalu Harry dengan Dian sudah berkontekan. Haryy memberikan alamat apartemennya pada Dian agar dia bisa datang ke apartemen nya, Harry tidak tau saja kalau sebenarnya Dian sudah di gedung yang sama dengan dirinya.


"Lah depan depanan," ucap Dian.


Dian semakin senang karena mereka berdua tetanggaan, kesempatannya bertemu dengan Harry setiap hari semakin besar saja. Nanti Dian akan memberitahu Harry Jika ia tinggal di apartemen ini juga, semua itu agar harry tidak curiga Haryy tahu dirinya tinggal di apartemen. Ia akan berpura-pura terkejut dan tidak menyangka jika mereka berdua satu gedung apartemen.


Ting tong…


"Dia sudah datang." Harry langsung membuka kan pintu apartemen nya.


"Selamat malam Pak," ucap Dian.


"Malam.. Cepat sekali," tanya Harry.


"Bapak tau, saya tinggal di depan apartemen bapak, itu milik saya. Saya baru tau kalau kita tetanggaan."


"Kau baru pindah," tanya Harry.


"Aduh pasti dia tau kalau tetangga nya sebelumnya bukan aku."

__ADS_1


__ADS_2