Dosen Ku

Dosen Ku
Bab 27


__ADS_3

Keduanya pun masuk ke dalam rumah hantu itu, walaupun sebenarnya Harry sangat takut ia berusaha berani agar mendapatkan apa yang Dian katakan tadi, sebenarnya ia tidak perlu takut karena semua hantu yang ada di dalam sana hanya hantu bohongan saja, tidak ada yang benar-benar hantu.


"Sayang takut.." Harry memegang tangan Dian dengan erat, kalau sudah takut ia memang seperti ini.


"Tenang saja."


Mereka berdua berjalan secara perlahan, suasana sangat gelap sekali, suara tangisan wanita terdengar dengan jelas, hal itu semakin membuat Harry takut saja. Ia semakin mempererat genggaman tangan Harry.


"Sayang.."


"Susah jangan takut ada aku di sini," ucap Dian.


Saat sedang berjalan tiba tiba kaki Harry di pegang oleh seseorang, hal itu membuat Harry super ketakutan.


"Ahkkk.." Harry berteriak dengan sangat keras.


"Sayang tenang, jangan panik, itu hanya tangan boneka," ucap Dian.


"Ha.." Harry segera menarik kaki nya.

__ADS_1


"Iya sayang hanya tangan boneka," ucap Harry.


Mereka berdua lanjut berjalan, satu persatu hantu mulai muncul dengan mendadak, hal itu membuat Harry semakin histeris. Dian hanya tertawa melihat suaminya yang begitu ketakutan, ia tidak pernah melihat Harry setakut ini sebelumnya. Harry selalu memasang wajah dingin nya, ini ekspresi yang tidak pernah Harry keluarkan sebelumnya.


"Sudah sudah, kita sudah mau keluar," ucap Dian.


"Iya sayang, syukur lah," kata Harry.


"Hey aku sudah tidak takut, jangan sok kalian." Harry berteriak ke arah belakang nya.


Saat membalik kepala nya ke arah depan, betapa terkejut nya Harry melihat pocong berwajah seram sudah ada di depan wajahnya. Hal itu benar benar membuat Harry terkejut.


"Sayang sayang.." Dian menjadi panik sendiri.


Dengan terpaksa mereka berdua pergi meninggalkan pasar malam itu, Dian yang membawa mobil karena Harry masih pingsan du samping nya, ia tidak tau jika Harry setakut ini.


"Sayang sayang, kamu ternyata sangat penakut sekali ya," ucap Dian.


Sesampainya di rumah dengan di bantu kedua abang Harry. Harry di bawa masuk ke dalam kamar, segera Dian menjelaskan semuanya agar tidak terjadi salah paham, ia tidak mau mereka semua salah paham karena dirinya.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Dian membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak, sudah bukan menjadi rahasia umum lagi jika Harry sangat penakut, mereka sudah tau bagaimana Harry dan ini bukan yang pertama kalinya.


"Ya sudah Dian, kamu jaga Harry ya."


"Tidak papa ini," tanya Dian.


"Tidak papa, Harry sedang tidak sadarkan diri, tidak mungkin dia melakukan hal yang tidak tidak pada mau," ucap Bayu.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan Harry dengan Dian. Dian cukup merasa bersalah pada pacar nya ini, kalau bukan karena nya tidak mungkin Harry sampai seperti ini.


Setelah kurang lebih setengah jam pingsan akhirnya Harry kembali sadar, hal itu membuat Dian sangat senang sekali, rasa bersalah nya pada Harry langsung berkurang seketika.


"Sayang kamu tidak papa, maafkan aku ya."


"Ya ya ya aku tidak papa, kamu tidak perlu meminta maaf." Harry memijat kepala nya yang terasa cukup pusing.


"Kita dimana sekarang," tanya Harry.


"Di kamar kamu, tadi kedua abang kamu yang membantu aku menaikan kamu ke atas kamar," jawab Dian.

__ADS_1


"Ahok sial.." Harry yakin dirinya pasti menjadi bahan ejekan mereka berdua. Jangan sampai anaknya tau soal ini, ia juga bisa menjadi bahan ejekan Vito.


__ADS_2