Dosen Ku

Dosen Ku
Bab 19


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, kedekatan Harry dengan Dian semakin kental saja, mereka berdua setiap hari bertemu yang membuat rasa canggung diantara keduanya sudah tidak ada lagi.


Dian semakin mencintai Harry, ia tidak peduli Harry yang jadi memiliki istri, rasa cinta nya pada Harry bahkan Dian tunjukkan secara terang terangan. Tetapi memang dasarnya Harry tidak peka, ia tidak pernah menanggap Dian, di matanya Dian hanya partner bekerja nya.


"Malam mas, aku membawa makanan spesial untuk kamu," kata Dian.


"Malam, terima kasih Dian, kau semakin baik saja kepada ku," ucap Harry.


"Apa ada salahnya mas kan baik dengan pria yang akan segera menjadi duda," kata Dian.


"Hahaha sebentar lagi, aku tidak akan datang ke persidangan agar semuanya cepat selesai," ucap Harry.


"Wah Vito akan mempunyai mamah baru," ujar Dian.


"Hmmm tidak tau lah, mamah ku sudah sibuk menjodohkan ku dengan wanita, belum juga sidang perceraian."


"Hahaha tidak masalah, semakin cepat semakin baik," ucap Dian.

__ADS_1


Dian senyum senyum sendiri mendengar perkataan dari Harry, seharusnya ia sedih karena Harry akan di jodohkan dengan wanita lain. Ini malah Dian senyum senyum tidak jelas, Harry yang melihat itu cukup heran pada Dian.


"Kau kenapa," tanya Harry.


"Tidak papa.." Dian berkas masuk ke dalam apartemen Harry.


Karena hari ini Harry tidak memiliki pekerjaan apa apa, ia bisa ikut bermain dengan Dian dan anaknya. Ia juga ingin merasakan kehangatan yang selama ini membuat Vito senang.


Saat sedang asik asik nya, mereka berdua mendengar suara dari pintu, karena takut maling Harry segera kedepan untuk melihat siapa yang datang ke apartemen nya.


"Putri," ucap Harry.


"Aku sudah tidak ingin berhubungan apa apa lagi dengan mu, begitu juga dengan Vito, dia sudah tidak ingin bertemu lagi dengan mu, berhenti untuk menganggu kami, sudah tidak ada kesempatan lagi untuk mu," kata Harry.


"Ayah." Vito dan Dian berjalan bergabung dengan mereka berdua, keduanya bingung karena ada keribuatan.


"Oh jadi ini yang membuat mu ingin berpisah dengan ku, kamu selingkuh mas," ucap Putri.

__ADS_1


"Tidak bukan karena dia, dia teman ku yang membantu ku mengurus Vito," kata Harry.


"Tidak mungkin, mana mungkin aku percaya. Kau pasti pelakor kan.."


Harry memberikan kode pada Dian agar pergi meninggalkan mereka, ia tidak mau Dian melihat pertengkaran mereka berdua.


"Kakak pulang ya." Segera Dian pergi meninggalkan tempat itu, ia memilih main aman saja.


Sedangkan Vito langsung Harry minta untuk masuk ke dalam kamar nya, ia akan memberikan wanita ini pelajaran agar tidak semena mena lagi.


"Kauu benar benar gila, sudah aku katakan jangan datang ke rumah ku lagi," ucap Harry.


"Aku masih istri kamu mas, aku masih berhak untuk pulang ke tempat ini, kamu tidak bisa melarang ku. Aku tau kamu tidak ingin aku melihat mu selingkuh dengan wanita itu kan," kata Putri.


"Kalau aku selingkuh kau mau apa, aku memang selingkuh dengan nya, dia tengah mengandung anak ku, kami akan segera menikah," ucap Harry.


Putri terkejut mendengar hal itu, ia tidak menyangka Harry seperti itu.

__ADS_1


"Seharusnya kau sadar kenapa aku seperti ini, aku pria normal yang memerlukan wanita, dan kau sibuk dengan dunia mu sendiri," ucap Harry


__ADS_2