Dosen Ku

Dosen Ku
Bab 28


__ADS_3

Keesokan harinya, hari ini mereka bertiga akan kembali ke kota, mereka tidak bisa terlalu lama di rumah orang tua Harry karena memang banyak yang harus di kerjakan di kota, Vito sudah libur terlalu lama, Dian juga harus kemana mengurus cafe nya dan Harry akan mulai bekerja di perusahaan yang di kelolah keluarganya.


Setelah berpamitan dengan keluarga Harry mereka pun pergi meninggalkan rumah itu, Dian berangkat ke tempat ini menggunakan taksi yang ia sewa langsung, jadi saat pulang ia bisa langsung ikut dengan Harry. Mereka berdua benar benar sudah seperti keluarga bahagia.


"Sayang," ucap Dian.


"Hmmm ada apa? Kamu lapar?"


"Tidak aku tidak lapar, tadi mamah kamu sudah masak, aku bintang kalau kamu tidak menjadi dosen terus kamu akan bekerja sebagai apa? Kamu jadi pengangguran dong.."


"Hahaha iya aku pengangguran, bagaimana kamu mau menikah dengan seseorang pengangguran seperti ku," tanya Harry.


"Serius sayang? Aku sih tidak masalah, kita bisa mengelola cafe bersama sama, untung nya besar kok," kata Dian.


"Kamu serius?"


"Serius lah, aku kan mencari suami, bukan mencari sugar daddy," kata Dian.


"Terima telah menerima apa adanya aku, kamu tenang saja, kau tidak menganggur kok, aku bekerja di perusahaan yang orang tua ku kelolah, jadi kamu tidak perlu khawatir ya. Setengah kita menikah aku akan membeli rumah, lebih baik tinggal di rumah kalau sudah mempunyai keluarga," ucap Harry.


"Aku tau kamu pria yang banyak uang tetapi kenapa kamu terlihat sangat hemat sekali ya," kata Dian.


"Hahaha bukan tipe untuk menghabiskan banyak uang," ucap Harry.


"Ayah mamah, kita akan tinggal bersama samakan," tanya Vito.


"Hehehe tidak sayang, mamah belum bisa tinggal bersama dengan Vito, nanti kalau mamah dengan ayah sudah menikah baru bisa tinggal bersama sama."


"Sayang kamu sudah janji untuk tinggal satu apartemen dengan ku," ucap Harry, ia ingat betul apa yang Dian katakan pada nya kemarin, kalau ia mau masuk ke dalam rumah hantu itu Diana akan tinggal bersama sama dengan dirinya.


"Sayang.. Sayang.. Tidak begitu juga," ucap Dian.


"Tidak begitu bagaimana, kamu jangan menipu aku ya, aku tidak mau tau malam ini kamu harus tinggal dengan aku," kata Harry.


"Aduh seperti nya aku sama membuat janji ini, pria satu ini sudah kehausan belaian wanita.. Ya sudah sayang aku akan tinggal dengan kamu tetapi aku tidur dengan Vito, aku tidak kau tidur satu kamar dengan kamu sebelum kita menikah," ucap Dian.

__ADS_1


"Sayang.."


"Hahaha masalah tidur tidak ada aku janjikan," ucap Dian.


"Sial." Harry membuang nafasnya dengan kesal.


Perjalanan dari tempat mereka sekarang menuju apartemen mereka di pusat kota memerlukan waktu yang cukup lama, Sekitar 2 jam lamanya, di sela sela perjalanan Dian mulai mencari cari tempat yang tepat untuk pernikahannya nanti dengan Harry.


"Sayang aku mau kita menikah di sini," ucap Dian.


Harry membuang nafasnya dengan perlahan, tempat pernikahan mereka nanti tidak bisa mereka tentukan, ia sudah menyerahkan semuanya pada kedua orang tuanya. Harry sudah malas ribet mengurus sebuah pernikahan.


"Maaf sayang, tempat, dekorasi dan pakaian yang kita gunakan nanti sudah di tentukan oleh kedua orang tua ku, aku sudah menyerahkan semuanya pada mereka," kata Harry.


Dian langsung menatap Harry, bagaimana mungkin bisa Harry melakukan itu tanpa mengatakannya padanya, ia sangat marah sekali.


"Sayang maaf," ucap Harry.


Dian berusaha untuk tidak marah, Vito sedang berada di atas pangkuan nya, dan ia sangat mencintai pria ini, takut nya kalau ia marah pernikahan nya akan gagal. Lebih baik menerima apa saja yang pria ini sudah rencanakan.


"Tidak mungkin dong aku gagalkan," kata Harry.


"Iya aku tidak papa." Baru kali ini ia mengalah dengan pria, sebelum Dian tidak pernah mau kalah, karena cintanya pada Harry membuat Dian sudah tidak bisa marah lagi pada Harry. Pria satu ini benar benar sangat berbahaya sekali.


Sesampainya di apartemen mereka berdua langsung masuk ke dalam apartemen Harry. Dian membawa Vito ke atas ranjang untuk menidurkan nya, kemudian ia kembali ke luar kamar untuk membantu Harry membereskan barang barang mereka.


"Banyak sekali yang mamah mu bawa untuk kita," ucap Dian.


"Hahaha iya dong, mamah sangat senang sekali aku mau menikah dengan mu, jadinya dia mempersiapkan banyak hal untuk kita, apalagi dia tau aku lebih sering masak dari pada membeli makanan di luar rumah," kata Harry.


"Kamu sangat beruntunglah memiliki orang tua yang sangat sayang dengan kamu, bukan hanya sayang tetapi luar biasa sayang," ucap Dian.


"Hahaha begitu lah hidup," ujar Harry.


Malam hari nya, Dian dan Harry masak bersama, mereka berdua bekerja sama membuat makanan yang sangat enak sekali. Entah bagaimana rasanya nanti, yang pasti Harry yakin makanan mereka berdua pasti jauh lebih enak dari biasanya.

__ADS_1


"Sayang kamu membuat apa sih," tanya Harry.


"Ayam bakar madu, kamu pasti sangat suka," jawab Dian.


"Wah ya ya aku suka, apalagi makan nya pakai salad," kata Harry.


"Ya sudah kamu buat salad nya," ucap Dian.


"Sebentar aku lagi membuat cemilan untuk Vito."


"Sayang kamu pintar memasak seperti ini karena apa? Apa belajar atau memang hobi?"


"Sebenarnya tidak karena dua duanya, ini semua karena tuntutan sayang," jawab Harry.


"Ah iya, tapi kamu memang sangat berbakat," ucap Dian.


"Ya memang itu bakat ku, aku memiliki segudang bakat," kata Harry.


"Itu baru calon suami ku," ucap Dian yang sambat bangga sekali pada Harry, ia tidak tau menemukan pria seperti Harry lagi, beruntung sebelum Harry di ambil wanita lain ia sudah menemukan nya terlebih dahulu.


Vito tertawa meliat kedua orang tuanya memesak bersama, Ian tertawa senang karena ia tidak pernah melihat hal seperti ini, apalagi Dian dan Harry terlihat usial satu sama lainnya.


"Jangan tertawa sayang, kamu duduk di meja makan, ayah sudah membuatkan mu makan enak," ucap Harry.


"Yeaa…" Video llangsung duduk di tempat nya.


Segera Harry membawa cemilan sehat yang ia buat ke arah Vito, Vito sendiri tidak heran lagi apa yang ayahnya buat, kalau tidak sayur ya sudah pasti buah, hanya itu yang bisa Harry buat untuk Vito. Ia ingin anaknya sehat selalu dengan banyak makan makanan bergizi.


"Enak," tanya Harry.


"Enak sekali yah," jawab Vito.


"Pasti dong enak, kan ayah yang membuat nya," ucap Harry.


"Kamu harus mencoba makanan yang mamah buat, jangan hanya makan seperti itu, nanti mamah akan membuat makanan enak untuk mu," kata Dian.

__ADS_1


__ADS_2