Dosen Ku

Dosen Ku
Bab 30


__ADS_3

Setelah selesai masak mereka bertiga mulai makan bersama sama, ketiganya terlihat makan dengan sangat lahap sekali, memang benar kalau dua orang yang pandai memasak bergabung jadi satu masalah itu akan terasa sangat enak sekali.


"Ayah setelah ini aku mau tidur, aku masih mengantuk," ujar Vito.


"Iya sayang, kamu tidur dengan nyenyak ya. Besok kamu kembali sekolah," kata Harry.


"Besok mamah yang akan mengantarkan kamu sekolah," ucap Dian.


"Yeaa oke mah." Vito terlihat sangat senang sekali.


"Mas kamu besok mulai bekerja," tanya Dian.


"Lusa, besok aku mau mengantarkan Vito juga, setelah itu mengurus beberapa hal di kampus dan aku ingin melihat kamu bekerja di cafe," jawab Harry.


"Oh oke, kamu jangan terkejut ya melihat bagaimana aku bekerja," kata Dian.


Makanan yang ada telah habis, di bantu oleh Dian Vito membersihkan dirinya, kemudian ia tertidur sambil memeluk Dian, Dian senang senang bisa memberikan kasih sayang seorang ibu pada Vito. Vito tidak akan merasakan apa yang ia rasakan dulu, ia Tia akan rela Vito sampai merasakan hal seperti itu.


"Bagaimana sayang," tanya Harry yang ikut menyusul ke kamar Vito.


"Dia sudah tertidur."


Harry ikut naik ke atas ranjang, ia tepat di samping Dian yang tengah memeluk anaknya, beruntung Vito memiliki ranjang yang sangat luas sekali, ranjang yang Vito pakai memang ranjang untuk orang dewasa.


"Sayang aku tidak kamu peluk," tanya Harry sambil memeluk Dian dari berlakang.

__ADS_1


"Nakal ya pria ini.." Dian sedikit melirik ke belakang.


"Hahaha iya sedikit nakal," kata Harry.


"Sayang aku mempunyai kabar baik." Harry mencium wajah Dian dari samping.


"Apa itu," tanya Dian.


"Besok sore aku akan benar benar bercerai dengan dia, abang ku dengan segala power yang ia miliki berhasil mempercepat semuanya," jawab Harry.


"Kamu seriuss sayang," tanya Dian.


"Hahaha iya dong, apa ada wajah bercanda di wajah ku," jawab Harry.


Harry membalik Dian dengan perlahan, ia tidak mau Vito bangun saat momen seperti ini.


"Hahaha ya bisa dong sayang, apa yang tidak bisa," ujar Dian.


Harry semakin mendekatkan tubuh nya dengan tubuh Dian, pria ini benar-benar sedang kasmaran nya, ia sulit mengendalikan dirinya saat sedang bersama dengan Dian.


"Hey jangan nakal," ucap Dian.


"Aku tidak sabar menberikan Vito adik," kata Harry.


"Tidak sabar memberikan Vito adik atau kamu sudah tidak sabar untuk mendapat jatah," ucap Dian.

__ADS_1


"Kamu tau bagaimana pikiran pria kan, ya begitu lah," ucap Harry.


"Dasar pria.." Dian menggelengkan kepala nya.


Harry mulai mendekati bibir Dian, untuk berciuman tidak ada salahnya, dulu ia juga sering berciuman dengan para pacar nya, Berbeda dengan Dian yang benar benar baru pertama kali berciuman dengan Harry. Harry mengambil ciuman pertama nya, ia sangat senang Harry mengambil itu karena ia sangat mencintai Harry.


"Sayang kamu tegang sekali," ucap Harry.


"Aku belum biasa, kamu asal cium aku," kata Dian.


"Hehehe maaf sayang ku.. Lama lama kamu terbiasa, kamu tidak tau bagaimana aku, kalau sudah menikah habis kamu aku buat," ucap Dian.


Dian membuang nafasnya dengan kasar, ia sudah menduganya, pria dingin seperti Harry tidak mungkin tidak memiliki gairah yang tinggi, sudah pasti Harry memiliki nya.


Malam ini Harry memutuskan untuk tidur di kamar anaknya, jadinya mereka bertiga tidur di ranjang yang sama. Walaupun awalnya Dian sedikit menolak Harry, tetapi pada akhirnya Dian tidak bisa apa apa, ia pasrah mendapatkan pelukan Harry sepanjang malam.


Pagi hari nya, Dian kembali ke apartemen nya sendiri untuk bersiap siap, ia sudah lama tidak ke cafe dan hari ini ia harus ke cafe setelah mengantarkan Vito sekolah.


Karena Harry belum mulai bekerja, ia memutuskan untuk membantu Dian dengan cara memasakam sarapan pagi untuk mereka. Walaupun hanya membuat sarapan sederhana sudah membantu Dian karena ia tidak perlu repot repot membuat sarapan.


"Makasih sayang," ucap Dian.


"Vito mau bawa bekal apa," tanya Dian.


"Nanti beli saja di luar."

__ADS_1


"Jangan mas, di cafe ku saja, ada menu sehat untuk anak kecil," ucap Dian.


__ADS_2