
Pukul 11 siang Harry kembali ke ruangannya, ia terkejut melihat Vito dengan Dian yang tengan terlelap sambil berpelukan.
Harry sangat bingung dengan Vito, dengan mamahnya Vito tidak mau seperti ini, tetapi dengan wanita asing Vito malah terlihat sangat dekat sekali.
"Dia ingin mamah baru seperti nya, tapi tadi malam aku habis membuat adik untuk nya," batin Harry.
Harry tidak menganggu mereka berdua, ia duduk di tempat nya, dan membiarkan mereka berdua istirahat dengan tenang.
Pukul 1 siang mereka berdua baru terbangun dari tidur yang sangat nyenyak. Dian sangat malu tertidur di ruangan Harry, ia tidak berniat untuk tidur, awalnya Dian hanya ingin menemani Vito tidur, tetapi karena ia mengantuk dirinya jadi ikut tertidur dengan Vito.
"Kakak lapar," ucap Vito.
"Iya kakak juga lapar, ayah mu mana ya." Dian melihat keseliling ruangan itu, tetapi memang Harry tidak terlihat, Dian pikir Harry masih memiliki kelas siang, ia berencana mengajak Vito makan siang di kantin, ia juga sudah sangat lapar.
"Mungkin ayah mu masih ada kelas, kita makan yuk di kantin," ucap Dian.
"Ayo." Vito bersemangat seketika.
__ADS_1
"Mau kemana kaliaan," tanya Harry sambil berjalan masuk ke dalam ruangan itu.
"Eh bapak, saya ingin mengajak Vito ke kantin," jawab Dian.
"Tidak perlu, saya sudah membawa makanan, kita makan di sini bersama sama, ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu."
"Iya Pak." Jantung Dian langsung tidak aman ketika Harry ingin berbicara sesuatu hal pada dirinya.
"Ayah mau itu."
"Oke." Vito berjalan menjauh dari mereka berdua.
"Ada apa pak," tanya Dian.
"Nilai mu hancur di mata kuliah ini, dengan dosen sebelumnya banyak nilai yang kosong, seperti nya kau harus mengulang mata kuliah ini tahun depan."
"Pak saya memang tidak ada minat di mata kuliah ini, tolong pak bantu saya, saya ingin lulus tahun depan, saya sudah terlalu lama di sini," ucap Dian.
__ADS_1
"Apa yang bisa aku bantu, kau sendiri tidak seriuss kuliah, lebih baik kau keluar saja lalu menikah."
"Bapak jahat sekali, bantu saya menyelesaikan nilai saya yang kosong, saya mohon pak," ucap Dian, ini menjadi kesempatan besar untuk Dian agar bisa lebih dekat dengan Harry.
"Ayah kenapa kakak memohon seperti itu," tanya Vito.
"Jangan seperti ini, nanti Vito pikir aku membuat hal yang tidak baik pada mu."
"Pak saya mohon, sebagai balasannya saya akan bermain dengan Vito agar Vito tidak kesepian, kata Vito dia sangat bosan berdua dengan ayahnya," ucap Dian.
Apa yang Dian ucapkan membuat Harry berpikira dua kali, jika Dian ke rumah nya ada yang membantu nya mengurus Vito, ia jadi bisa menyelesaikan pekerjaan yang lainnya. Tugasnya juga hanya membantu Dian menyelesaikan nilai nilainya.
"Oke tapi dengan satu syarat, kau harus membantu ku mengurus Vito, kita mulai hari ini. Setiap pukul setengah 7 malam kamu ke apartemen ku, nah kau bisa bermain dengan Vito sampai pukul 8, dia akan tidur jam 8 malam, setelah dia tidur baru kita mulai belajar sampai pukul 10 malam."
"Deal," ucap Dian, ia tidak berpikir dua kali saat mengatakan hal itu.
"Aku akan menyewa apartemen yang tidak jauh dari nya, semua ini agar aku tidak terlalu ribet," batin Dian.
__ADS_1