Dosen Tampan Itu Calon Suamiku

Dosen Tampan Itu Calon Suamiku
Di Rumah


__ADS_3

"Kak Anyaaaa" teriak seorang bocah dengan pakai lusuh. Dia langsung berlari ke arah Anya dan memeluknya


"Heh Mamat, Ya ampun kak Anya kangen banget" ucap Anya sambil mengelus rambut anak tersebut.


"Mamat juga kangen banget tahu. Teman-teman lagi disana kak" ucap Mamat sambil menunjuk kearah beberapa anak yang terlihat sedang mengamen di jalanan.


Anya melihat kearah mereka. Entah mengapa rasa sedih bercampur haru timbul seketika.


Sudah hampir sebulan dia tidak kesini. Biasanya dia akan mengajari anak-anak membaca dan lainnya.


Tapi karena tempat belajar mereka sudah di gusur, mereka tidak punya tempat lagi.


Mereka juga mengatakan untuk fokus mengamen saja untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah. Jadi Anya juga tidak memaksakan mereka.


"Heh, Anya. Lama banget nggak ketemu kita" ucap Laki-laki bertato yang tiba-tiba datang entah darimana.


"Iya nih Om. Lagi banyak tugas kuliah jadi nggak sempat main kesini. Om Andre apa kabar?" Tanya Anya.


Andre merupakan seorang preman terkenal di daerah tersebut. Anya bisa akrab dan dekat dengannya pun adalah suatu kehormatan.


"Baik-baik" ucap Om Andre.


"Om, masih betah jadi preman?" Tanya Anya saat melihat uang di tangan Om Andre.


"Ya begitulah. Kalau nggak gini, mau cari duit kayak gimana sekarang" ucap Andre.


"Hmm, kemarin ditawarin jadi satpam nggak mau" ucap Anya lagi.


Om Andre cengengesan sambil menggaruk rambutnya.

__ADS_1


"Om malu lah Anya. Lihat penampilan om yang seperti penjahat ini. Bagaimana mungkin ada yang Nerima Om" ucap Om Andre.


"Ya sudah, tunggu Anya punya perusahaan sendiri saja" ucap Anya kemudian.


"Masih lama kayaknya ya" ucap Om Andre setelah itupun mereka tertawa bersama.


***


Saat ini, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Anya belum juga pulang ke rumah.


Rangga sedari tadi sudah di rumah Anya untuk memberikan les private padanya.


"Maaf ya Pak Rangga. Saya sudah menelpon Anya beberapa kali tapi belum diangkat. Kami sedang berusaha mencarinya" ucap Nadin.


"Jangan panggil saya pak buk. Umur saya masih 28 tahun. Panggil nama saja tidak apa-apa" ucap Rangga.


"Tapi saya tidak enak. Anda kan rekan bisnis suami saya" ucap Nadin kemudian.


"Tidak apa-apa buk. Saya akan jadi canggung kalau ibu terus memanggil saya bapak" ucap Rangga yang membuat Nadin langsung mengiyakan.


"Baiklah nak Rangga bagaimana?" Tanya Nadin.


Rangga kemudian mengangguk.


"Berkaitan dengan Anya, biar saya saja yang mencarinya" ucap Rangga kemudian.


"Memang nak Ranggapun tahu dia dimana?" Tanya Nadin ragu.


"Saya akan berusaha buk" ucap Rangga kemudian berdiri.

__ADS_1


Namun belum selangkah dia berjalan, Anya terlihat datang dengan wajah kucel


"Astaga Anya. Kamu darimana saja?" Tanya Nadin sambil mendekati Anya.


"Bau apa ini. Kamu habis darimana saja?" Tanya Nadin lagi.


"Habis tawuran Ma. Biasalah. Anya lagi kangen-kangenan tawuran" ucap Anya sambil melihat ke arah pak Rangga. Dia ingin tahu bagaimana reaksinya. Tapi pak Rangga hanya diam sambil menatapnya plat.


"Kamu ini. Apa yang mama bilang huh?" Ucap Nadin Marah.


"Bercanda Ma. Serius Amat" ucap Anya yang membuat Nadin bernafas lega.


"Ya sudah, kamu ganti baju dulu sana, pak Rangga sudah nungguin dari tadi" ucap Nadin.


Bukannya menuruti permintaan mamanya, Anya malah mendekati Rangga.


"Nggak ah Ma. Anya mau belajar kayak gini saja. Nanggung kalau ke kamar lagi. Nanti Anya malah ketiduran" ucap Anya.


Rangga bisa mencium bau kenalpot, asap jalanan dan keringat menjadi satu dari tubuh Anya.


"Astaga ini anak. Lihat wajah mu itu dan bau keringatmu. Pak Rangga tidak akan nyaman jika mengajarmu nanti" ucap Nadin lagi.


Namun Anya tidak menurut. Dia malah semakin mendekati Rangga.


"Pak Anya nggak bau kan ya?" Tanya Anya sambil mendekati Rangga. Dia memang sengaja ingin membuat Rangga ilfeel padanya.


Namun bukannya penolakan yang dia dapatkan. Rangga malah merangkulnya dan memintanya untuk duduk.


Hal itu sontak membuat Anya terdiam seketika.

__ADS_1


"Kamu sedang berusaha membuatku tidak betah disini ya" bisik Rangga.


-Bersambung-


__ADS_2