Dosen Tampan Itu Calon Suamiku

Dosen Tampan Itu Calon Suamiku
Di mobil


__ADS_3

"Aku serius Anya" ucap Rangga sambil menatap wajah Anya yang terlihat begitu kaget sekarang.


Rangga mendekati Anya, Hendak memegang pipinya. Namun Anya langsung mundur.


"Ma-maaf pak. Sepertinya saya harus pulang" ucap Anya kemudian membuka pintu dan pergi begitu saja meninggalkan Rangga yang mematung dengan reaksi Anya.


Anya berlari sekuat tenaga meninggalkan ruangan Rangga. Dia terus memegang jantungnya yang serasa ingin meledak sekarang.


Hingga akhirnya dia sampai di parkiran dan mengambil motornya.


Belum saja dia menyalakan Motornya. seseorang menepuk bahunya hingga membuatnya begitu terkejut.


"Anya" ucap Antarez.


"Astaga kak, kau mengagetkanku saja" ucap Anya sambil memegang dadanya.


"Kau baik-baik saja kan? Coba aku lihat apa yang luka?" ucap Antares sambil memegang kedua bahu Anya.


"Astaga, apa ini? lehermu terluka?" Ucap Antares sambil mengangkat dagu adiknya.


"Udah lah kak. Nggak usah lebay, aku nggak apa-apa kok. Ini cuma tergores saja tadi" ucap Anya.


"Apa nya yang nggak apa-apa. Kau terluka begini, bagaimana bisa kau sampai bertemu dengan orang gila itu. Ahh sudahlah, Ayo ikut kakak. Kamu harus pulang pakai mobil. Angin jalanan tidak bagus untuk lukamu itu" ucap Antares kemudian mengambil kunci motor adeknya.


"Kak, kembalikan kunci motorku" ucap Anya.

__ADS_1


"Kamu naik mobil. Nggak ada penolakan, kalau terjadi apa-apa padamu lagi. Aku yang repot" ucap Antares kemudian meninggalkan Anya dengan membawa kunci motor Anya tentunya.


"Kak, aku tidak mau" ucap Anya.


"Kamu naik ke mobil saya saja" ucap seseorang yang entah darimana.


Mendengar suara yang sangat dia kenal. Anya langsung berlari begitu saja masuk ke mobil Antarez.


Melihat hal itu, Antarez langsung terdiam. Dia bingun. namun Beberapa lama berpikir, dia akhirnya mengerti situasi yang terjadi.


"Pak Rangga. Bapak ingin mengantar Anya?" ucap Antarez sambil mendekati Rangga.


"Hey, kak Antarez ayo" ucap Anya kesal.


"Tidak usah, sepertinya dia sedang menjauhi saya. Oya, tolong nanti kamu jaga Anya ya" ucap Rangga.


"Darimana dia tahu" batin Rangga.


Namun dia tidak terlalu memikirkannya. Matanya sekarang tertuju pada Anya yang hanya menunduk.


Rangga sedikit menyesal sudah mengatakan isi hatinya tadi. Tapi dia tidak akan menyerah, dia akan berusaha mendapatkan hati Anya. Bagaimana pun caranya.


"Kamu kenapa sama pak Rangga?" Tanya Antarez yang saat ini tengah mengemudi di samping Anya.


"Nggak ada apa-apa " ucap Anya dengan tatapan fokus ke depan.

__ADS_1


"Aku tahu kamu Anya. Jangan bohong. Katakan saja, lagian aku juga abangmu" ucap Antarez.


Anya berpikir apa yang dikatakan kakaknya benar juga. Tidak ada salahnya bercerita pada kakaknya. Dia pun akhirnya menyerutakan semuanya mulai dari saat dimana kejadian di UKS hingga pengakuan Rangga tadi.


"Owhh" hanya itu yang keluar dari mulut Antares ketika mendengar semua cerita Anya.


"Heh, owh saja? Kau tidak terkejut? atau Kau tidak niat memberikan saran atau membantuku gitu?" Ucap Anya kesal pada kakaknya.


"Aku sudah tahu pak Rangga menyukaimu" ucap Antarez dengan entengnya.


"Hah?" ucap Anya denganexpresi yang begitu kaget.


"Biasa aja kali" ucap Antarez sambil menutup muka Anya dengan tangan kirinya.


"Ishhh nyebelin" ucap Anya kemudian membuang muka dan memilih melihat jalanan di sampingnya.


"Kau tahu nggak dek. Kemarin saat les, pak Rangga yang menggendongmu ke kamar. Pas gw mau bangunin Lo. Dia suruh gue buat nggak ngelakuin itu. Ya dari sana gw yakin pak Rangga punya rasa sama lu" ucap AntareZ tanpa mengalihkan pandangannya ke jalanan di depan.


"Hmm, kenapa lu baru kasi tahu gw sekarang hah?" ucap Anya kesal.


"Karena gw tahu. kalau Lo tahu. Lo bakal ngejauhin pak Rangga kayak gini. Lagian lu, sekelas pak Rangga lu nggak suka. Udah tajir, ganteng, pinter, paket lengkap deh. Banyak yang ngantri. Nah lu, astaga. Lu maunya cowok kayak gimana sih. Nggak capek jomblo akut?" Ucap Antares.


"Udah, lu diam saja. Nggak tahu apa-apa juga" ucap Anya.


Kemudian memilih diam menatap jalanan. Entah kenapa dia kepikiran dengan perkataan Antarez barusan.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2