Dosen Tampan Itu Calon Suamiku

Dosen Tampan Itu Calon Suamiku
Hanya Pasrah


__ADS_3

Hari ini, tepat 3 hari sudah mereka menjadi suami istri. Seperti biasa, kebiasaan barunya setelah menjadi orang istri. Anya akan membantu bibi di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Anya memang manja dan nakal dulu, namun dia tahu tanggung jawabnya sebagai seorang istri yang baik.


"Mas, sarapan yuk. Bukannya mas hari ini mau ke kantor?" Tanya Anya yang saat ini tengah duduk di sisi ranjang dengan Rangga yang masih tertidur.


Entah kenapa, sejak menikah dia menjadi sangat suka tidur. Bahkan mimpi-mimpi tentang mamanya sudah mulai menghilang.


"Hmmm" hanya itu yang Rangga ucapkan.


"Maasss, bangun" ucap Anya lagi.


"Hmmm" ucap Rangga kemudian menarik Anya ke dalam pelukannya.


"Masss" protes Anya.


"Sebentar saja sayang" ucap Rangga dengan mata masih terlelap.


Anya pun terdiam. Tidak ada perlawanan sama sekali.


Dia berpikir, Rangga mungkin masih lelah karena melayani tamu selama pernikahan.


Hingga mereka berdua pun kembali tidur bersama.


-Disisi lain-


seorang laki-laki paruh baya tengah berdiri sambil memandang setumpuk foto di depannya.


Beberapa foto wanita dan laki-laki yang tengah tersenyum bahagia dengan baju pengantin.

__ADS_1


"Ternyata dia sudah sangat besar sekarang. Haha. Aku ucapkan selamat untuk pernikahanmu nak" ucap laki-laki paruh baya tersebut dengan senyum yang sangat menakutkan.


Namun senyum itu langsung sirna saat dia melihat foto berikutnya.


"Kau masih hidup ternyata" ucap nya dengan wajah yang terlihat sangat marah.


Dia pun langsung mengambil foto tersebut, dan meremasnya kemudian membuangnya begitu saja.


Api amarah terlihat berkobar dikepalanya. Rasanya ingin sekali dia melampiaskan dendamnya saat ini.


"Aku ingin bertemu dengannya" ucapnya dengan mata berapi-api.


"Baik Tuan, kami akan mengatur pertemuan Anda dengannya" ucap seorang laki-laki muda lengkap dengan jas yang sangat rapi.


"Aku tidak sabar bertemu denganmu" ucapnya dengan senyuman menyeringai.


----


Namun Alya tidak berkutik sama sekali. Dia masih tetap tertidur diatas badan Rangga.


Rangga tersenyum melihat istri kecilnya yang terlelap layaknya anak kecil.


Melihat istrinya yang tidak membuka matanya sama sekali. Dia memilih memeluknya erat. Rasanya seperti mimpi bisa tidur berdua seperti ini. Apalagi jika membayangkan malam pertamanya tadi malam. Rasanya dia tidak ingin berjauhan dari istrinya.


"Terima kasih peri kecilku" ucap Rangga kemudian mempererat pelukannya.


"Hmmmm" Anya pun terbangun saat merasa ada pergerakan.


"Astagaaaa" ucap nya tiba-tiba. Anya pun langsung berniat bangun karena dia tersadar telah tertidur.

__ADS_1


Namun Rangga langsung menarik Anya kembali ke dalam pelukannya.


"Masss, sudah siang. Mas harus ke kantor. Jangan sampai kita ketiduran lagi" ucap Anya.


"Aku hari ini libur" ucap Rangga tanpa lupa memberikan senyuman terbaiknya.


"Ya ampun, serius mas?" Tanya Anya.


Rangga pun langsung mengangguk mantap.


"Kenapa tidak bilang dari tadi. Anya sudah siapkan semuanya buat mas" ucap Anya kesal.


Rangga menarik satu alisnya.


"Menyiapkan Apa?" Tanya Rangga.


"Itu" ucap Anya sambil menunjuk setelan baju kerja dengan sarapan di sampingnya.


Rangga melihat ke arah Anya menunjuk. Dia tersenyum.


"Sejak kapan istriku menyiapkan itu semua?" Tanya Rangga sambil mencubit pipi Istrinya gemas.


"Sejakkkkk tadi pagi Mas" ucap Anya kesal. Dia sudah bela-belain bangun pagi. Tapi ternyata sia-sia.


"Makasi sayang. Beruntung banget aku punya istri semanis dan serajin ini" ucap Rangga kemudian menghujani ciuman di pipi Istrinya.


"Mass belum mandi. Bauuu" ucap Anya.


"Biarkan saja" ucap Rangga kembali menghujani ciuman pada wajah Anya.

__ADS_1


Anya pun hanya bisa pasrah.


-Bersambunh-


__ADS_2