Dosen Tampan Itu Calon Suamiku

Dosen Tampan Itu Calon Suamiku
Serba Serbi Pernikahan


__ADS_3

Semua mata langsung tertuju pada Anya yang saat ini masuk ke lokasi ijab kabul. Tak terkecuali Rangga yang langsung mematung saat melihat pujaan hatinya berjalan ke arahnya.


"Cantik sekali" batin Rangga.


Anya tersenyum malu ke arah Rangga. Ini memang tidak seperti dirinya yang tomboy. Tapi dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi wanita yang baik untuk suaminya. Dan menurutnya wanita baik itu adalah yang anggun seperti bagaimana dia berjalan sekarang. Pelan dengan wajah tersenyum. Walaupun di hatinya saat ini sedang bergetar hebat.


Setelah itu, dia langsung duduk di samping Rangga.


"Kau sangat cantik" bisik Rangga.


"Baru tahu?" ucap Anya setengah terkekeh.


Antarez yang saat itu di belakang mereka hanya bisa menggeleng melihat tingkah adiknya.


"Baiklah, mari kita mulai ijab kabulnya" ucap Bapak penghulu. Alex sebagai wali Anya langsung mengulurkan tangannya.


Rangga langsung menjabat tangan calon mertuanya itu.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Rangga Wijaya dengan anak saya Anya Putri Alexandra dengan Mas kawin emas 100 gram dan uang 1 Miliar dibayar tunai" ucap Alex.


"Saya terima nikah dan kawinnya Anya Putri Alexandra dengan mas kawin tersebut tunai" ucap Rangga dengan lantangnya.


"Bagaimana para saksi?" Tanya pak Penghulu.


"Sah" ucap semuanya serentak.


"Alhamdulillah" ucap mereka kemudian detik itu juga Anya sah menjadi istri dari Rangga Wijaya seorang dosen dan pengusaha ternama.


Semua tampak berbahagia, tak terkecuali seorang wanita paruh baya yang juga ikut tersenyum dari kejauhan.

__ADS_1


Dia adalah Rose. Ibu kandung dari Rangga yang pergi berpuluh-puluh tahun lalu. Seorang ibu yang sangat Rangga benci hingga membuatnya tidak percaya pada wanita manapun, namun berubah setelah dia bertemu Anya.


"Selamat Nak" ucap Rose sambil menghapus air matanya.


"Selamat kak" batin Gladis yang saat ini tengah duduk di jajaran tamu.


Rose bisa melihat pernikahan anaknya berkat Gladis yang saat ini tengah video call dengannya. Pengawal Rangga dan Aprilio tidak mengizinkannya masuk, sehingga dia bisa hanya melihat anaknya dari layar Hp di depannya.


Sedangkan Gladis diketahui adalah teman kelas Anya. Tidak ada yang tahu jika dia adalah adik tiri dari Rangga.


Anya yang saat ini tengah duduk di samping Rangga pun langsung mencium tangan Rangga. Sedangkan Rangga mencium kening Anya kemudian berlanjut ke bibir Anya hingga membuat semua tamu histeris.


Anya yang mendapatkan serangan tiba-tiba tersebut hanya membelalakkan matanya kaget. Rasanya di ingin sekali mendorong Rangga. Namun dia sadar jika sekarang statusnya adalah istri Rangga. Jadi dia tidak boleh berlaku buruk pada suaminya.


"haha rupanya pengantin pria tidak sabar" ucap penghulu di depannya. Semua sontak langsung bertepuk tangan.


"I Love You" ucap Rangga setelah mengakhiri ciumannya.


"Nggak dijawab ini?" Tanya Rangga yang terlihat mulai cemberut.


"Ihh Mas. Malu tahu" ucap Anya dengan wajah kesal.


"Kau sungguh menggemaskan. Aku jadi tidak sabar untuk nanti malam" bisik Rangga.


Hal itu sontak membuat wajah Anya semakin memerah. Dia langsung menutup wajahnya dengan tangannya.


"I love you" bisik Rangga lagi


"I love you too mas, Astag" ucap Anya kemudian melihat suaminya kesal. Sepertinya dia harus ekstra bersabar dengan tingkah jail suaminya mulai sekarang.

__ADS_1


Setelah itu, beberapa tamu undangan mulai diarahkan untuk mencicipi hidangan yang ada. Sedangkan Anya dan Rangga terlihat pergi ke ruang rias untuk berganti pakaian resepsi.


"Hahhh, Harus ya Ma aku menggunakan High heels itu?" Ucap Anya.


Dia memang tidak biasa memakai heels. Tadi saja dia begitu kesusahan. Untungnya mereka hanya duduk.


"Iya sayang. Kamu mau terlihat seperti bocah SMP nanti? Biar bagus di foto nanti sayang" ucap Nadin mencoba membujuk anaknya.


"Tapi Ma, kalau nanti Anya terjatuh bagaimana? Kan lebih malu. Atau nggak turunin dikit. Itu tinggi banget Ma. Udah kayak main engrang" ucap Anya kesal.


MUA yang ada di samping mereka hanya tersenyum melihat percakapan keduanya. Hingga tiba-tiba datang Rangga.


"Kenapa Ma? Aku dengar dari kamar sebelah ada yang sebut-sebut engrang" ucap Rangga.


"Ini Mas. Masak Mama suruh aku pakai itu. Mana bisa aku jalan dengan heels setinggi itu, yang 5 cm aja aku hampir jatuh, apalagi itu" ucap Anya sambil bergelayut manja pada Rangga yang sudah sah menjadi suaminya.


Nadin yang melihat itu hanya menggeleng. Bagaimana bisa anaknya malah mengadu seperti itu.


Rangga terlihat bingung. Bagaimana tidak, dia tidak mungkin melawan mertuanya.


"Ya sudah-sudah. Kamu mau pakai Yang mana?" Tanya Nadin mengalah pada anaknya.


Mendengar hal itu Anya langsung tersenyum gembira.


"Yang itu saja" ucap Anya sambil menunjuk sendal dengan hak 3 cm.


"Oke" ucap Nadin kemudian.


Anya langsung bersorak gembira dan memeluk mamanya.

__ADS_1


"Anya sayang Mama" ucap Anya sambil memeluk dan mencium mamanya. Sesaat dia langsung melupakan suaminya yang masih berdiri heran dengan istrinya.


-Bersambung-


__ADS_2