Dosen Tampan Itu Calon Suamiku

Dosen Tampan Itu Calon Suamiku
Grogi


__ADS_3

"Brukkkkkkkkkk planggggg" suara barang berhamburan dan pecah menyelimuti kamar ukuran 5x5 meter itu.


"Bagaimana bisa dia menikah tanpa mengundangku" ucap wanita paruh baya dengan tongkat di tangannya.


"Anak durhaka, tidak tahu malu. akik-akik tua Bangka" teriaknya sambil terus membuang semua barang yang ada di depannya.


"Mommm. Ada apa?" Teriak Gladis.


"Lihat, kakak tirimu akan menikah, tapi dia tidak mengundang mami sama sekali" ucap Rose dengan salah satu bibir terangkat.


"Mama, memecahkan ini semuanya hanya karena ini?" Tanya Gladis heran.


"Mama kesal sekali. kenapa dia tidak mengundang mama, padahal mama ibu kandungnya, dia benar-benar tidak menghargai mama" ucap Rose sedih.


"Ma, bukannya mama yang meninggalkan kak Rangga dulu?" ucap Gladis sedikit menahan kekesalannya.


Rose melihat pada Gladis. Dia mulai teringat kejadian 17 tahun yang lalu. Saat dimana dia meninggalkan anak laki-laki dan suaminya karena selingkuhannya.


"Ta....piiiii" Rose tidak mampu berkata-kata. Sekarang dia malah menangis.


Gladis meninggalkan mamanya.


"Aku harap kakak bahagia. Walaupun kakak tidak pernah tahu keberadaan ku. Tapi aku selalu berdoa kebahagiaanmu" ucap Gladis kemudia menutup pintu kamar mamanya. Membiarkan mamanya sendiri.


***


Hari ini adalah hari pernikahan Rangga dan Anya. Semua orang tanpa sibuk menyiapkan semuanya. Begitu juga dengan penghias pengantin yang saat ini sedang mendandani kedua mempelai. Mereka di dandani di tempat terpisah.

__ADS_1


Acara pernikahan berlangsung di sebuah hotel bintang 5. Semua dekorasi sudah terpasang dengan baik. Semua makanan pun sudah siap.


Para tamu undangan pun terlihat sudah mulai berdatangan. Tinggal menunggu kedua pengantin yang masih didandani.


"Ma, aku nggak mau pakai lipstik Semerah itu. Kayak tante-tante" ucap Anya saat melihat sebuah lipstik di pegang oleh MUA di depannya. Sedari tadi Anya selalu komplain dengan apapun yang dilakukan oleh MUA.


Bahkan untuk memakaikan bulu mata saja mereka harus membujuk Anya dengan berbagai cara.


"Lalu kau mau menggunakan apa? Mau seperti ini? Pucat pasi? Kayak orang sakit?" ucap Nadin kesal pada anaknya.


"Hmmm, ya udah deh iya" ucap Anya pasrah.


MUA itu pun mengoleskan lipstik pada bibir Anya.


"Sudah. pengantin kita sangat cantik" ucap MUA tersebut.


"Wow, ini aku?" Ucap Anya saat melihat pantulan dirinya di cermin.


"Iya sayang. Kamu sangat cantik. Mirip mama saat masih muda dulu" ucap Nadin.


Anya hanya tersenyum. Baru pertama kalinya dia melihat wajahnya yang full make up seperti ini. Dia yang biasanya bareface dan hanya menggunakan lipstik seadanya benar-benar terlihat beda sekarang.


"Tapi Ma, kenapa ini berat sekali sih" ucap Anya pada gaunnya yang terlihat menjuntai panjang.


"Ya memang begitu sayang" ucap Nadin sambil memperbaiki gaun anaknya.


"Wah wah wah. Adik gua cantik betul" ucap Antarez yang datang entah dari mana.

__ADS_1


"Emang cantik dari dulu" ucap Anya dengan senyum merekah.


"Iya aja deh. Oya Ma, disuruh turun. Penghulunya sudah datang. Kak Rangga juga sudah di bawah sejak tadi" ucap Antarez.


Mendengar hal itu, senyum Anya langsung menghilang. Digantikan dengan wajah tegang.


"Oya. Kamu duluan saja. Nanti mama menyusul dengan Anya" ucap Nadin. Antarez pun menurut.


Anya hanya terdiam sambil memegang jantungnya.


"Ayo sayang kita turun. Sudah Ditungguin" ucap Nadin. Nadin bisa melihat ketegangan di wajah Anya.


"Nggak apa-apa sayang. Kamu tinggal duduk saja. Kan yang baca ijab kabul nanti Rangga. Hehe" ucap Nadin.


"Iya sih Ma. Tapi tetep saja. Anya kok jadi grogi gini ya Ma" ucap Anya sambil berusaha mengipaskan tangannya menghilangkan nervous pada dirinya.


"Itu wajar sayang. Mama juga dulu begitu. Sekarang coba tarik nafas lalu hembuskan" ucap Nadin.


Anya pun mengikuti instruksi dari mamanya. Beberapa kali dia menarik nafas lalu mengeluarkannya.


"Bagaimana? udah agak tenang?" Tanya Nadin. Anya Pun mengangguk.


Disisi lain, Rangga terlihat santai saja. Dia sepertinya tidak grogi sama sekali. Num tidak henti-hentinya dia melihat ke arah pintu masuk.


Hingga MC berucap "Pengantin wanita sudah tiba". Hal itu membuat semua mata langsung tertuju pada pintu masuk.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2