Dosen Tampan Itu Calon Suamiku

Dosen Tampan Itu Calon Suamiku
Siapa yang Kembali?


__ADS_3

"Cup" sebuah ciuman singkat mendarat di dahi Anya yang saat ini tengah terlelap.


Setelah pergelutan panjang mereka tadi malam, membuat Anya sekarang lemas tidak berdaya.


"Cup" satu kecupan lagi mendarat di dahi Anya. Rasanya Rangga begitu bahagia sekarang. Akhirnya dia memiliki Anya sepenuhnya.


"I love you honey" bisik Rangga kemudian kembali memeluk istrinya erat.


"Hmmm" hanya itu yang diucapkan Anya kemudian menenggelamkan wajahnya di dada bidang Rangga.


"i love you. i love you sayang" ucap Rangga kembali.


"I love you more honey" ucap Anya yang saat ini dipelukan Rangga dengan mata masih tertutup.


Mereka pun tidur kembali.


Disisi lain, Rose saat ini tengah berjalan masuk ke rumah Aprilio. Rumah yang dulu pernah dia tempati bersama dengan suami dan anak satu2nya.


"Maaf nyonya mau kemana?" Tanya penjaga di depan.


"Aku ingin bertemu dengan tuan besar disini" ucap Rose.


"Anda sudah membuat janji?" Tanya satpam itu penuh intimidasi.


"Katakan saja. Aku ibu Rangga ingin bertemu" ucap Rose.


Satpam itu pun langsung menelpon atasannya dan menjelaskan semuanya.


"Maaf nyonya, tuan tidak ingin bertemu" ucap satpam tersebut.


"Tolong sambungkan telpon aku dengannya" ucap Rose.


"Maaf tidak bisa Nyonya. Anda diminta pergi dari sini" ucapnya kembali.


"Katakan, ini sangat penting" ucap Rose.


"Tapi Nyonya" ucap satpam tersebut tampak ragu. Namun Rose terus memohon hingga mau tidak mau dia menelpon tuannya lagi.


"Berikan padaku" ucap Rose kemudian mengambil telpon tersebut.


"Dia kembali" ucap Rose dengan wajah yang terlihat begitu khawatir.

__ADS_1


Aprilio terdiam sesaat. Terdengar jelas jika dia sedang berusaha menahan emosinya di balik telpon.


"Siapa yang kembali?" Tanya Aprilio akhirnya.


"Roy" ucap Rose kemudian.


"Aku tahu. Itu bukan urusanmu. Aku harap kamu tidak pernah menginjakkan kakimu di rumahku lagi" ucap Aprilio kemudian mematikan sambungan telpon.


"Hmmmm, Itu menjadi urusanku ketika menyangkut anakku" ucap Rose kemudian berlalu meninggalkan rumah tersebut.


Dia pergi dengan perasaan emosi. Namun dia sadar, bahwa apa yang dilakukan dulu, menelantarkan anaknya juga adalah sebuah kesalahan. Jadi tidak heran jika mereka membencinya sekarang.


"Namun apa salah jika aku ingin memperbaikinya. Aku sangat menyesalinya" batin Rose sambil menghapus air matanya yang menetes tiba-tiba.


#Flashback On


"Kamu mau kemana Rose?" Tanya Wijaya yang terlihat menahan istrinya untuk pergi.


"Aku harus pergi Mas, aku benar-benar tidak sanggup disini lagi. Aku ingin hidup bebas" ucap Rose sambil menenteng kopernya.


"Tapi bagaimana dengan anak kita. Bukannya kita sudah berjanji untuk merawatnya bersama" ucap Wijaya.


"Aku titip dia sama kamu Mas" ucap Rose dengan berat hati.


Rose tidak menengok sama sekali. Dia terus menyeret kopernya meninggalkan rumah Wijaya tanpa sepatah katapun.


"Maafkan mama sayang" ucap Rose sambil mengusap air matanya dan masuk ke dalam sebuah taksi.


"Ma... maaaaaaaaaa" suara teriakan laki-laki tersebut masih terdengar.


"Maaf sayang, hikksss" Rose mulai meneteskan air matanya.


"Drrrttttt drrttttt" Hpnya berbunyi. terlihat nama orang yang sangat dia kenal dilayar hpnya.


"Bagus, datanglah ke alamat yang aku kirim" ucap seseorang kemudian mematikan telponnya.


setelah membaca pesan tersebut, Rose langsung teriak sejadi-jadinya.


"Haaaaaaa, akan aku bunuh kau" ucap Rose yang membuat supir taksi tersebut langsung melihat ke arahnya dengan wajah ketakutan.


#Flashback off

__ADS_1


Di sisi lain, Anya saat ini sudah bangun sempurna. Dia hendak berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Namun baru saja satu langkah, rasa sakit di bagian bawah selangkangannya membuatnya terduduk kembali.


"Awww" ucapnya kemudian duduk kembali.


"Heh, ada apa?" Ucap Rangga yang langsung terbangun melihat kondisi istrinya.


"Ishhh, gara-gara mas Rangga ini" ucap Anya sambil mendorong suaminya.


"Kenapa sayang? Salah mas apa?" Tanya Rangga bingung.


"Lihat ni, Anya nggak bisa jalan sekarang. Sakit banget dibagian sini" ucap Anya sambil menunjuk ke arah bawah yang saat ini tertutup oleh selimut miliknya.


"Ma-maaf Sayang. Mas gendong ya" ucap Rangga yang membuat Anya langsung mengangguk.


Rangga pun menggendong istrinya dengan gagahnya menuju ke kamar mandi. Kemudian membaringkan istrinya di bathtub.


"Apa mau Mas mandiin juga?" Tanya Rangga dengan senyum mencurigakan.


Anya langsung menggeleng dengan cepat.


"Nggak dulu ya mas. Nanti mas aneh-aneh lagi. Masih sakit soalnya. Aku mandi sendiri aja" ucap Anya.


Rangga pun mengangguk kemudian mengacak rambut istrinya dan menciumnya dengan lembut.


"Kalau butuh apa-apa nanti bilang ya sayang. Mas mandi di kamar sebelah dulu kalau gitu" ucap Rangga.


Namun entah mengapa tiba-tiba perasaan bersalah menyelimuti Anya. Apalagi melihat Rangga yang malah tersenyum mendengar penolakannya.


"Mass" ucap Anya yang membuat Rangga langsung berhenti saat hendak keluar dari kamar mandi.


"Iyaa sayangg" ucap Rangga.


"Mandi disini saja" ucap Anya sambil menundukkan wajahnya malu.


Rangga tersenyum.


"Tapi nanti aku tidak bisa menahannya, tidak apa?" Tanya Rangga kemudian.


"Nggak apa mas. Kan sudah jadi suami istri" ucap Anya yang membuat senyum Rangga mengembang seketika.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2