
"Hallo Rez, hiks adekmu Rez, hiks" ucap Nadin dengan air mata yang terus mengalir.
"Iya Ma, mama kenapa? Anya kenapa Ma?" Tanya Antarez yang terlihat begitu khawatir.
Nadin pun langsung menceritakan semuanya. Mulai dari percakapan setelah Antarez pergi hingga saat Nadin tidak menemukan Anya di kamarnya.
Antarez menghela nafasnya berat. Sudah sering sekali papanya memaksakan kehendaknya pada anak-anak nya. Namun ini pertama kalinya Anya keluar dari rumah setelah sekian lama.
"Mungkin Anya capek Ma. Dia ingin sendiri. Biarkan saja dulu" ucap Antarez kemudian.
"Heh, apa yang kamu katakan. adik mu hilang, masak mama harus biarkan saja" ucap Nadin kesal pada anaknya.
"Ya udah ma. Nanti Antarez bantu nyari ya. Mama sekarang tenang saja. Anya pasti bisa jaga diri kok. Orang preman aja sampai babak belur sama dia" ucap Antares mencoba menghibur Nadin.
"Tapi dia perempuan sayang. Pokoknya kamu harus membawa adikmu balik secepatnya dengan selamat ya" ucap Nadin.
Antarez hanya mengiyakan kemudian panggilan pun tertutup.
Baru saja Antarez ingin melangkahkan kakinya menuju ke parkiran. Seseorang langsung menepuk pundaknya.
__ADS_1
"eh bapak" ucap Antarez.
"Kamu mau kemana?" Tanya Rangga.
Antarez terdiam sebentar, dia tampak ragu. Namun akhirnya dia menceritakan semua yang terjadi.
"Anya kabur karena aku?" Tanya Rangga yang terlihat merasa bersalah.
"Tidak pak. Ini bukan salah bapak sepenuhnya. Tapi saya tidak mau membicarakan ini dulu. Saya harus mencari Anya" ucap Antares.
"Saya ikut" ucap Rangga.
"Bukannya bapak harus ngajar hari ini?" Tanya Antarez lagi. Karena Rangga memang ada jadwal mengajar di kelas Anya.
Antarez pun mengiyakan kemudian meninggalkan Rangga yang terdiam mematung menatap kepergian Antarez.
Dia pun mengambil Hpnya. Dan mulai menelpon seseorang.
Disisi lain, Anya saat ini tengah duduk di sebuah pondok kecil di pinggir jalan. Dia menatap ke arah anak-anak yang tengah duduk menghitung hasil ngamennya.
__ADS_1
"Kalian dapat berapa ini?" Tanya Anya pada anak-anak itu.
"Cukup lah kak buat bertahan hidup hari ini" ucapnya lagi.
"Alhamdulillah kalau begitu. Oya, kakak nggak bisa lama-lama disini. Kayaknya kakak bakal kangen banget nih sama kalian" ucap Anya lagi.
"Lah kakak mau kemana?" Tanya seorang anak yang kemudian mendekati Anya.
"Kakak mau ke pergi bentar. tapi nanti kakak pasti balik lagi kok" ucap Anya sambil mengusap kepala anak itu.
Anya pun langsung berpamitan pada yang lainnya. Termasuk pada beberapa preman disana.
Dia menuju ke statisiun bus. Dia sengaja menggunakan jalur darat, agar papa nya tidak bisa melacak keberadaanya. Walaupun mungkin dia akan melewati jalan yang panjang setelah ini.
Dia pun memesan tiket dengan nama yang berbeda. Dia menggunakan identitas dari salah satu dari istri preman kenalannya agar kepergian nya benar tidak bisa dilacak.
Dan tentu saja, semuanya bisa dilakukannya karena saat ini dia pun sedang duduk di bus menunggu keberangkatan.
"Maafin Anya Ma. Anya pergi bentar untuk menenangkan diri. Anya tidak mau perjodohan ini terjadi. Anya masih ingin menikmati masa muda Anya" ucap Anya sambil menatap ke arah jalanan di sampingnya.
__ADS_1
Entah kenapa rasanya begitu berat untuk pergi. Tapi dia juga tidak punya pilihan lain. Dia hanya ingin menikah diusia yang tepat dan dengan orang yang tepat tentunya.
-Bersambung-