
Saat ini, Anya sudah duduk di bangku kesayangannya, dia duduk di bangku paling belakang dan tentunya berdekatan dengan Dinda.
Beberapa lama setelah Anya duduk, pak Rangga terlihat masuk bersama dengan Sonya di sampinya.
"Anya, itu siapa?" tanya Dinda.
"Entahlah" ucap Anya malas.
Sonya terlihat masuk dengan senyum di wajahnya. berbeda dengan Rangga yang terlihat memasang wajah datar.
"Itu muka pak Rangga di tekuk Mulu dah, padahal disampingnya ada cewek cantik" ucap Dinda kembali.
"Siapa yang cantik? orang biasa saja" ucap Anya yang entah kenapa merasa sedikit kesal.
"Gini nih, orang sirik" ucap Dinda sambil terkekeh.
Anya memilih mengabaikannya. Matanya langsung tertuju pada Rangga yang saat ini tengah menatap juga.
Sonya menyadari jika Rangga saat ini tengah menatap Anya. Jadi dia langsung menyadarkannya.
"Kau tidak memperkenalkanku dengan murid-murid mu disini?" Tanya Sonya.
Rangga langsung menyadari kebodohannya. Dia langsung memutuskan pandangan nya dari Anya. Entah kenapa ada perasaan sedih di hati Anya seketika.
"Pagi semuanya, perkenalkan ini Sonya Wijayanto. Dia dosen baru disini. Nah untuk hari ini dan beberapa hari ke depan, dia akan menggantikan saya disini dikarena kan saya ada tugas di luar. Saya harap kalian bisa memperlakukan ibu Sonya dengan baik, terutama Anya" ucap Rangga yang kemudian pandangannya beralih lagi pada Anya.
Seisi ruang kelaspun juga ikut menatap ke arah nya.
"Lah, kok saya pak? saya salah apa pak?" Tanya Anya.
__ADS_1
Namun Rangga memilih mengabaikannya.
"Baiklah semuanya. Saya tinggal ya. Selamat belajar" ucap Rangga kemudian berlalu begitu saja.
"Lah lah, gue dikacangin" ucap Anya yang membuat seisi kelas langsung tertawa.
"Udah diam semuanya. Sekarang kelas saya ambil alih, jadi saya harap kelas ini tenang" ucap Sonya.
"Jangan kaku-kaku amat dong buk" ucap Gladis yang membuat beberapa laki-laki di kelas itu juga mengiyakan.
"Kamu mau mengatur saya?" ucap Sonya sambil berjalan ke arah Gladis.
Gladis langsung terdiam dan memilih menunduk.
"Ini Dosen galak amat dah. Kalah-kalah Pak Rangga" batin Anya. Pandangannya langsung terarah pada pintu keluar dimana Rangga tadi menghilang disana. Entah kenapa dia merindukan Rangga sekarang.
Hari demi hari berlalu, Rangga tidak pernah kelihatan lagi. Kelasnya benar-benar digantikan oleh Sonya.
Anya terlihat mulai gelisah. Entah kenapa dia merindukan Rangga sekarang. Dia sangat ingin menghubunginya. Namun gengsinya mengalahkan segalanya.
"Buk Sonya" panggil Anya saat melihat Sonya berjalan di depannya.
Sonya langsung saja berhenti.
"Ada apa?" Tanya Sonya.
"Saya ingin bertanya boleh?" Tanya Anya.
"Silahkan saja" ucap Sonya kemudian.
__ADS_1
Anya terlihat ragu, namun rasa penasaran nya mengalahkan segalanya.
"Pak Rangga belum pulang juga ya Buk?" Tanya Anya.
Sonya terlihat sedikit syok dengan pertanyaan Anya barusan. Namun dia berusaha untuk sedikit lebih tenang.
"Kalau kamu penasaran kenapa tidak tanya sendiri" ucap Sonya.
"Bukannya ibu pacarnya pak Rangga. Seharusnya ibu lebih tahu" ucap Anya kemudian. Entah kenapa hatinya terasa sakit saat mengatakan itu.
"Haha. Siapa yang memberitahumu?" Tanya Sonya.
"Saya menyimpulkan sendiri buk" ucap Anya.
"Dasar bocah kecil" ucap Sonya kemudian hendak pergi namun Anya kembali menghadangnya.
"Apa lagi?" Tanya Sonya.
"Ibu belum jawab" ucap Anya.
"Kenapa kamu penasaran sekali. Aku curiga... " belum Sonya menyelesaikan ucapannya. Anya langsung memotongnya.
"Hmm, lupakan saja buk. Terima kasih atas jawabannya" ucap Anya kemudian pergi begitu saja.
Sonya terlihat mengeryitkan dahinya. Dia terlihat bingung dengan sikap Anya barusan. Namun tiba-tiba senyum tercetak di wajahnya.
Entah apa yang sedang direncanakannya.
-Bersambung-
__ADS_1