
Semua kegiatan sudah selesai. Saat ini Rangga tengah tidur di kasurnya sambil memainkan Hp nya, menunggu istrinya yang sedang di kamar mandi.
"Dia sungguh lama" ucap Rangga kemudian berdiri dari tidurnya.
Dia berjalan ke arah pintu kamar mandi kemudian perlahan mengetuk pintunya.
"Sayangggg, apa kau masih lama?" tanya Rangga.
"Bentar mas" ucap Anya dari dalam.
Rangga pun menunggu di depan pintu. Tapi dari dalam, dia tidak mendengar suara air sedikitpun. Dia sedikit khawatir pada istrinya.
"Sayang, kau baik-baik saja kan?" Tanya Rangga lagi.
Tidak ada sautan sama sekali. Hening terdengar.
"Tok tok" Rangga kembali mengetuk pintu.
"Sayang, are you oke?" Tanya Rangga kembali. yang terlihat mulai khawatir.
"krekkk" pintu pun terbuka. Terlihat Anya yang masih mengenakan baju pengantinnya dengan hiasan yang sama.
"Mas, tolong bantu aku buka ini" ucap Anya dengan wajah sedih.
"Kamu dari tadi belum mandi yang?" Tanya Rangga penasaran.
Anya mengangguk.
"Aku tidak bisa membuka ini. aku sudah mencoba segala cara" ucap Anya sambil menunduk.
__ADS_1
"Astaga, kenapa kau tidak bilang dari tadi" ucap Rangga.
"Malu mas" ucap Anya.
Rangga tersenyum gemas melihat tingkah Anya. Dia pun mendekat kemudian masuk ke kamar mandi, menutup pintu kamar mandi segera.
"Mas, mas mau ngapain?" Tanya Anya kaget.
"Tentu saja membantumu membuka itu" ucap Rangga dengan senyum penuh arti.
Anya menurut saja.
Rangga pun mulai membukakan secara perlahan resleting gaun pengantin itu dari belakang. Sangat panjang hingga sampai ke pinggang Anya.
"Pantas kamu tidak bisa membukanya" ucap Rangga. Dia melihat punggung Anya tanpa berkedip. Mulus dan sangat putih.
Hal itu tentu saja membuat bagian dari dirinya mulai bangun. Dia menelan ludahnya dengan cukup sulit.
"Hmmm" ucap Rangga kemudian mulai berusaha membuka baju Anya perlahan.
"Mass" ucap Anya mencoba menahan tangan Rangga yang baru saja sah menjadi suaminya.
"Hmmm" hanya itu saja balasan dari Rangga. Dia pun mendekati tubuh Anya dan mulai mencium leher Anya yang terlihat begitu mulus.
"Hmmmm mass, geliii" ucap Anya sambil menggeliatkan tubuhnya seiring dengan pergerakan Rangga di lehernya.
Rangga mencium tubuh istrinya semakin kuat. Tangannya terarah untuk membuka baju pengantin tersebut dari arah depan. Tidak ada perlawan sedikit pun dari Anya. Tangannya yang menahan baju di dadanya pun sudah beralih meremas wastafel botol sampo di depannya.
"Hmmmm, maassss" ucap Anya seiring dengan tangan Rangga yang saat ini sudah berhasil menelanjangi tubuh mulus istrinya.
__ADS_1
Dia membalikkan tubuh Anya hingga menghadapnya.
Mereka memandang satu sama lain. Terlihat jelas mata sayu diantara keduanya.
Rangga mendekat, kemudian menyatukan bibir mereka. Tidak ada perlawanan dari Anya, bahkan dia menikmati setiap gerakan bibir Rangga di bibirnya. ******* dan menggigit sesekali.
"Hmmm" racau Anya saat tangan Rangga bergerak ke arah dua bukit kembar Anya.
"Hmmmm, nghhhh mmmaasss" hanya itu yang bisa Anya ucapkan seiring dengan pergerakan tangan Rangga yang sudah dimana-mana.
Hingga Rangga tersadar.
Rangga menggendong tubuh Anya dan membawanya keluar dari kamar mandi tersebut.
Dengan cepat dia meletakkan tubuh Anya di kasur dan diapun mulai membuka seluruh bajunya. Kemudian menindih tubuh Anya dengan cepat.
Mencium bibir istrinya dengan buasnya. Bibir yang sangat dia idam-idamkan dari dulu. Bergerak ke bawah dan terus kebawah. Anya hanya bisa mengerang tidak karuan.
"Hmmmm, masssss. Aku ingin pipis" ucap Anya kemudian.
"Keluarkan saja sayangggg" ucap Rangga lembut kemudian naik kembali dan mencium bibir Anya kembali.
Setelah itu, dia memasukkan miliknya ke tubuh Anya.
"Kalau sakit nanti bilang ya sayang" ucap Rangga dengan wajah yang tidak karuan.
Anya hanya mengangguk malu.
Mereka pun mulai melakukan hubungan suami istri seperti yang seharusnya.
__ADS_1
-Bersambung-