Dosen Tampan Itu Calon Suamiku

Dosen Tampan Itu Calon Suamiku
Apa?


__ADS_3

Setelah merasa cukup tenang, Alya pun memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut.


Dia tidak berhenti menyalahkan dirinya karena terjatuh tadi. Mungkin kalau dia tidak terjatuh, dia tidak akan pernah berakhir seperti tadi.


"Kenapa dia senang sekali menciumiku" ucap Anya dengan wajah cemberut, karena merasa telah dicurangi.


"Seharusnya dia bilang dulu. Dia sudah mengambil ciuman pertamaku, dan sekarang dia terus menciumku tanpa basa basi" ucap Anya kesal.


"siapa yang mencium siapa?" Tanya seseorang yang entah dari mana membuat Anya langsung terhenti dari langkahnya.


"Astaga kek, ngagetin saja" ucap Anya sambil memegang dadanya.


"Siapa yang mencium siapa?" Tanya Kakek Aprilio dengan wajah penuh tanda tanya.


"Eh-eh ituu" ucap Anya yang terlihat bingung harus menjawab apa.


Kakek Aprilio semakin curiga dengan perubahan sikap Anya.


"Sayang, ayoo" ucap Rangga yang muncul dari balik pintu.


Hal itu tentu saja membuat Anya semakin kelabakan.


"Astaga, dia ini bener2" batin Anya.


Kakek Aprilio langsung melihat Cucunya tersebut dengan tatapan Sinis.

__ADS_1


"Sini Rangga" ucap Kakek Aprilio.


Dan tentu saja, Rangga dengan senang hati langsung mendekati kakeknya.


"Iya kek?" Tanyanya yang sudah berdiri di samping Anya sekarang.


"Kalian harus segera menikah, Kakek nggak mau tahu, bila perlu besok" ucap Kakek Aprilio.


"Ide bagus kek. Aku bisa meminta mereka bekerja lebih cepat" ucap Rangga yang terlihat sumringan. Berbeda halnya dengan Anya yang memasang wajah syok sekarang.


"A-apa? besok kek?" Tanya Anya.


"Iya, aku tahu apa yang sudah dilakukan Rangga padamu. Aku tidak ingin kalian melakukan yang tidak-tidak sebelum menikah" ucap Kakek Aprilio.


Rangga yang mendengar itu langsung sumringan. Ternyata ada manfaatnya juga tadi dia khilaf mencium Anya.


Tubuh Anya langsung meremang seketika. Dia pun memilih untuk diam. dia membenarkan apa yang kakek Aprilio katakan. Dia juga sebenarnya takut jika nanti malah tidak bisa menahan diri. walaupun Rangga yang mencium nya tadi, tapi dia benar-benar menikmatinya.


"Ya sudah, sekarang Anya biar kakek yang antar" ucap Kakek Aprilio kembali.


"Hah? nggak bisa kek. Anya kesini sama aku, jadi harus aku yang antar" ucap Rangga yang terlihat benar-benar tidak terima.


"Nggak bisa, Kakek tidak percaya padamu. Kau siapkan saja untuk acara pernikahanmu besok. Sekarang kakek bicarakan ini dengan kedua orang Anya" ucap Kakek Aprilio dengan tegas yangg artinya tidak bisa terbantahkan.


"Ya sudah kek" ucap Rangga.

__ADS_1


Benar saja, Kakek Aprilio langsung pergi begitu saja dan Anya hanya mengikuti, meninggalkan Rangga sendiri.


"Sabar Rangga, besok kamu akan menikah dan pasti akan bersama Anya terus" batin Rangga. Benar-benar bucin sekali.


Di mobil. Anya hanya diam saja.


"Apa aku siap menjadi seorang istri? kenapa ini cepat sekali. aku memang mencintai mas Rangga. Tapi apa ini tidak terlalu cepat" ucap Anya yang memang seperti calon pengantin pada umumnya. Ragu saat menjelang hari H.


Melihat Anya yang terlihat murung. Kakek Aprilio langsung menegurnya.


"Anya? Apa yang kamu pikirkan?" tanya Kakek Aprilio.


"Tidak ada kek. Aku hanya tidak menyangka jika akan menikah secepat ini" ucap Anya.


"Maafkan kakek Ya. Ini demi kebaikan kamu juga. Kakek nggak mau cuci kakek satu-satunya itu melakukan hal yang tidak seharusnya sebelum kalian menikah. Karena Kami dari dulu sangat menjunjung tinggi kehormatan seorang wanita" ucap Kakek Aprilio.


Anya pun mengangguk.


"Iya Kek. Anya tidak apa-apa menikah cepat. Tapi apa ini tidak terlalu cepat. Anya belum ada undangan untuk teman-teman Anya juga" ucap nya lagi.


"Untuk itu, kamu tidak perlu memikirkannya, biar Rangga yang mengurusnya" ucap Kakek Aprilio kemudian.


Anya pun mengangguk pasrah.


"Besok-besok harus dijaga mulutmu ya Nya. Gara-gara keceplosan tadi, endingnya aku menikah besok" ucap Anya kemudian memandang ke arah jalanan di sampingnya.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2