Dua Mata Satu Kacamata

Dua Mata Satu Kacamata
Kopi Tanpa Gula


__ADS_3

Melewati sebagian malam dengan orang yang selalu membuat hati merasa bahagia dan menjadikanku selalu bisa menjadi diri sendiri tanpa harus mikir apapun yang tak seharusnya ada di pikiran, perempuan yang selalu bisa membuatku tersenyum sendiri walau kami di pisahkan oleh ruang dan waktu yang berbeda beberapa kilometer dan beberapa detik adalah definisi hidup ini mulai mendekati kata sempurna, hanya sebuah kata bukan berarti nyata.


Semalam tadi setelah aku dan Nayla di paksa berpisah sementara karena tak mungkin bisa hidup bersama tanpa adanya ikatan yang tercatat di KUA dan di akui oleh Negara, aku merasa hidup ini terasa seperti kopi tanpa gula.


Pagi ini kembali seperti sedia kala, sama saat pertama kali aku merasa bahagia dan di bahagiakan oleh senyuman yang indah namun di percikan oleh orang yang salah, aku tak pernah tahu apakah saat ini akan menjadi hal yang nyata atau hanya angan-angan dalam benaku saja.


Aku menghampiri Mpok Romlah untuk sekedar mengisi ke kosongan dalam perut, kali ini kucoba untuk makan di tempat, rasa nya sama saja, sama-sama enak, ini nasi uduk favoritku dalam beberap bulan terakhir, ada banyak penjual nasi uduk di pagi hari namun entah mengapa aku selalu kembali ke tempat ini.


Seusai mengisi perut tak lupa aku juga membungkus untuk teman-teman terdekatku, kali ini aku pesan tiga lagi, karena pagi ini aku ingin menghampiri Iskandar, untuk sekedar menanyakan kabar.


Sampai di kostan aku langsung ke lantai dua dengan membawa nasi uduk yang telah kubeli, aku ke kamar Iskandar terlebih dahulu,


“Tookk...tokkk..tokkk” suara pintu,


“Siapa?” tanya Iskandar dari dalam kamarnya,


“Bara Is” jawabku depan pintu kamar Iskandar,


“Ada apa Bar?” ucap Iskandar sambil membuka pintu kamarnya,


“Apa kabar Is?” tanyaku,


“Baik Bar, lo apa kabar? ada apa kok tumben kesini pagi-pagi” ucap Iskandar,


“Gw Cuma mau kasih ini Is, tadi gw sekalian beliin buat lo” kataku sambil memberikan nasi uduk dalam kantong plastik,


“Apaan nih Bar, makasih ya” ucap Iskandar,


“Nasi uduk buat lo sarapan Is” kataku,


“Baik banget lo Bar, mau masuk?” ucap Iskandar,


“Gausah Is, gw mau ke kamar temen gw” kataku,


“Yaudah deh kalau gitu” ucap Iskandar,


Usai mengantar sarapan dari kamar Iskandar,


Aku ke kamar Niken.


“Tokkkk...tokkk...tokkk...” suara pintu,


Niken membuka pintu kamarnya,


“Masuk Bar” ucap Niken,


“Tumben lo gerak cepat Ken” kataku,


“Gw dah tahu kalau pagi-pagi pasti lo yang kesini” ucap Niken,


“Jomblo ya lo, jadi yang nyamperin lo gw doang” kataku,


“Gak apa-apa jomblo yang penting banyak yang naksir” ucap Niken,


“Ah bacot lo Ken, nih sarapan buat lo” kataku,


“Sirik aja lo Bar, by the way makasih ya” ucap Niken,


“Sama-sama Ken, udah buruan makan” kataku,


“Iya nih gw mau makan” ucap Niken,


“yaudah gw balik ke kamar ya Ken” kataku,


“Di sini aja sih, mau ngapain lo di kamar?” tanya Niken,


“Gw mau bikin kopi biar seger” kataku,


“Bikin di sini aja sih Bar” ucap Niken,


“Nggak ah, gw bikin di kamar gw aja, bye” kataku sambil segera keluar dari kamar Niken,


“Dasar gak jelas, bye” ucap Niken,


Aku kembali ke kamarku untuk segeram membuat kopi hitam tanpa gula, tak tahu kenapa kalau belum minum kopi rasanya selalu ada yang kurang, selesai membuat kopi aku mengambil hp dan juga rokok, aku ke depan kamarku untuk menyalakan rokok ku.


Sesaat kemudian ada seniorku namanya Bang Deni, kami berdua satu kostan saling tahu nama tapi belum akrab,


“Hey Bang, mau kemana sini ngopi” kataku,


“Mau beli sarapan gw Bar” ucap Bang Deni,


“Oh gitu, yaudah Bang” kataku,


“Mau nitip gak lo?” tanya Bang Deni,


“Gak Bang, gw udah sarapan” kataku,


“Rajin juga lo dah sarapan jam segini” ucap Bang Deni,


“Biasa Bang, perut suka teriak-teriak kalau pagi” kataku,


“Yaudah gw jalan dulu ya” ucap Bang Deni,


“Iya Bang” kataku,


Bang Deni pun menyalakan kendaraan nya untuk pergi membeli sarapan, aku melihat hp ku untuk menghubungi Siti,


“Ti lo kesini jam berapa?” tanyaku dalam pesan BBM,

__ADS_1


Aku masih menikmati asap rokok dan juga kopi hitam tanpa gula yang merupakan menu wajibku, sepuluh menit kemudian Siti membalas pesanku.


“Gak tahu nih Bar, motor gw mogok” ucap Siti dalam pesan BBM,


“Yaudah bentar lagi gw jemput lo Ti” kataku dalam pesan BBM,


“Serius lo Bar?” tanya Siti dalam pesan BBM,


“Lo tunggu aja, entar gw kabarin kalau gw udah mau jalan” kataku dalam pesan BBM,


Beberapa menit kemudian aku segera bersiap-siap untuk menjemput Siti, sebelum berangkat aku menhubungi Siti terlebih dahulu.


“Ti gw udah mau jalan nih, tunggu ya” kataku dalam pesan BBM,


Siti pun segera membalas pesanku,


“Iya Bar, lo hati-hati ya” jawab Siti dalam pesan BBM,


Aku segera menuju ke rumah Siti yang jaraknya sedikit jauh menggunakan motor kesayanganku. Empat puluh menit kemudian aku pun sampai di rumah Siti dan segera mengetuk pintu pagar rumahnya.


“Tokkk...tokkk...tokkk...” suara pagar,


“Assalamualaikum” kataku,


Sesaat kemudian Siti keluar dengan pakaian yang sudah rapih dan siap untuk ujian hari ini.


“Waalaikusalam, Mau masuk dulu Nggak Bar” ucap Siti,


“Gausah lah Ti, langsung jalan aja” kataku,


“Yaudah ayo” ucap Siti,


“Oia udah pamitan sama orang rumah lo Ti?” kataku,


“Orang rumah gw udah pada berangkat kerja Bar” ucap Siti,


“Yaudah deh ayo jalan” kataku,


Aku dan Siti segera berangkat untuk menuju kostanku terlebih dahulu sebelum kami harus ke kampus dan mengikuti ujian hari ini, setibanya di kostan aku dan Siti langsung menuju kamarku, dalam kamar aku langsung merebahkan badan.


“Lumayan juga ya Ti ke rumah lo, tiap hari lo kena macet kaya gitu kuat juga” kataku,


“Mau gimana lagi Bar, gw kan belum boleh ngekost” ucap Siti,


“Yaudah jalanin aja Ti, toh selama ini juga lo kuat-kuat aja” kataku,


“Gw kuat-kuatin aja Bar, demi mengejar cita-cita” ucap Siti,


“Lo harus tetep semangat Ti” kataku,


“Pasti lah Bar, oia makasih ya lo udah jemput gw” ucap Siti,


“Sama-sama Ti, namanya juga temenan” kataku,


“Lo selalu bisa di andelin saat-saat kaya gini Bar” ucap Siti,


“Biasa aja kali Ti, nanti gw terbang” kataku,


“Terbang aja nanti gw nyusul hehehe” ucap Siti tersenyum,


“Oia Ti hampir lupa, ini gw tadi beli nasi uduk buat lo, makan ya” kataku,


“Tuh kan Bar, lo tuh!” ucap Siti tiba-tiba terdiam,


“Apasih lo Ti, ngomong kok sepotong-sepotong gitu” kataku,


“Lo tuh temen terbaik gw deh” ucap Siti,


“Jadi Cuma temen nih?” kataku,


“Sahabat deh Bar” ucap Siti,


“Terserah lo deh Ti, yang penting lo seneng” kataku,


“Gw makan ya Bar, emang lo udah makan?” tanya Siti,


“Udah lah Ti, yaudah lo makan deh, gw mau nerusin ngopi sama ngerokok ke dapan kamar” kataku,


“Ngerokok mulu gak sehat” ucap Siti,


“Suatu saat juga pengen berhenti Ti” kataku,


Aku kembali menuntaskan kopiku yang masih berada dalam cangkir kesayangan sambil kembali menikmati rokok, sementara Siti mulai sarapan di dalam kamarku. Habis beberapa batang rokok dan juga kopi yang sudah kuminum seluruhnya, aku kembali ke dalam kamar.


“Udah selelsai lo makan nya Ti” kataku,


“Udah kok Bar, ke kampus sekarang?” ucap Siti,


“Nanti aja Ti, masih lama kan” kataku,


“Ya lumayan tiga puluh menitan lagi” ucap Siti,


“Tar aja kalau dah sepuluh menit lagi kita jalan” kataku,


Beberapa menit berlalu begitu saja, Niken tiba-tiba datang dan masuk ke kamarku.


“Ayo Bar ke kampus, eh ada lo Ti” ucap Niken,


“Bentar lagi Ken” kataku,

__ADS_1


“Iya Ken tadi Bara jemput gw, soalnya motor gw mogok” ucap Siti,


“Oh gitu” ucap Niken,


“Duduk dulu lah Ken, gak pegel berdiri mulu” kataku,


“Iya Bar” ucap Niken,


Waktu terus berjalan sudah saatnya aku dan kedua temanku untuk berangkat ke kampus dan mengikuti jadwal ujian akhir semester.


“Berangkat yuk!” kataku,


“Ayo Bar!” jawab Siti dan Niken kompak,


“Tumben jawabnya barengan” kataku,


“Bawel lo Ah, Ayo jalan” ucap Niken,


Kami bertiga segera menuju kampus dan akan langsung menuju kelas karena waktu ujian akhir semester sudah mepet, sampai di depan kelas ramai dan gaduh teman-temanku yang lain, beberapa saat kemudian dosen pengawas kami datang dan mempersilahkan kami semua untuk masuk kelas dan duduk di bangku masing-masing.


Ujian pun di mulai, kubaca soal demi soal dengan jawaban yang menurutku sudah pas, salah atau benar jawabanku itu gak jadi soal karena kapasitasku hanya mengisi bukan menilai.


Berhasil menyelesaikan ujian lebih dulu daripada teman-temanku yang lain mungkin salah satu kelebihanku, aku gak yakin dengan jawabanku hanya saja aku tak mau buang-buang waktu, aku langsung menuju ke kostanku tanpa menunggu Siti dan Niken.


Tiba di kostan Aku mengirim pesan pada kedua temanku,


“Ti gw duluan ke kostan ya” kataku pada Siti dalam pesan BBM,


“Ken gw duluan ke kostan ya” kataku pada Niken dalam pesan BBM,


Aku membuka laptopku dan mencari beberap jurnal untuk menambah wawasanku sambil menunggu temanku. Sedang asik membaca tiba-tiba Siti muncul namun dia sendiri.


“Lo tuh kakau ngisi cepet banget Bar” ucap Siti,


“Ngapain lama-lama Ti, Niken mana?” kataku,


“Niken masih di kampus sama yang lain” ucap Siti,


“Lo udah laper belum Ti?” tanyaku,


“Belum sih Bar, lo lagi baca apaan?” ucap Siti,


“Kirain dah laper, baca jurnal Ti” kataku,


“Rajin juga lo Bar” ucap Siti,


“Daripada bosen sendirian Ti” kataku,


“Iya sih Bar, eh Bar gw tidur ya” ucap Siti,


“Yaudah tidur aja” kataku,


Siti segera merebahkan badan nya dan mulai memejamkan mata, aku merasa sedikit lapar jadi aku pergi keluar untuk membeli makan, Aku membeli nasi padang langganan dan aku makan di tempat.


Selesai makan aku segera kembali ke kostan sambil membawa satu bungkus nasi padang untuk Siti dengan lauk yang terpisah, sampai di kostan aku kembali bermain game counter strike, akhir-akhir ini aku jadi sering main game soalnya mau main cewek tapi takut di mainin balik nanti repot.


Disela-sela bermain game aku kembali membuat kopi hitam tanpa gula, lumayan bisa bikin mata tambah melek dan bisa fokus main game.


Beberapa jam berlalu Siti terbangun dari tidurnya,


“Jam berapa sekarang Bar?” tanya Siti,


“Gak tahu Ti udah sore kali” kataku,


“Anterin balik yuk Bar” ucap Siti,


“Iya, tapi lo makan dulu Ti, itu gw udah beliin lo makan” kataku,


“Iya Bar, gw ke kamar mandi dulu” ucap Siti,


Selesai dari kamar mandi Siti segera makan dan aku masih seru main game,


“Lo main game daritadi Bar?” tanya Siti,


“Iya Ti, akhir-akhir ini gw jadi sering main game” kataku,


“Jangan sering-sering Bar nanti mata lo bisa minus” ucap Siti,


“Gak terlalu sih Ti, gw rajin makan wortel kok Ti biar mata tetep sehat” kataku,


“Ah lo mah bisa aja ngelesnya” ucap Siti,


Dua puluh menit kemudian Siti selesai makan.


“Ayo Bar pulang sekarang” ucap Siti,


“Iya ayo Ti” kataku,


Aku dan Siti keluar dari kamarku dan ternyata langit sudah hampir gelap, aku segera menyalakan motorku untuk mengantar Siti pulang, baru sampai di depan jalan lalu lintas sudah sangat padat karena berbarengan dengan orang-orang yang pulang kerja.


Satu jam perjalanan akhirnya sampai juga di depan rumah Siti.


“Sampe juga Ti, gila sih macetnya” kataku,


“Iya Bar, pas banget sama orang pada balik kerja, lo langsung apa masuk dulu” ucap Siti,


“Gw langsung aja Ti” kataku,


“Yaudah hati-hati ya, makasih banyak” ucap Siti,

__ADS_1


“Sama-sama” kataku sambil kembali meneruskan perjalanan pulang.


Setelah kembali berkutat dengan kemacetan akhirnya aku tiba di kostan, aku langsung ke kamar mandi untuk menyegarkan badanku yang sedikit lelah akibat kemacetan, usai merasa segar aku segera merebahkan badan dan mencoba untuk beristirahat.


__ADS_2