Dua Mata Satu Kacamata

Dua Mata Satu Kacamata
Geng Warna


__ADS_3

Dalam sebuah ruangan bercahaya biru yang berasal dari lampu tidur aku terbangun karena sudah terdengar suara adzan subuh yang di kumandangkan, aku segera bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu kemudian menunaikan solat sunat sebelum subuh yang di susul dengan solat subuh setelahnya.


Laptopku masih menyala, aku tak mematikannya semalam karena sepertinya aku tiba-tiba ketiduran, kupegang laptopku terasa sedikit panas, lalu kumatikan. Aku mengganti pencahayaan kamarku dengan lampu utama dan mematikan lampu tidurku.


Aku kembali merebahkan badanku dan aku menambahkan suhu di ruangan agar tak terasa dingin, kemudian aku mengambil hpku untuk mengeset alarm satu jam kedepan, aku takut benar-benar ketiduran lagi.


Beberapa saat kemudian hpku berbunyi, kulihat ada panggilan masuk dari Siti, aku mengangkatnya.


"Assalamualaikum Bar" ucap Siti dalam percakapan telepon,


"Waalaikumsalam Ti, tumben telepon" kataku dalam percakapan telepon,


"Iya Bar gw cuma mau bilang lo jangan beli sarapan, nanti gw bawain sarapan buat lo" ucap Siti dalam percakapan telepon,


"Beneran Ti, baru gw ngeset alarm takut ketiduran lagi dan bablas seperti kemarin" kataku dalam percakapan telepon,


"Yaudah Bar lo tidur lagi aja, nanti gw bangunin kok" ucap Siti dalam percakapan telepon,


"Iya Ti" kataku dalam percakapan telepon,


"Yaudah Bar sampe ketemu, Assalamualikum" ucap Siti dalam percakapan telepon,


"Waalikumsalam" kataku menutup telepon.


Aku merasa beruntung di kelilingi teman-teman yang baik, sudah beberapa waktu ini aku jarang nongkrong bersama Boni, dia sedikit sibuk akhir-akhir ini karena tuntutan pekerjaan dan juga harus membagi waktu untuk tetap mengikuti perkuliahan seperti semestinya.


Aku kembali tertidur dan tak sadar tiba-tiba Siti sudah berada di kamrku dan mulai membangunkanku.


"Bar....Bar...Bar, bangun" ucap Siti sambil menepuk-nepuk tanganku dengan perlahan,


"Hmmmm iya Ti, kok lo udah ada disini" kataku,


"Kamar lo kan gak pernah lo kunci, gw tahu pasti lo tidur, tadi gw ketok-ketok pintu kamar lo, gak ada yang nyaut, yaudah gw masuk aja bangunin lo" ucap Siti,


"Iya gak apa-apa kok Ti, lo tiap hari juga disini, si Boni sibuk banget kayaknya sampe gak pernah main bareng kita" kataku,


"Kangen lo ya" ucap Siti,


"Kangen ngehina-hina dia gw Ti hehe" kataku tersenyum,


"Yaudah buruan bangun Bar, lo belum mandi kan" ucap Siti,


"Iya Ti, gw mandi dulu ya" kataku,


"Iya lo mandi gw siapin sarapan, tapi gw keatas dulu nyamper Niken, biar kita sarapan bareng" ucap Siti,


"Yaudah Ti, makasih ya" kataku,


"Sama-sama Bar" ucap Siti,


Aku mempersiapkan pakaian yang akan kupakai kemudian aku segera masuk ke kamar mandi, sementar aku di kamar mandi Siti pergi ke kamar Niken. Saat aku sudah siap dan keluar dari kamar mandi sudah ada Siti dan Niken di kamarku.


"Tumben Ken lo udah siap" kataku,


"Nyebelin ngeledek mulu" ucap Niken,


"Biasanya kan lo masih pules tidur" kataku,


"Apasih nyebelin" ucap Niken,


"Bawa perasaan banget sih gitu doang" kataku,


"Udah-udah, ayo sarapan" ucap Siti,


"Ini lo yang masak atau beli Ti?" tanyaku,


"Gw yang masak di bantuin sama nyokap" jawab Siti,


"Gak kebalik? nyokap yang masak lo yang bantuin?" kataku,


"Nggak lah Bar, gw juga sedikit-sedikit bisa masak kan diajarin nyokap" ucap Siti,


"Kebanyakan cingcong lo Bar, udah makan" ucap Niken,


"Galak amat Mbak, lagi pms ya?" kataku,


"Kok tahu sih, lo ngintip ya" ucap Niken,


"Najis banget gw ngintipin lo, abis lo kaya landak sensitif, di sentuh dikit langsung nyerang" kataku,


"Jelek banget di samain sama landak" ucap Niken,


"Yaudah gw samain sama kodok mau?" kataku,


"Tau ah, Bete!" ucap Niken,


"Udah ah makan" kataku,


"Makan aja sendiri" ucap Niken,


"Yaudah sih maaf" kataku,


"Bodo" ucap Niken,


"Cepetan makan Ken, nanti di tinggal lo tambah marah lagi" kataku,


"Nyebelin sih lo" ucap Niken,


"Iya maaf" kataku,


Kami bertiga segera sarapan, kulihat jam masih ada jeda waktu sebelum kami bertiga ke kampus untuk mengikuti ujian, aku membuat kopiku seperti biasa seusai makananku habis.


"Enak Ti masakan nya" kataku,


"Giliran Siti aja di puji" ucap Niken,


"Sirik aja lo Ken, cemburu ya?" kataku,


"Najis gw cemburu, suka aja nggak" ucap Niken,


"Udah jangan berantem terus" ucap Siti,

__ADS_1


"Gw mau ke depam minum kopi sama ngerokok, tolong rapihin ya bekas makan nya hehe" kataku tersenyum,


"Males" ucap Niken,


"Gw aja yang rapihin Bar" ucap Siti,


"Jangan kayak si Niken gak tahu diri haha" kataku tertawa,


"Pengeb gw remes-remes muka lo Bar" ucap Niken,


"Kdrt deh lo Ken" kataku,


"Lo nyebelin sih" ucap Niken,


"Udah ah, gw ngerokok dulu" kataku,


"Ngerokok mulu, gak mati aja sekalian" ucap Niken,


"Kalau gw mati nanti lo sedih" kataku,


"Gak akan" ucap Niken,


"Bagus lah, lagian gw juga masih mau hidup" kataku,


"Bodo amat deh" ucap Niken,


Aku ke depan kamarku untuk merokok, Siti dan Niken di dalam kamarku. Niken suka tiba-tiba galak kalau lagi pms, tapi seru kalau becandain dia, dia galak tapi balik, bingung kan. Dikit-dikit sikapnya berubah sesuai mood nya, sensitif kayak tespek, padahal tespek digunakan untuk mengecek kehamilan tapi Niken mirip sensitifnya seperti itu.


Usai merokok aku kembali ke kamarku dan mengajak kedua temanku untuk segera berangkat ke kampus.


"Jalan sekarang yuk" kataku,


"Bentar apa masih engap" ucap Niken,


"Gw gak ngajak lo" kataku,


"Isssshhh, minta di remes deh muka lo" ucap Niken sambil benar meremas mukaku,


"Sakit anjir, kdrt lo Ken gw laporin ya" kataku,


"Abis gw gemes di ledekin mulu" ucap Niken,


"Udah sih Bar jangan di becandain mulu, kasian kan Niken" ucap Siti,


"Iya deh Ti" kataku,


Beberapa saat kemudian kami bertiga segera berjalan menuju kampus, kami langsung menuju ke depan kelas tanpa mampir kemana-mana dulu. Sampai di depan kelas Icha menghampiriku, dia salah satu dari geng warna yang terkenal di kelasku.


"Bar lo lagi sibuk gak?" tanya Icha,


"Nggak sih, kenapa emang?" kataku,


"Abis ujian pergi sama anak-anak mau gak?" ucap Icha,


"Kemana tuh?" kataku,


"Main aja, ngilangin stress" ucap Icha,


"Iya itu mah gw juga tahu kalau lo sehat, maksudnya gak gitu Bar" ucap Icha,


"Iya Cha gw becanda doang, boleh sih kalau mau pergi bareng-bareng" kataku,


"Yaudah Bar, nanti jangan balik dulu Bar" ucap Icha,


"Iya Cha" kataku,


Setelah berbincang denganku Icha kembali ke teman satu geng nya, dan kuliaht dia sedikit membaca-baca buku catatannya, temanku-temanku memang rata-rata rajin mencatat, kalau aku malas mencatat jadi aku fotocopy aja catatan Siti yang selalu lengkap. Sedikit menghemat tenaga dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Sungguh perbuatan yang sedikit sesat, jika ada yang mudah buat apa mencari yang sulit.


Terdengar langkah kaki dari sepatu yang mempunyai hak, aku yakin itu suara sepatu dari dosen pengawas uijianku hari ini, benar saja beliau jelas terlihat di kedua mataku, beliau membuka kunci kemudian masuk ke dalam kelas yang kemudian kami susul setelahnya. Duduk di bangku paling depan menjauhkanku dari keinginan dan godaan untuk mencontek, semua soal ujian kuisi dengan seluruh kemampuanku yang biasa-biasa saja.


Dua puluh menit sebelum waktu ujian habis aku beranjak dari kelas untuk menuju kantin dan menunggu Icha beserta teman-temannya, sebelum keluar aku memberikan kode pada Icha kalau aku menunggunya di kantin. Akupun mengirim sebuah pesan pada Siti.


"Ti gw di kantin ya, kalau mau ke kostan, ke kostan aja ya, gw mau pergi sama teman-teman nya Icha" kataku dalam pesan BBM,


Setibanya di kantin ada Iskandar lengkap dengan teman-temannya, dan jauh disebrang kulihat ada juga Kidoy dan yang lain nya, aku menyapa Kidoy melalui lambaian tanganku, aku masih tak tahu mau duduk dimana.


"Bar sini" ucap Iskandar,


"Iya Is, gw beli minum dulu" jawabku,


Usai membeli minuman aku bergabung dengan teman-teman Iskandar.


"Ikut gabung ya" ucapku,


"Santai aja sih Bar" ucap Rere dan Novan,


"Tumben sendiri Bar?" tanya Iskandar,


"Masih pada di kelas teman-teman gw Is" jawabku,


"Pinter dong lo keluar duluan" ucap Iskandar,


"Udah mentok, gak tahu mau ngisi apalagi, yaudah gw keluar aja, disini kan bisa ngerokok" kataku,


"Sesat banget deh lo Bar" ucap Iskandar,


"Ngapain juga lama-lama di kelas kalau gak bisa ngisi semua" kataku,


"Nyontek lah Bar, kalau gak bisa ngisi" ucap Iskandar,


"Gw duduk depan dosen, gimana mau nyontek?" kataku,


"Itu sih namanya apes Bar hahaha" ucap Iskandar tertawa,


"Ngeledek lo Is" kataku,


"Becanda gw Bar" ucap Iskandar,


"Iya Is, paham kok gw, oia ngerokok Is" kataku,


"Iya Bar, ini juga ada" ucap Iskandar,

__ADS_1


"Yaudah bakar bareng lah" kataku,


"Lo kan kayak kereta api kalau ngerokok Bar, gak bisa lah kalau gw ikutin" ucap Iskandar,


"Kereta api kali yang kayak gw" ucapku,


Kulihat Icha dan teman geng nya mulai berada di area kantin, aku melambaikan tanganku padanya, kemudian Icha menunjuk pada salah satu tempat duduk seakan memberikanku kode untuk mengahmpirinya.


"Is gw kesana dulu ya, ada teman kelas gw tuh" kataku,


"Iya Bar, kalau lo lagi sendiri gabung aja sama anak-anak gw" ucap Iskandar,


"Iya Is, yaudah sampai ketemu" kataku dengan langkah menuju tempat duduk Icha dan teman gengnya.


Aku duduk persis di depan Icha dan disampingku ada Trian dan juga Nyoman.


"Mau jalan sekarang?" tanyaku pada Icha,


"Terserah, gimana yang lain" jawab Icha menggantung,


"Boleh sih kalau mau" ucap Nyoman dan Trian,


"Kalau kita mah ngikut aja" ucap Yeni dan Rani,


"Yaudah gw ke kostan dulu deh ambil motor" ucapku,


"Gausah Bar, lo bareng gw aja" ucap Icha,


"Yaudah kalau gitu, mau kemana sebenernya Cha?" tanyaku,


"Hunting Foto ke Sunda kelapa" jawab Icha,


"Gw tetep harus ke kostan dong ambil kamera gw" ucapku,


"Oia juga ya Bar" ucap Icha,


"Sekalian keluar aja nanti mampir dulu ke kostan gw" ucapku,


"Nah iya gitu aja Bar" ucap Icha,


"Yaudah jalan sekarang ke parkiran yuk!" ucapku,


"Ayo Bar" ucap Icha,


Kami berenam segera menuju parkiran motor di kampusku, jarak dari kantin ke parkiran tidak jauh, bahkan parkiran motor jelas terlihat dari kantin, setelah berjalan beberapa saat kami berenam tiba di parkiran.


"Nanti kalian tunggu aja depan gerbang kampus, gw sama Icha ke kostan dulu ambil kamera" ucapku,


"Iya Bar, santai aja" ucap Nyoman.


Kami berenam segera meninggalkan parkiran, Nyoman, Trian, Yeni, dan Rani menunggu di depan gerbang kampus sementara aku dan Icha menuju kostanku. Tiba di kostan ada Siti sendirian, aku segera mengambil kamera untuk berpartisipasi hunting foto di pelabuhan Sunda kelapa bersama yang lain.


"Ti gw jalan dulu ya, lo santai-santai aja disini" ucapku pada Siti,


"Iya Bar lo hati-hati ya, gw paling tidur Bar" jawab Siti,


"Yaudah Ti, kabarin aja nanti ya" ucapku,


"Iya Bar nanti gw kabarin" jawab Siti.


Aku segera menuju motor Icha setelah mengambil kamera.


"Ayo Cha!" ucapku,


"Udah semua Bar?" ucap Icha,


"Udah kok" jawabku,


Aku dan Icha segera bergegas menuju teman-teman yang lain ke depan gerbang kampusku. Aku membunyikan klakson motor untuk memberi isyarat pada mereka semua. Kami pun segera berjalan menuju pelabuhan Sunda kelapa. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh lima menit dengan kondisi jalanan yang lancar kami berenam pun tiba di pelabuhan Sunda kelapa. Ada beberapa warung kaki lima di sekitar pelabuhan, kami berhenti sejenak disana untuk membeli minum dan makanan ringan sekalian titip motor pada pemilik warung tersebut.


Dirasa penyimpanan motor sudah cukup aman dan bisa terlihat dari lokasi kami mengambil foto, kami segera memulai mengambil beberapa foto kapal dan juga mengambil foto diri sendiri sebagai koleksi yang bisa kami share di kemudian hari. Tak lupa kami semua foto berenam sebagai kenang-kenangan. Waktu tak terasa terus berjalan dan hari hampir menuju sore.


"Makan dulu yuk! udah kelewat jam makan siang nih" ucapku,


"Iya ya gak terasa" ucap Icha dan Rani,


"Makan dimana? apa di warung yang tadi kita titip motor" ucapku,


"Iya disana aja" ucap Icha,


Kami berenam segera menuju ke warung tempat kami pertama tiba, Ada beberapa menu makanan yang di tawarkan namun aku memilih untuk memesan mie instan, begitupun dengan teman-temanku yang lain. Usai makan dan berbincang-bincang aku segera mengajak teman-temanku untuk segera pulang karena khawatir terkena macet.


"Pulang yuk nanti keburu macet" ucapku,


"Iya yok" ucap Icha,


"Iya sih kalau nunggu bentar lagi bisa kena macet, gw tuh strees banget kalau kena macet" ucap Rani,


"Ah lo tinggal duduk doang juga Ran" ucap Trian,


"Tetep aja pegel juga kalau kena macet" ucap Rani,


"Udah-udah nanti keburu kena macet beneran" ucap Nyoman.


Kami berenam segera meninggalkan pelabuhan Sunda kelapa, yang lain langsung pulang ke rumah masing-masing sementara Icha kembali ke kostanku dulu, jarak rumah Icha dengan kampus tak begitu jauh bisa di bilang Icha termasuk akamsi (anak kampung sini). Akhirnya aku dan Icha tiba di kostanku.


"Mau masuk dulu nggak Cha?" tanyaku,


"Gw langsung aja Bar, udah sore soalnya" jawab Icha,


"Yaudah hati-hati di jalan ya Cha" ucapku,


"Yaelah Bar deket kok rumah gw" ucap Icha,


"Iya Cha lo kan akamsi (anak kampung sini)" ucapku,


"Bisa aja lo Bar, yaudah ya gw pulang, sampai ketemu ya Bar" ucap Icha berpamitan padaku,


"Iya Cha besok juga kan masih ketemu di kampus" ucapku.


Icha meninggalkan kostanku untuk segera pulang ke rumahnya, aku segera masuk ke kamarku. Siti sudah tidak ada di kamarku, akupun kembali sendiri dan segera mandi karena terik matahari cukup membuat tubuhku sedikit lepek. Usai mandi aku segera merebahkan badan dan mencoba beristirahat untuk mencukupkan akhir hari sambil menunggu datangnya gelap.

__ADS_1


__ADS_2