Dua Mata Satu Kacamata

Dua Mata Satu Kacamata
Hubungan Yang Canggung


__ADS_3

Terbangun di pagi hari dengan Niken yang berada tepat di sampingku dan tangannya berada persis di atas dadaku seolah menegaskan kalau kami berdua mempunyai hubungan yang lebih dari teman, apalagi di perkuat dengan kejadian semalam. Aku menatap wajahnya yang sedang tertidur lelap dengan penuh rasa canggung serta bingung mau kemana arah dari persahabatan ini.


Aku melepaskan rangkulan tangan Niken dan perlahan turun dari tempat tidur untuk menuju kamar mandi, sekedar mencuci muka dan gosok gigi, selesai dari kamar mandi aku mencoba membangunkan Niken dengan lemah lembut.


“Ken...Ken...Ken...bangun yuk udah pagi” kataku sambil mengelus rambut nya,


“Iya Bar” Niken menjawab dalam keadaan terpejam,


“Ayo bangun, mau sarapan apa?” tanyaku,


“Bakmie” jawab Niken sedikit membuka matanya,


“Yaudah tunggu ya gw beliin” kataku,


Aku segera mengambil jaket dan kunci motorku kemudian aku ke parkiran untuk menyalakan motor dan pergi membeli bakmie sesuai dengan permintaan Niken, setibanya di tempat bakmie aku merasa beruntung karena tidak terlalu ramai yang mengantri, hanya ada tiga orang yang sedang makan disana saat aku tiba. Aku langsung memesan tiga porsi bakmie.


Usai menerima bakmie yang kupesan aku segera kembali menunju ke kostanku, dalam perjalanan aku berpikir pasti Niken masih tidur, atau bisa di katakan dia tidur kembali. Sampai di kostan benar saja Niken seperti tertidur pulas kembali.


Aku mencoba membangunkan nya lagi.


“Ken....Ken...bangun yuk bakmie nya udah gw beliin” kataku,


“Hmmmmm bentaran gw masih ngantuk” jawab Niken dengan mata yang masih terpejam,


“Cuci muka dulu biar segeran” kataku,


“Iya bentar” jawab Niken,


Aku segera menyiapkan peralatan makan, tak lupa aku membuat kopi dan secangkir teh untuk Niken, kulihat Niken perlahan terbangun dari tempat tidurku dan mulai memasuki kamar mandi.


Aku menjadi serba salah dan bingung dengan semua yang terjadi, aku juga tak mau jika sampai menyakiti segumpal darah yang bernama hati. Beberapa saat kemudian Niken keluar dari kamar mandi dan kami berdua saling menatap satu sama lain.


“Ayo Ken sarapan!” kataku,


“Iya ni juga mau” jawab Niken,


“Ini teh buat lo” kataku,


“Makasih, lo perhatian banget” ucap Niken,


“Biasa aja tiap hari juga kaya gini” kataku,


“Iya kali, gw yang baru sadar aja” ucap Niken,


“Kebanyakan halu sih lo jadi gak sadar” kataku,


“Apasih!” jawab Niken ketus,


“Masih pagi jangan cemberut kenapa” kataku,


“Lagian lo suka mancing-mancing” ucap Niken,


“Yaudah besok-besok gw mancing ikan aja deh” kataku,


“Ih gak nyambung, dasar asal bunyi!” ucap Niken,


“Kalau nyambung terus bahaya” kataku,


“Terserah deh gw mau makan” ucap Niken,


“Yaudah silahkan makan” kataku,


Kami berdua mulai untuk menyantap bakmie yang telah kupersiapkan dalam sebuah mangkuk, seperti biasa rasanya memang selalu juara, walau banyak goip tentang bakmie ini tapi aku gak begitu peduli karena rasanya enak dan harganya pas di kantong mahasiswa sepertiku.

__ADS_1


Beberapa saat berlalu kami berdua telah selesai menghabiskan bakmie kami masing-masing, walau aku selesai lebih dulu tapi tetap seakan-akan aku menunggu Niken dan terkesan seperti selesai berbarengan.


“Bar, makasih ya gw ke kamar dulu mau mandi” ucap Niken,


“Yaudah gw juga bentar lagi mau mandi, tapi mau ngerokok dulu” kataku,


“Bisa gak sih kalau berhenti ngerokok?” ucap Niken,


“Gak bisa kalau harus sekarang” kataku,


“Yaudah terserah, bye gw naik dulu” ucap Niken,


“Iya, nanti lo yang nyamper ya” kataku,


“Iya bawel” ucap Niken,


Niken segera meninggalkan kamarku dan menuju kamarnya di lantai dua, aku pun segera ke depan kamar untuk menyalakan rokok ku dan meminum kopi yang sebelumnya telah kubuat, rasa kopi ku emang pahit tapi hidup ku selalu kubuat terasa manis walau kondisi apapun.


Setelah menghabiskan beberapa batang rokok aku kembali ke kamarku untuk segera mandi, sesaat sebelum aku masuk ke kamar mandi aku mendengar suara motor Siti, Aku pun keluar kembali untuk menyapanya.


“Ti masuk aja ya, itu ada bakmie gw mau mandi” kataku,


“Iya Bar, nanti gw masuk” ucap Siti,


Aku kembali ke dalam kamarku dan menuju kamar mandi, dua puluh menit kemudian aku selesai mandi dan kulihat Siti sedang sarapan.


“Motor lo kapan di benerin nya Ti?” kataku,


“Semalem sama temen kakak gw” jawab Siti,


“Kirain gw motor lo masih rusak, tadinya mau gw jemput lagi tapi lo udah nongol aja” kataku,


“Ya untungnya temen kakak gw ngerti motor jadi di benerin, gausah lah Bar ngerepotin” ucap Siti,


“Lo mah emang orang aneh Bar” ucap Siti,


“Aneh gimana Ti?” kataku,


“Ya mau-maunya di repotin” ucap Siti,


“Bantu temen sendiri masa repot sih Ti, emang lo gak mau bantuin gw kalau gw butuh bantuan?” kataku,


“Mau kok Bar, masa iya gw nolak” ucap Siti,


“Iya kan emang seharusnya kita saling tolong-menolong Ti” kataku,


“Iya Bar” jawab Siti,


“Tumben lo pagi banget kesininya” kataku,


“Lo tahu sendiri jalanan ke rumah gw macetnya kaya apa” ucap Siti,


“Bukan main Ti macetnya” kataku,


“Kapok lo ya ke rumah gw?” ucap Siti,


“Nggak Ti, Cuma lebih baik nyari jam yang ga macet hehe” kataku sambil tersenyum,


“Bilang aja kapok” ucap Siti,


“Lebih kearah males kena macet sih Ti” kataku,


“Sama aja Bar, kemana-mana juga macet kalau pas jam pulang kerja” ucap Siti,

__ADS_1


“Iya Ti, depan kampus aja macet” kataku,


“Iya kan” ucap Siti,


“Lo makan lama banget Ti” kataku,


“Baru juga gw mulai makan Bar, lagian lo ngajak ngobrol mulu” ucap Siti,


“Oia ya, yaudah gw ke depan ya Ti” kataku,


“Pasti mau ngerokok kan lo” ucap Siti,


“Itu lo tahu” kataku,


“Tahu lah, kalau lo ke depan udah pasti ngerokok” ucap Siti,


“Syukurlah kalau lo diem-diem memperhatikan” kataku,


“Gimana gak merhatiin kan hampir tiap hari gw kesini” ucap Siti,


“Iya juga sih, yaudah gw depan dulu” kataku,


“Iya Bar jangan banyak-banyak ya” ucap Siti,


“Gak lah palingan sehari sebungkus” kataku,


“Kalau bisa di kurangin Bar” ucap Siti,


“Dah ah gw ke depan dulu” kataku,


“Hmmmm” jawab Siti,


Aku ke depan kamarku kembali untuk merokok, sementara Siti perlahan menghabiskan makanan yang telah kubelikan untuknya, saat sedang asik menikmati rokok kulihat Niken sedang turun dari tangga dan mendekat kearahku.


“Tumben cepet turun nya” kataku,


“Bacod ah, ada Siti ya?” ucap Niken,


“Galak banget non, ada lagi makan tadi” kataku,


“Bodo amat, gw masuk ya” ucap Niken,


“Masuk aja ribet!” kataku,


Niken masuk ke kamarku dan menghampiri Siti, aku masih di depan menikmati rokok. Entah apa yang sedang mereka bicarakan di dalam hanya terdengar samar-samar, aku coba untuk seakan menutup telinga.


Beberapa saat kemudian Niken dan Siti kelur dari kamarku.


“Berangkat ke kampus yuk Bar” ucap Niken,


“Ayo deh” jawabku sambil mematikan rokok,


Kami bertiga segera berangkat ke kampus untuk mengikuti ujian akhir semester, tiba di kampus setelah berjalan kurang lebih lima menit dari kostanku. Dosen pengawas kami telah tiba bersamaan dengan kedatangan kami bertiga, aku dan semua temanku masuk ke dalam kelas untuk mengisi soal ujian, seperti biasa aku selalu selesai mengerjakan terlebih dahulu di banding dengan teman-temanku.


Aku keluar dari kelas dan kembali menuju kostanku, waktu masih ada di pertengahan hari namun rasanya aku hanya ingin menghabiskan hari ini hanya berdiam diri saja di kostan dan menjalani aktivitas serta rutinitas sebagai anak kost.


 


Aku mengambil posisi untuk rebahan dan memejamkan mata yang terasa perih karena terlaku sering melihat pada layar hp, beberapa saat kemudian aku tertidur.


Setelah beberapa jam tertidur aku pun terbangun nyaris di waktu sebelum magrib, hari sudah menuju gelap, langit yang biru berubah menjadi lembayung indah dengan matahari yang akan segera terbenam.


Aku kemudian mandi lalu membuka laptopku untuk mencari jurnal-jurnal yang kubutuhkan dalam menambah wawasan. Tak terasa hari sudah semakin gelap aku merasa lapar namun enggan untuk beranjak dari kamar dan membeli makanan dari luar.

__ADS_1


Aku pun berinisiatif memasak mie instan dengan dua telur yang kucampur dengan kornet sapi, setelah makan seperti biasa aku keluar dari kamar untuk merokok dan kembali kedalam setelahnya. Kurasa sudah tak ada lagi yang ingin kulakukan hari ini jadi kututup dengan doa sambil berusaha memejamkan kedua mata sambil sesekali melihat pada layar hp berharap ada notifikasi dari seseorang.


__ADS_2