
"Tookk...tokkk...tokkk" suara ketukan pintu,
"Bar...Bar....Baar" suara Siti,
Aku terbangun dengan suara ketukan pintu dan panggilan dari Siti, aku terkejut melihat jam ditanganku, ternyata sudah siang, aku melewatkan waktu sarapanku hari ini akibat tertidur yang kebablasan. Aku segera membukakan pintu kamarku untuk Siti.
"Baru bangun ya Bar, kok tumben kesiangan" ucap Siti,
"Iya Ti, semalem abis pergi, baru pulang hampir pagi gw Ti" kataku,
"Yaudah Bar, siap-siap gih" ucap Siti,
"Iya Ti, gw siap-siap dulu, lo tunggu ya, oia lo bikin sarapan aja ya, itu ada roti" kataku,
"Iya Bar, lo mau sekalian gw bikinin?" tanya Siti,
"Boleh deh Ti" kataku,
"Mau rasa apa?" tanya Siti,
"Coklat kacang pake keju" kataku,
"Yaudah gw bikinin ya" ucap Siti,
"Iya Ti makasih, gw mandi dulu ya" kataku,
Aku memilih pakaian yang akan kukenakan ke kampus, kemudian aku memasuki kamar mandiku untuk segera menyegarkan badan, terasa dingin airnya karena suhu di kamarku masih dipengaruhi oleh air conditioner. Beberapa waktu kemudian akupun selesai mandi dan sudah mengganti pakaianku.
"Ini Bar, sarapannya" ucap Siti,
"Iya Ti, nanti gw makan" kataku,
"Lo darimana sih?" tanya Siti,
"Gw abis pergi sama Nayla Ti" jawabku,
"Hmmmm pantesan" ucap Siti,
"Dia baru putus Ti, jadi gw temenin galau nya dia" kataku,
"Seneng dong lo Bar?" ucap Siti,
"Seneng gak seneng Ti" kataku,
"Kok bisa kayak gitu?" ucap Siti,
"Ya kasian aja Ti, di putusin pasti lah dia sakit hati" kataku,
"Iya sih, tapi kan lo bisa lebih deket dan lebih bebas sama dia sekarang" ucap Siti,
"Belum tahu gw Ti, jalanin aja deh" jawabku,
"Gw tahu deh penyebabnya, lo masih bingung kan buat milih, oia Bar pulang kuliah temenin gw cari buku yuk" ucap Siti,
"Ah lo suka berasumsi Ti, boleh Ti nanti gw temenin, oia ini gw makan ya" kataku,
Saat aku sedang berbincang dengan Siti, Niken tiba di depan kamarku, kemudian dia masuk ke dalam kamarku.
"Lo darimana aja sih Bar? semalem gw kesini lo gak ada, mobil lo juga gak ada" ucap Niken,
"Abis main sama anak-anak Ken, oia maaf ya gw gak sempet beliin sarapan gw kesiangan, ini aja di bangunin Siti" kataku,
"Kok gak ngajak gw, iya gak apa-apa Bar, gw udah sarapan kok, kirain lo gak pulang" ucap Niken,
"Kemarin dadakan jadi gak sempet ngajak lo, syukur deh kalau udah sarapan, nanti pulang kuliah gw mau nemenin Siti nyari buku lo mau ikut?" kataku,
"Lupa kan sama gw kalau dah punya teman baru, ikut dong gw juga pengen ada yang dibeli" ucap Niken,
"Gak gitu Ken, yaudah kalau lo mau ikut, sekalian kita pergi bareng-bareng" kataku,
Siti hanya menyimak percakapanku sambil menghabiskan sarapannya.
"Jalan ke kampus sekarang yuk" ucap Siti,
"Ayo Ti" kataku,
"Bentar-bentar gw ada yang ketinggalan deh kayaknya" ucap Niken,
__ADS_1
"Yaudah ambil dulu, gw sama Siti tunggu disini" kataku,
Niken kembali naik ke lantai dua menuju kamarnya untuk mengambil barangnya yang ketinggalan, lima menit kemudian dia pun turun kembali dan menghampiri aku dan Siti.
"Udah Ken? ayo jalan" kataku,
"Udah kok Bar, ayo!" jawab Niken,
Kami bertiga berjalan menuju kampus, saat berjalan aku melihat Kak Disa disebrang jalan, mau kusapa namun dia tak melihatku jadi kubiarkan saja. Aku belum minum kopi jadi aku ingin mampir dulu ke kantin sebelum menuju ke kelas.
"Gw mau beli kopi dulu di kantin, mau nitip?" kataku,
"Nggak Bar" ucap Siti dan Niken kompak,
"Yaudah, kalian mau ikut apa duluan ke kelas?" tanyaku,
"Kita duluan aja Bar" ucap Niken,
"Oke deh, gw ke kantin dulu ya" kataku,
Kami bertiga berpisah di tengah jalan, aku menuju kantin untuk membeli kopi, sementara Niken dan Siti menuju kelas. Sampai di kantin aku segera memesan kopi pada tante Rita, sambil menunggu kopiku tiba aku mulai menyalakan rokok dan menghisapnya. Lima menit kemudian kopiku diantar oleh salah satu pramusaji yang bekerja di tempat tante Rita, akupun segera meniup-niup kopiku agar cepat dingin dan bisa diminum segera.
Melihat ke sekeliling, terlihat pemandangan yang cukup ramai dengan aktivitas anak-anak kampusku yang lain, mereka sedang mempersiapkan semua tugas dan juga membaca catatan-catatan mereka untuk mengisi soal ujian pada hari ini, aku duduk sendiri namun tak menagapa karena seringkali aku tebiasa dalam kesendirian.
Mengingat kejadian semalam bersama Nayla membuatku tersenyum sendirian, di tengah pemikiran itu aku mengeluarkan hpku dari saku celanaku untuk mengirim pesan pada Nayla.
"Pagi Nay, semangat ya ujiannya, makasih buat kemarin" kataku dalam pesan BBM,
Usai mengirim pesan pada Nayla aku segera meminum kopiku dan menyalakan lagi rokokku untuk kedua kalinya pada pagi ini, jika sedang menikmati kopi aku bisa menghabiskan berbatang-batang rokok yang sebenarnya tak pernah terasa.
Setelah menghabiskan kopiku dan tiga batang rokok aku segera menuju kelas, waktu untuk ujian pun telah tiba. Sampai di depan kelas semua teman-temanku sudah berada di dalam, dosen pengawas pun sudah mulai membagikan soal ujian serta lembar jawaban. Aku meminta izin untuk masuk dan duduk di bangku yang sesuai dengan nomor absenku, dosenku mempersilahkan aku duduk.
Kulihat kanan dan kiri di dalam kelasku, semua temanku terlihat serius tak ada canda gurau yang biasa kulihat seperti biasa saat perkuliahan berlangsung, setelah semua mendapat soal ujian dan juga lembar jawaban dosen pengawas mulai melihat jam tangannya, mengeset alarm, dan mengintruksikan pada kami semua kalau ujian sudah bisa dimulai, dengan adanya intruksi dari dosen pengawas menandakan kami sudah bisa untuk mengisi semua soal ujian tersebut.
Membaca soal ujian dengan istirahat yang belum cukup puas sedikit membuat otaku terasa blang, aku tak tahu harus mengisi bagian mana dulu, seperti kebingungan. Aku mulai menarik nafas panjang untuk membuat tubuhku sedikit merasa rileks dan pikiranku kembali jernih, kuharap aku bisa mengisi soal ujian dengan maksimal sebisaku.
Setelah terdiam beberapa saat, aku pun mendapat ilham untuk mengisi soal-soal ujian, kali ini tentang psikologi komunikasi, sangat banyak soal-soal yang berkaitan dengan kejadian-kejadian lumrah yang ada di masyarakat, akupun mengalaminya sebagai makhluk individu dan juga bagian dari kelompok masyarakat.
Satu jam kemudian aku merasa sudah yakin dengan jawaban-jawaban yang aku isi pada lembar jawabanku, aku memeriksanya kembali sesaat sebelum aku meninggalkan kelas, masih ada waktu tiga puluh menit lagi, namun aku tak suka berada di dalam dan menghabiskan waktu ujian. Aku segera ke depan untuk memberikan soal ujian beserta lembar jawaban pada dosen pengawasku kemudian aku keluar kelas dan menunggu teman-temanku selesai sambil diam-diam menyalakan rokok.
"Ken tunggu" kataku,
"Ayo Bar" jawab Niken,
"Bisa tadi?" tanyaku,
"Gak tahu susah soalnya" jawab Niken,
"Kalau gampang bukan ujian namanya, lo gimana Ti bisa?" kataku,
"Alhamdulillah bisa Bar" ucap Siti,
"Iya gw juga tahu" ucap Niken,
"Yaudah ayo ke kostan, siap-siap kan mau pergi nyari buku" kataku,
"Iya Bar" ucap Siti dan Niken,
Kami bertiga meninggalkan lingkungan kampus untuk menuju kostanku dsn bersiap untuk pergi menemani Siti mencari buku, sampai di kostan aku segera mengambil kunci mobilku, terlihat Siti dan Niken menunggu persis di samping mobilku, aku segera membukakan pintu untuk keduanya, kemudian mereka masuk ke dalam mobil yang kususul setelahnya.
Perjalanan dimulai dengan jalanan yang sedikit lengang, beruntung bukan di jam macet.
"Mau cari buku dimana Ti?" tanyaku,
"Ke Gramedia aja Bar" jawab Siti,
"Maksud gw yang di mana?" tanyaku,
"Gramedia Grand Indonesia aja Bar" jawab Siti,
"Yaudah ayo" kataku,
Sampai di mall Grand Indonesia kami segera menuju toko buku Gramedia, Siti mulai berkeliling mencari buku yang dia butuhkan sebagai bahan bacaan, aku dan Niken juga melihat-lihat buku di sekeliling, aku tertarik untuk mempelajari teknik editing video, jadi kubaca salah satu buku, setelah mengetahui sebagian dari isi buku tersebut, akupun pergi ke kasir untuk membelinya, Siti masih mencari buku. Aku menghampiri Siti untuk membantunya mencari buku yang ingin dia beli.
"Udah ketemu Ti bukunya?" tanyaku,
"Udah nih Bar, cuma gw lagi baca-baca buku yang lain" jawab Siti,
__ADS_1
"Mana bukunya gw bayar ke kasir" kataku,
"Gausah Bar, nanti gw aja" ucap Siti,
"Gak apa-apa Ti, sini gw aja" kataku,
"Serius Bar?" ucap Siti,
"Gw serius Ti" kataku,
Siti memberikan bukunya padaku, aku pergi ke kasir untuk membayarnya, setelah itu aku kembali kepada Siti.
"Ini bukunya Ti" kataku,
"Makasih ya Bar" ucap Siti,
"Iya sama-sama Ti" kataku,
"Cari makan yuk Bar" ucap Siti,
"Boleh, tar dulu gw nyari Niken dulu" kataku,
"Bareng aja Bar" ucap Siti,
Aku dan Siti berkeliling mencari Niken di toko buku dan dia sedang ada di deretan novel.
"Gw sama Siti udah dapet bukunya Ken, lo ada yang mau di beli gak?" kataku,
"Gak ada Bar, gw cuma liat-liat aja" ucap Niken,
"Yaudah kalau gitu kita cari makan yuk" kataku,
"Ayo gw juga udah laper" ucap Niken,
Kami bertiga pergi ke salah satu resto dan makan bersama, usai makan Niken mengajak aku dan Siti untuk menemaninya berbelanja.
"Gw ada yang mau di beli, temenin ya Bar" ucap Niken,
"Yaudah, lo gak buru-buru kan Ti" kataku,
"Nggak kok Bar, santai" ucap Siti,
Kami bertiga berkeliling mall dan berhenti di beberapa store pakaian, padahal baru beberapa hari lalu Niken berbelanja tapi sekarang udah belanja lagi, boros sekali. Aku membayar beberapa barang yang di inginkan Niken, sedikit menguras dompet namun aku tak terlalu keberatan dengan itu.
Menemani perempuan belanja itu yang lama milih-milih nya, kakiku lumayan terasa pegal, jadi aku mengajak Niken dan Siti untuk pulang ke kostan.
"Pulang yuk, kaki gw pegel" kataku,
"Gw sih iku aja" ucap Siti,
"Beli es coklat dulu boleh gak Bar" ucap Niken,
"Boleh sekalian lewat" kataku,
Sebelum pulang kami bertiga membeli dulu es coklat untuk Niken, green tea untuk Siti dan juga coffe late untukku. Setelah itu kami segera menuju parkiran untuk pulang ke kostan. Terkadang merasa leleh gak ada yang gantiin nyetir, tapi apa boleh buat karena aku tak punya supir pribadi. Tiba di kostan Siti langsung berpamitan untuk pulang.
"Gw langsung balik ya Bar" ucap Siti,
"Iya Ti" kataku,
Siti meninggalkan aku dan Niken,
"Bar gw di sini dulu ya" ucap Niken,
"Mau di sini terus juga gak apa-apa" kataku,
"Pasti pikiran lo udah mesum kan" ucap Niken,
"Sok tahu banget sih" kataku,
"Gak jadi deh gw takut, gw ke kamar aja" ucap Niken,
"Ya terserah lo aja Ken" kataku,
Niken pun pergi ke kamarnya, aku menyalakan laptopku untuk belajar editing video dengan panduan dari buku yang kebeli. Semoga saja suatu hari nanti kemampuan editing yang sedang kupelajari bisa berguna, aku suka sekali menonton film terkadang suka penasaran jika film dengan editing yang bagus dan ada rasa untuk bisa mengedit video.
Membaca buku yang kubeli dan mencari beberap referensi aku cukup fokus untuk belajar sampai tak terasa hari sudah gelap dan tiba waktu untuk beristirahat.
__ADS_1