Dua Mata Satu Kacamata

Dua Mata Satu Kacamata
Bertemu Kak Disa


__ADS_3

Setelah hari kemarin aku hanya menghabiskan waktu di kostan, hari ini aku akan kembali mengikuti ujian akhir semester, aku mengawali pagi seperti hari-hari sebelumnya, di mana aku terbangun sendiri dan menyiapkan segala sesuatu sendiri namun aku tak pernah lupa untuk berbagi dengan teman-temanku walau hanya sebatas sarapan.


Kopiku sudah siap untuk kunikmati bersama hembusan asap yang kuciptakan dari perpaduan antara temabakau dan nyala api, aku duduk di depan kamarku dengan pandangan keatas melihat langit yang terlihat putih karena terbalut oleh awan, sementara cahaya menatari masih malu-malu untuk menunjukan diri.


Suara motor itu tak asing di telingaku, benar saja itu suara motor Siti, jam masuk kuliah masih lama tapi dia sudah tiba, akhir-akhir ini dia selalu berangkat lebih awal karena tak ingin berhadapan dengan kemacetan, aku segera menghampirinya.


“Hi Ti, lo jadi rajin banget sekarang” kataku sambil menatap wajahnya,


“Iya nih Bar, lo tahu sendiri kalau agak siang macetnya kayak apa” jawab Siti,


“Macetnya nyebelin lah Ti kalau jalanan ke rumah lo mah” kataku,


“Iya banget lagi, Bar gw ke kamar lo ya” ucap Siti,


“Masuk aja, sarapan buat lo ada di meja tuh” kataku,


“Lo emang the best Bar” ucap Siti,


“Biasa aja Ti” jawabku,


“Bagi lo biasa, bagi gw luar biasa” ucap Siti,


“Berlebihan lo Ti, gw gak suka di puji” kataku,


“Ah aneh lo mah, udah ya gw masuk” ucap Siti,


“Biarlah gw aneh Ti, yaudah masuk aja gw kan lagi menyebar asap” kataku,


“Yaudah lanjut deh” ucap Siti,


Siti masuk ke kamarku dan mungkin segera sarapan, sementara aku masih menikmati kopi dan rokok yang tak pernah lepas dari hari-hariku. aku tahu ini gak baik untuk kesehatanku tapi namanaya juga udah kecanduan susah buat berhentinya.


Sudah beberapa hari ini aku tak berkomunikasi dengan Nayla, ada rindu yang semakin hari semakin tumbuh dan menggebu-gebu, kulihat hp ku dan kucoba untuk menghubungi Nayla karena aku ingin tahu bagaimana kabarnya.


“Pagi Nay, apa kabar” kataku dalam pesan BBM,


Sambil menunggu balasan dari Nayla, aku masuk ke dalam kamarku untuk melihat aktivitas Siti, saat aku masuk dia hanya sedang duduk di kursi meja belajarku.


“Udah sarapan nya Ti?” tanyaku,


“Udah Bar baru selesai” ucap Siti,


“Syukur deh kalau gitu” kataku,


“Iya Bar, makasih ya, lo abis selesai Uas jadi balik?” tanya Siti,


“Sama-sama Ti, jadi dong gw udah kangen banget rumah” kataku,


“Kalau gw maen ke rumah lo boleh nggak?” tanya Siti,


“Boleh aja Ti, lo ikut gw balik?” kataku,


“Nanti gw nyusul sendiri kalau gw lagi gabut di sini” ucap Siti,


“Yaudah nanti lo kabarin aja kalau beneran mau ke tempat gw” kataku,


“Pasti gw kabarin Bar” ucap Siti,


“Gw pengen naik gunung lagi deh Ti” kataku,


“Gw ikut dong, tapi kemana?” ucap Siti,


“Pengen ke semeru gw Ti” kataku,


“Sama Boni lag?” tanya Siti,


“Iya kali, dia kan kalau di ajakin naik gunung semangat” kataku,


“Kapan kira-kira Bar?” tanya Siti,


“Gw masih nabung Ti, nanti kalau uang nya udah cukup baru deh jalan kesana” kataku,


“Gw juga mau nabung deh, biar kalau ikut gak ngerepotin lo Bar” ucap Siti,


“Iya lo nabung dari sekarang Ti, sama di olahraga teratur” kataku,


“Hari minggu jogging yuk” ajak Siti,


“Semangat banget lo Ti” kataku,


“Harus dong, lagian gw udah lama gak olahraga” ucap Siti,


“Yaudah jogging di senayan aja Ti” kataku,


“Boleh nanti gw kesini dulu tapi” ucap Siti,


“Iya lah berangkat bareng” kataku,


“Iya Bar” ucap Siti,


Saat aku sedang bercakap-cakap dengan Siti munculah Niken yang langsung masuk ke kamarku dan merebahkan badan nya.


“Gw males masuk deh Bar” ucap Niken,


“Yaudah lo tidur aja, paling lo gak lulus” kataku,


“Lo yang bayarin uang semester gw ya kalau gw gak lulus” ucap Niken,

__ADS_1


“Gak mau ah, gw aja masih beban orang tua” kataku,


“Lagian lo nyuruh gw buat gak lulus” ucap Niken,


“Katanya lo males masuk, ya jangan masuk lah, segala tindakan yang kita lakuin kan pasti ada konsekuensinya” kataku,


“Iya-iya deh!” ucap Niken,


“Emang kayak gitu kan hidup” kataku,


“Iya Bara, bawel deh” ucap Niken,


“Gak tahu ah gelap” kataku,


“Nyebelin” ucap Niken,


Tak terasa waktu terus berdetak seperti jantung yang memompakan darah ke seluruh tubuh, aku terkadang berpikir jika tak ada waktu apakah dunia ini akan serapih ini, apakah akan bisa di atur sedemikian rupa seperti saat ini. aku mengajak kedua temanku untuk segera berangkat ke kampus.


“Jalan ke kampus yuk” kataku,


“Ayo Bar” jawab Siti dan Niken kompak,


“Tumben kompak” kataku,


“Bawel, ayo ah jalan”ucap Niken,


Aku dan kedua temanku segera menuju ke kampus untuk kembali mengikuti ujian akhir semester, tak terasa besok hari terakhir ujian akhir semester di minggu ini namun di minggu depan masih berlanjut karena jatahnnya ujian akhir semester dua mingggu, namun hanya satu mata kuliah perhari. Aku dan kedua temanku sengaja lewat ke kantin sebelum akhirnya kami menuju kelas, kulihat dari kejauhan ada Kak Disa bersama teman-teman nya, aku masih sedikit penasaran dengan Kak Disa, kalau dia masih ada di tempat yang sama aku akan menghampirinya selesai ujian.


Tibalah aku dan kedua temanku di depan kelas temanku yang lain sudah berkumpul menunggu dosen.


“Boleh Nih Bar” ucap Jojo dari kejauhan,


“Tinggal pilih sama usaha sendiri Jo” jawabku,


“Ngeri ah” ucap Jojo,


“Cemen ah, beraninya di belakang doang” kataku,


“Ajarin lah” ucap Jojo,


“Sekolah aja dulu yang bener Jo” kataku,


“Iya dah bang jago” ucap Jojo,


“Kecap merek ayam jago kali” kataku,


“Masuk” ucap Jojo,


Tiba-tiba Stanley mendekatiku,


“Bar balik kuliah gw ke tempat lo bisa gak?” tanya Stanley,


“Terus gimana dong!” ucap Stanley,


“Lo tunggu di kantin aja dulu, nanti gw kabarin” kataku,


“Yaudah, bener ya” ucap Stanley,


“Yakali gw bohong” kataku,


Dosen yang kami tunggu-tunggu pun akhirnya menampakan batang hidungnya dan mempersilahkan kami semua untuk masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku yang sudah di atur serta diberi nomor sesuai dengan nomor absen kami masing-masing. Mulai lah beliau membagikan kertas soal dan lembar jawaban, suasana rasamya jadi sedikit tegang dan mencekam, setelah di persilahkan untuk mengisi soal, mulai lah kubaca satu persatu soal-soal itu kemudian kujawab yang kubisa, yang kurasa belum yakin maka kubiarkan kosong sampai nanti dapat ilham untuk mengisi.


Waktu ujian masih tersisa sekitar tiga puluh menit lagi, namun aku sudah merasa cukup dan yakin dengan jawabanku, aku segera ke depan untuk memberikan kertas soal dan lembar jawaban pada Dosenku.


Aku keluar dari kelas dan mata teman-temanku melihat kearahku, sesaat aku jadi pusat perhatian. Barangkali mereka jadi terburu-buru untuk mengisi jawaban dari soal-soal ujian. Aku menuju ke arah kantin, berharap Kak Disa masih ada disana. Sampai di kantin benar saja Kak Disa masih berasa di tempat duduk yang sama ssperti yang tadi aku lihat sebelum masuk ke dalam kelas, dia hanya berdua dengan temannya, aku memberanikan diri untuk menghampirinya.


* * *


“Hi Kak Disa apa kabar? Boleh ikut duduk?” kataku,


“Hi Bar, boleh dong, kan lo status kita sama” jawab Kak Disa,


“Makasih Kak, belum masuk kelas Kak?” sambungku,


“Belum, nanti jam kedua, gw lagi ngerjain tugas jadi sengaja berangkat pagi” ucap Kak Disa,


“Sistem kebut-kebutan ya Kak” kataku,


“Hehe biasa lah agak sedikit malas” jawab Kak Disa,


“Gw juga terkadang begitu Kok Kak” kataku,


“Sama aja dong berarti” ucap Kak Disa,


“Oia Kak, boleh gak gw minta kontak lo?” tanyaku,


“Buat apa?” ucap Kak Disa,


“Ciee...Cieee berondong” ucap teman sekelas Kak Disa,


“Siapa tahu nanti ada keperluan Kak” kataku tersenyum,


“Hmmmm boleh sih, mana hp lo” ucap Kak Disa,


“Beneran Kak?” kataku,


“Iya” jawab Kak Disa lembut,

__ADS_1


Aku memberikan hpku padanya, dia segera memasukan nomor telepon dan pin BBM nya.


“Makasih ya Kak, nanti kalau gw nanya-nanya soal acara jurusan boleh kan?” kataku,


“Boleh asal jangan ribet!” jawab Kak Disa,


“Siap Kak!” kataku.


Beberapa saat kemudian aku mendapat pesan dari Siti.


“Bar lo di mana?” tanya Siti dalam pesan BBM,


Aku seketika membalasnya.


“Gw di kantin, kenapa?” jawabku dalam pesan BBM,


“Yah, gw di kostan lo nih” kata Siti dalam pesan BBM,


“Yaudah tunggu bentar gw kesitu ya, lo masuk duluan aja kunci gw taro di tempat biasa” kataku dalam pesan BBM,


“Oke” jawab Siti singkat dalam pesan BBM,


Aku segera berpamitan pada Kak Disa karena Siti menungguku di kostan.


“Kak gw duluan ya, ada temen gw di kostan” kataku,


“Yaudah duluan aja Bar” jawab Kak Disa,


“Sampai ketemu lagi ya Kak” kataku sambil beranjak dari tempat dudukku.


“Iya Bar sampai ketemu” jawab Kak Disa.


Aku menuju ke kostanku, di perjalanan aku teringat kalau mau memberikan kabar pada Stanley jika aku telah sampai di kostan.


“Stan gw di kostan nih, lo di mana? Jadi ke tempat gw?” tanyaku dalam pesan BBM,


Setelah berjalan beberapa saat akhirnya aku sampai di kostan dan masuk ke kamarku,


terlihat muka lelah Siti yang sedang terbaring.


“Ada apa Bar di kantin?” tanya Siti,


“Ada senior” jawabku,


“Serius Bar” ucap Siti,


“Iya Ti gw abis ketemu senior” jawabku,


“Oh gitu” sambungnya,


Beberapa saat kemudian Stanley membalas pesanku.


“Sorry Bar gw gak jadi main ke tempat lo, cewek gw ribet” ucap Stanley dalam pesan BBM,


“Bucin mah susah” jawabku dalam pesan BBM,


Aku merasa sedikit lapar padahal tadi pagi sudah sarapan, aku mengajak Siti untuk makan.


“Makan yuk” ajaku,


“Boleh Bar, makan di mana?” tanya Siti,


“Beli nasi padang di tempat biasa aja Ti” kataku,


“Yaudah ayo!” ucap Siti,


Aku dan Siti segera menuju ke tempat nasi padang langgananku dan memesan makan untuk di bungkus, ssperti biasa lauk yang kupilih adalah rendang, namun Siti pun ikut-ikutan memesan rendang. Usai meneriman pesananku aku dan Siti segera kembali ke kostan untuk segera makan. Tiba di kostan tak ada basa-basi kami berdua langsung segera makan.


Seleai makam agak aku sedikit ngantuk jadi aku ingin tidur sejenak.


“Ti gw ngantuk deh, gw mau tidur kayaknya” kataku,


“Gw juga Bar, baru gw mau bilang ke lo kalau gw ngantuk, gw tidur di sini ya Bar” ucap Siti,


“Yaudah Ti, daripada lo kenapa-napa di jalan” kataku,


“Iya Bar” jawab Siti,


Aku dan Siti kemudian tertidur, beberapa jam kemudian kami berdua terbangun secara bersamaan, kulihat jam di tanganku sudah pukul empat sore, aku dan Siti ternyata tertidur cukup lama. Siti segera ke kamar mandi dan kemudian dia solat, usai solat dia berpamitan untuk pulang.


“Bar gw balik ya, takut keburu macet” ucap Siti,


“Yaudah Ti, lo hati-hati di jalan jangan ngebut” kataku,


“Iya Bar, daaah” ucap Siti,


“Iya Ti” jawabku singkat,


Siti pun pulang, kemudian aku pergi ke kamar mandi untuk membasuh seleuruh tubuhku agar terasa lebih segar, usai mandi aku membuat kopi dan merokok di depan kamar. Ketika kopiku sudah habis aku pun kembali ke kamar dan memutar lagu-lagu dari Andy liany dan Nicky astria.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2