
Lembutnya udara pagi mulai merasuki tubuhku perlahan-lahan untuk membangunkanku dari tidur yang lelap semalam tadi, suara-suara penyerunya terdengar ditelingaku yang kemudian di susul oleh lantunan-lantunan bacaan Al-qur'an.
Aku terbangun dan segera menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim yang memeluk agama Islam. Aku memang tak baik sepenuhnya namun setidaknya aku berusaha jadi lebih baik setiap harinya dari waktu ke waktu.
Kicauan burung kembali menghiasi pagiku, aku keluar dari kamarku untuk sekedar berjalan menikmati udara pagi sambil memikirkan pertemuanku dengan Dinda semalam, ada hal yang masih bisa aku rubah namun banyak hal yang tak mampu kurubah.
Biarlah perjalanan ini terus berlanjut walau terkadang banyak hal yang tak kuinginkan terjadi begitu saja dan menghiasi hari-hariku, memberikan warna baru, semangat baru, melahirkan motivasi baru. Aku sadar sebenarnya aku tak perlu membuktikan apa-apa pada kekuarga Dinda karena rasanya begitu sakit untuk kembali padanya.
Aku seperti biasa akan membeli sarapan, namun saat ingin berjalan keluar aku melihat hpku dan ada pesan dari Nayla,
"Bar, besok bisa jemput ke rumah?" ucap Nayla dalam pesan BBM,
Dia mengirim pesan padaku semalam tadi yang tak sempat kulihat karena aku sudah terlelap dan terjaga untuk mengarungi malam yang sempat membuatku meneteskan air mata, akupun segera membalas pesan darinya.
"Maaf Nay semalem gw udah tidur, bisa kok nanti gw ke rumah lo" kataku dalam pesan BBM,
Usai membalas pesan Nayla aku pergi membeli sarapan, rasanya ingin kembali makan bubur ayam pagi ini, karena ketika makan bubur tak perlu mengeluarkan energi berlebih untuk mengunyah dan menelannya.
Sampai kembali di kostan aku naik ke kamar Niken untuk memberikan sarapan yang telah kubeli, aku segera mengetuk pintu kamarnya.
"Tookk....tokkk...tok" suara pintu,
Belum ada jawaban dari Niken jadi pintunya kamarnya kuketuk kembali.
"Tookkk...tokk...tokk" suara pintu,
Setelah terus mengetuk pitunya, akhirnya Niken membukakan pintunya tanpa sepatah kata apapun dan kembali merebahkan tubuhnya. Aku segera menghampirinya dan memegang tangannya.
"Bangun yuk, sarapan" kataku,
"Masih ngantuk, boleh tidur bentar lagi gak" jawab Niken,
"Yaudah, gw tungguin sampe lo puas tidurnya" kataku,
"Sepuluh menit lagi deh bangunin" ucap Niken sambil memejamkan matanya,
Aku duduk di sampingnya sambil menatapnya dan menunggu sepuluh menit untuk kembali membangunkannya. Saat tertidur aja dia cantik apalagi kalau sudah dandan, walau aku lebih suka perempuan tanpa make up namun apa boleh buat kalau tuntutan zaman dan perkembangan dunia kosmetik mengharuskan perempuan berhias diri dan mempercantik penampilannya.
Sepuluh menit berlalu begitu saja, aku mengambil sebuah mangkuk, sendok dan juga segelas air putih, kemudian aku tuangkan bubur ke dalam mangkuk tersebut, aku kembali membangunkan Niken.
"Ken bangun yuk, udah sepuluh menit" kataku sambil mengelus rambutnya,
"Hmmmm iya Bar" jawab Niken dengan mata yang masih terpejam,
"Ayo bangun, ini udah gw siapin sarapan nya" kataku,
"Iya-iya gw bangun" ucap Niken yang mulai membuka matanya,
"Cuci muka dulu gih" kataku,
"Iya Bar" jawab Niken terbangun,
Niken segera menuju kamar mandi, dan aku menunggunya, tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi.
"Kok cuma satu Bar?" tanya Niken,
"Gw sarapan di bawah" kataku,
"Kenapa gak disini aja bareng gw?" ucap Niken,
"Pengen di bawah aja, sekalian mau bikin kopi" kataku,
"Sarapan disini aja, please" ucap Niken,
"Yaudah iya" kataku,
"Yaudah gw ambilin mangkuk satu lagi ya" ucap Niken,
"Iya Ken" jawabku,
Niken mengambilkan mangkuk dan sendok untuku, kami pun segera memulai untuk sarapan.
"Eh Ken gw berangkat duluan ya, gw mau ke tempat teman dulu sebentar" kataku,
"Siapa?" tanya Niken,
"Kepo deh" jawabku,
"Main rahasia-rasiaan, oke deh" ucap Niken,
"Ada perlu bentar Ken, nanti ketemu di kelas aja" kataku,
"Yaudah deh terserah" jawab Niken,
Selesai sarapan aku segera turun ke kamarku untuk membuat kopi, sambil menunggu kopi siap untuk dinikmati aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Usai mandi kulihat hpku ada pesan dari Nayla dan juga Siti.
"Pagi Bar, iya gak apa-apa gw tunggu ya" ucap Nayla dalam pesan BBM,
"Gw on the way ke kostan lo ya Bar" ucap Siti dalam pesan BBM,
Aku segera membalas pesan mereka berdua.
"Pagi Nay, iya gw mandi sama siap-siap dulu ya" kataku dalam pesan BBM pada Nayla,
__ADS_1
"Hati-hati di jalan Ti, lo nanti masuk aja barangkali gw masih di kamar mandi" kataku dalam pesan BBM pada Siti,
Akupun masuk ke kamar mandi, setelahnya aku ke depan kamarku dengan secangkir kopi dan juga rokok yang menjadi teman sejatinya. Ketika sedang menikmati keduanya bersama-sama Siti pun tiba di kostanku. Dia berjalan dari parkiran menuju kamarku.
"Pagi Bar" ucap Siti,
"Pagi Ti, itu sarapan lo di dalam ya" kataku,
"Iya Bar, gw masuk ya, by the way makasih ya" ucap Siti,
"Sama-sama Ti, oia bentar lagi gw mau keluar dulu ya, nanti ketemu di kelas aja ya" kataku,
"Mau kemana Bar?" tanya Siti,
"Biasa ada urusan" kataku,
"Urusan cewek?" ucap Siti,
"Kepo" kataku tersenyum,
"Udah ketebak kok Bar" ucap Siti,
"Apasih sih Ti, sok paranormal lo" kataku,
"Emang urusan apa coba?" tanya Siti,
"Hmmmmm" kataku kembali tersenyum,
"Gak bisa jawab kan?" ucap Siti,
"Iya Ti" kataku,
"Yaudah hati-hati di jalan" ucap Siti,
Aku segera mengambil kunci motorku kemudian bersiap untuk berangkat ke rumah Nayla, sebelumnya aku juga berpamitan pada Siti yang kulihat sedang sarapan di kamarku.
"Gw jalan dulu ya Ti" kataku,
"Iya Bar hati-hati, salam buat ceweknya" ucap Siti,
"Salam balik" kataku,
"Belum juga di sampein Bar" ucap Siti,
"Anggap aja udah Ti, udah ya gw jalan" kataku,
"Iya Bara" jawab Siti,
Aku segera berangkat menuju kediaman Nayla dan keluarganya, dalam perjalanan aku berpikir ini ada apa ya, kok ada perasaan yang tak enak. Sampai di rumah Nayla aku segera menekan bell rumahnya. Beberapa waktu kemudian Nayla keluar dari rumahnya dan langsung memeluku. Aku sedikit kaget dibuatnya.
"Gw putus Bar" jawab Nayla sambil terdengar suara isak tangisnya,
"Sabar ya Nay, yaudah cerita aja kalau emang ada yang mau lo bagi sama gw, gw siap dengerin kok Nay" kataku,
"Iya Bar, ya lo juga tau kalau hubungan gw sama dia udah pasti gak ada ujungnya Bar" ucap Nayla,
"Iya Nay, lo yang sabar ya jangan sampe karena lo putus jadi bikin lo sedih kayak gini, gw ikutan sedih jadinya Nay" kataku,
"Makasih ya Bar lo selalu ada buat gw" ucap Nayla,
"Anytime Nay" jawabku,
Kemudian aku dan Nayla duduk di teras rumahnya.
"Bentar ya Bar gw bikinin minum, lo udah sarapan?" ucap Nayla,
"Gausah repot-repot Nay, gw udah sarapan kok" kataku,
"Curang ih, yaudah gw bikinin teh aja ya" ucap Nayla,
"Iya terserah Nay" jawabku,
Nayla masuk ke dalam untuk membuatkan minum untuku dan aku menunggunya dengan perasaan yang sedikit campur aduk dan bingung. Beberapa waktu kemudian Nayla kembali dengan membawa dua cangkir teh hangat satu untuknya dan satu lagi untukku.
"Di minum ya Bar teh nya" ucap Nayla,
"Iya Nay pasti gw minum, nyokap ada?" kataku,
"Ada di dalam Bar, lagi masak kayaknya" ucap Nayla,
"Jadi rindu masakan nyokap, by the way gw minum teh nya ya Nay" kataku,
"Kan bentar lagi mau liburan, lo kan udah ada rencana pulang, iya Bar minum aja" ucap Nayla,
"Iya kalau dah libur gw pulang sih Nay, lo ikut aja nanti kalau mau liburan" kataku,
"Liat nanti deh Bar, kalau bosen gw nyusul kesana" ucap Nayla,
"Gw tunggu ya Nay hehe" kataku tersenyum,
"Gw ambil tas dulu ya Bar, kita jalan ke kampus sekarang" ucap Nayla,
"Oke Nay" kataku,
__ADS_1
Nayla kembali masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil barang-barang yang ia butuhkan untuk menunjang ujian akhir semester hari ini, aku masih setia menunggunya dengan teh yang perlahan-lahan aku minum dan kuhabiskan seluruhnya. Sepuluh menit kemudian Nayla menghampiriku kembali.
"Bar ini nyokap bawain bekel buat lo" ucap Nayla,
"Kok repot-repot Nay" kataku,
"Nggak ko Bar, sekalian gw juga kan bekel" ucap Nayla,
"Makasih ya Nay, pamit dulu ke nyokap gak?" kataku,
"Gausah Bar, tadi gw udah bilang kok" ucap Nayla,
"Yaudah jalan sekarang yuk Nay" kataku,
"Ayo Bar" ucap Nayla,
Aku dan Nayla segera mempersiapkan diri untuk menenpuh perjalanan menuju ke kampus, agak sedikit aneh hari ini apalagi perihal status Nayla yang sudah single, membuatku sedikit tertekan kalau harus menentukan pilihan. Tiga puluh menit berjalan aku dan Nayla tiba di parkiran kampus.
"Sampe juga Nay, kelas lo di gedung mana?" kataku,
"Iya Bar, di gedung B Bar" ucap Nayla,
"Yaudah gw anter sampe ke depan kelas ya" kataku,
"Iya Bar, makasih ya jangan lupa bekelnya di makan" ucap Nayla,
"Pasti gw makan kok Nay" jawabku,
Aku mengantar Nayla sampai di depan kelasnya, sampai di sana ada Kidoy dan teman-teman Nayla yang lain, aku melambaikan tangan kearah kidoy untuk menyapanya, sudah lama tak bertemu dengan Kidoy dan teman-teman Nayla yang lain. Setelah mengantar Nayla aku segera menuju kelasku yang bersebelahan dengan gedung kelas Nayla yaitu di gedung A.
Sampai di depan kelas Siti dan Niken duduk bersebelahan sambil memegang dan membaca buku catatan mereka masing-masing.
"Darimana aja sih Bar?" tanya Niken,
"Dari tempat teman" jawabku,
Siti hanya tersenyum padaku.
Dosen pengawas ujian pun tiba, beliau menyelamatkanku dari pertanyaan yang mungkin saja muncul dari Niken untuk menggali informasi dan menyudutkanku tentang kemana perginya aku pagi ini. Aku dan seluruh teman kelasku mulai masuk ke dalam kelas untuk mengikuti ujian akhir semester di minggu kedua. Aku tak menghabiskan seluruh waktu yang di berikan untuk mengisi soal-soal itu, seperti biasa aku selalu keluar lebih dulu di banding teman-temanku, bukan karena aku pintar tapi karena aku tak mau buang-buang waktu.
Aku menunggu Siti dan Niken di depan kelas, tapi rasanya bosan, jadi aku pergi ke kantin untuk membeli minuman dan merokok sambil menunggu mereka keluar. Aku mengirim pesan pada Niken.
"Ken gw di kantin ya, bilang ke Siti juga ya" kataku dalam pesan BBM,
Aku sangat menikmati suasan kantin karena banyak yang bisa dilihat selain itu bebas untuk merokok. Kemudian kulihat hp dan Niken membalas pesan dariku.
"Iya Bar, gw kataknya langsung pulang ke kostan, masih ngantuk gw" ucap Niken dalam pesan BBM,
Aku seketika membalas pesan dari Niken,
"Yaudah Ken, gw main dulu di kampus ya, sampai ketemu" kataku dalam pesan BBM,
Aku duduk sendiri di tengah keramaian kantin, karena temanku mungkin saja masih ada di dalam kelas. Beberapa saat menunggu dan menikmati rokok Nayla kembali mengirim pesan padaku.
"Lo di mana Bar?" ucap Nayla dalam pesan BBM,
"Gw di kantin Nay" jawabku dalam pesan BBM,
"Yaudah tunggu, gw kesitu ya" ucap Nayla dalam pesan BBM,
"Iya Nay" kataku dalam pesan BBM,
Sepuluh menit kemudian Nayla menghampiriku dan duduk di sebelahku, kulihat juga teman-teman kelasku sedang berjalan menuju kantin, aku melambaikan tangan pada teman-tamanku tapi mereka mencari tempat duduk lain, mungkin karena tidak mau mengganggu.
"Mau minum apa Nay?" tanyaku,
"Es coklat" jawab Nayla,
"Yaudah gw pesenin ya" kataku,
Aku memesan es coklat untuk Nayla, di tempat biasa aku memesan minuman.
"Bekel nya belum gw makan Nay, nanti di kostan gw makan" kataku,
"Iya Bar, kan baru keluar kelas juga" ucap Nayla,
Nayla terlihat tidak bersemangat, mungkin karena ia masih patah hati karena baru putus dari pacarnya, aku tak berani untuk bertanya-tanya soal hubungan nya takut nanti dia malah terbawa perasaan dan mood nya berubah padaku. Es coklat pun diantarkan oleh pramusaji kantin dan Nayla mulai meminumnya. Belum habis Nayla meminumnya dia mengajakku untuk pulang.
"Bar anterin gw pulang yuk!" ucap Nayla,
"Ayo Nay" kataku,
Aku ingin menghibur Nayla dan mengajaknya pergi jalan-jalan namun kelihatan nya ini bukan hari yang tepat, jadi aku hanya menurutinya untuk mengantarkan nya pulang. Sampai di rumah Nayla aku tak mampir karena ingin memberi ruang sendiri untuk Nayla. Aku pun kembali ke kostan saat tiba kulihat Siti sedang bersiap-siap untuk pulang.
"Lo mau pulang Ti?" tanyaku,
"Iya Bar" ucap Siti,
"Tumben Ti jam segini udah mau pulang" kataku,
"Mau nganter Kaka gw Bar" ucap Siti,
"Oh gitu, yaudah hati-hati ya Ti" kataku,
__ADS_1
Setelah melihat Siti mulai berjalan meninggalkan kostanku, aku segera masuk ke dalam kamar, dan mencoba mencari film untuk menonton nya.