
Aku merasa tak enak hati, seperti akan ada sesuatu yang terjadi pagi ini, kuharap hanya perasaanku saja. Aku menyalakan kameraku dan mulai melihat-lihat hasil hunting foto kemarin bersama dengan geng warna. Bersamaan dengan itu mulai kunyalakan laptopku, sebelum akhirnya hasil foto kemarin kusimpan dalam laptopku dengan folder hunting with geng warna, semoga suatu saat bisa menjadi kenang-kenangan yang bisa membuatku tersenyum.
Dikala aku sibuk memindahkan file foto terdengar ada ketukan pintu, aku segera membukanya, aku cukup terkejut karena yang mengetuk pintu kamarku adalah Nayla.
"Pagi Bar" ucap Nayla,
"Pagi Nay" jawabku sedikit gemetar dan terdiam,
"Kok pagi-pagi udah bengong Bar" ucap Nayla,
"Nggak kok Nay, kaget aja lo pagi-pagi kesini" ucapku,
"Emang gak boleh ya Bar?" ucap Nayla,
"Boleh kok Nay, oia masuk yuk" ucapku,
"Iya Bar, kok tumben belum mandi Bar" ucap Nayla,
"Bau yah? ini mau mandi kok, lagi pindahin file di kamera soalnya" ucapku,
"Wangi kok Bar, oh gitu boleh liat?" ucap Nayla,
"Wangi? masa sih? boleh kok, kalau gitu gw mandi ya" ucapku,
Perasaanku yang merasa tak enak hati terjawab sudah, jika sampai Niken kesini juga aku tak tahu apa yang akan terjadi, aku mengambil hpku sejenak sebelum masuk ke kamar mandi dan aku mengirim pesan pada Siti.
"Ti di kostan gw ada Nayla" kataku dalam pesan BBM,
Aku kemudian masuk ke kamar mandi dan memperindah penampilanku setelahnya, aku masih merasa kebingungan tapi akan kuhadapi saja, cepat atau lambat ini pasti terjadi, kuanggap lebih cepat lebih baik. Aku keluar dari kamar mandi dan Nayla masih melihat-lihat hasil fotoku kemarin.
"Bagus-bagus Bar fotonya, kok gak ngajak kalau mau hunting foto" ucap Nayla,
"Iya Nay, kemaren abis kelas langsung jalan jadi gak sempet ngajak, lain kali ya Nay, lagian kan kita bisa hunting berdua doang" ucapku,
"Gak apa-apa kok Bar, iya bisa lain kali, oia Bar hampir lupa gw bawa sarapan buat lo, sarapan bareng yuk" ucap Nayla,
"Repot banget Nay pagi-pagi bawain sarapan" ucapku,
"Gw emang sengaja bikin ini buat lo" ucap Nayla,
"Makasih banyak Nay, oia gw bikin kopi dulu ya" ucapku,
"Iya Bar" ucap Nayla,
"Hampir lupa, lo mau minum apa?" ucapku,
"Air putih aja Bar" ucap Nayla,
"Gw buatin teh aja yah" ucapku,
"Yaudah terserah asal jangan ngerepotin" ucap Nayla,
"Nggak lah Nay" ucapku,
"Yaudah boleh Bar" ucap Nayla,
Aku segera membuat kopi dan juga teh untuk Nayla, saat aku sedang menuangkan air panas pada kedua cangkir ada suara Siti memanggilku dari luar.
"Bar...Bar...Bar" ucap Siti,
"Iya masuk" jawabku,
Kemudian Siti masuk dan sedikit terkejut ada Nayla di kamarku.
"Hai!" ucap Siti pada Nayla,
"Iya" jawab Nayla tersenyum,
"Sarapan bareng ayo Ti" kataku,
"Gausah Bar, gw keatas dulu deh kalau gitu" ucap Siti,
"Bener Ti gak mau?" tanyaku,
"Iya Bar, gw keatas dulu ya" ucap Siti,
"Yaudah terserah lo Ti" ucapku,
Siti beranjak dari kamarku dan sepertinya dia menuju ke kamar Niken, bisa di pastikan kalau Siti belum membaca pesanku. Selesai membuat kopi dan juga teh aku melihat hpku.
"Gila lo Bar, pagi-pagi dah mau bikin masalah" ucap Siti dalam pesan BBM,
"Gimana Ti, gw juga kaget kan gak bisa dicegah, lagian cepat atau lambat kan juga pasti kejadian kayak gini" jawabku dalam pesan BBM,
"Iya Bar, gw coba alihin perhatian Niken supaya gak ke kamar lo, kalau bisa lo berangkat cepet" ucap Siti dalam pesan BBM,
"Maksih ya Ti, pengertian juga lo" ucapku dalam pesan BBM,
__ADS_1
"Kali ini aja ya Bar, besok-besok hadapin sendiri" ucap Siti dalam pesan BBM,
"Iya Ti, gw ngerti kok konsekuensinya" ucapku dalam pesan BBM,
Aku melihat kearah Nayla,
"Pagi-pagi udah sibuk sama hp nya" ucap Nayla,
"Iya maaf Nay, gak maksud nyuekin lo" kataku,
"Gak apa-apa kok Bar, sarapan yuk" ucap Nayla,
"Iya Nay" ucapku,
"Sini gw suapin Bar" ucap Nayla,
"Duh jadi kayak anak kecil Nay" ucapku,
"Gak apa-apa kali, gak mau yah kalau gw suapin" ucap Nayla,
"Mau kok" ucapku,
"Yaudah sini" ucap Nayla,
Nayla mulai menyuapiku, merasakan perhatiannya aku senang, tapi jadi berpikir ini bisa selamanya atau tidak. Akhirnya aku dan Nayla menyelesaikan sarapan kami. Kopiku hanya sempat kuminum sedikit sebelum aku mengajak Nayla untuk segera berangkat ke kampus.
"Jalan sekarang yuk Nay kita ke kantin dulu" ucapku,
"Boleh sih Bar, gw juga janjian sama anak-anak di kantin" ucap Nayla,
"Pas kalau gitu Bar" ucapku,
"Yaudah ayo jalan sekarang Bar" ucap Nayla,
Beruntung Nayla tidak berpikir negatif, untuk kali ini aku selamat, bisa menghindari perang dunia yang mungkin saja terjadi. Aku mungkin harus pilih salah satu atau bisa jadi tak dapat keduanya. Aku dan Nayla segera berjalan menuju kampus, sebelum itu aku sempat mengirim pesan kepada Siti,
"Gw udah jalan ke kampus Ti, gw ke kantin dulu" ucapku pada Siti dalam pesan BBM,
Saat diperjalanan Siti membalas pesan dariku.
"Syukur deh Bar, gw ngulur waktu ya biar gw sama Niken langsung ke kelas" ucap Siti dalam pesan BBM,
"Iya Ti terserah, kalau ketemunya di kampus kan gak begitu mencurigakan" ucapku dalam pesan BBM,
"Ah lo mah Bar, paling bisa kalau ngeles" ucap Siti dalam pesan BBM,
"Mau pesan apa Nay?" tanyaku,
"Minum aja Bar, es mocca boleh Bar" jawab Nayla,
"Yaudah tunggu ya Nay" ucapku,
"Iya gw gak akan kemana-mana kok" ucap Nayla,
Aku segera memesan dua es mocca, aku ssbenarnya tak terlalu suka manis, tapi kali ini aku ikut-ikutan saja. Beberapa waktu kemudian es mocca kami pun diantarkan oleh pramusaji.
"Temen-temen lo belum pada dateng Nay?" tanyaku,
"Biasa Bar, paling juga nanti mepet-mepet pada baru dateng, kebanyakan sih yang kesiangan" ucap Nayla,
"Namanya juga anak muda Nay, kayak gak niat kuliah ya" ucapku,
"Terlalu menganggap santai mungkin Bar" ucap Nayla,
"Gw juga kadang kayak gitu kok Nay" ucapku,
"Tapi kan kalau lo gak setiap hari Bar, ini aja lo udah bisa ke kampus jam segini, kalau jemput gw aja lo gak pernah telat" ucap Nayla,
"Semua kan tergantung niat Nay" jawabku tersenyum,
"Syukur deh kalau niat lo baik Bar" ucap Nayla,
"Insyaa Allah Nay" ucapku,
Selang beberap saat ketika aku sedang berbincang dengan Nayla, teman-teman Nayla mulai terlihat.
"Bar itu temen-temen cewek gw, gw ke mereka ya" ucap Nayla,
"Yaudah gak apa-apa Nay, santai kok" ucapku,
"Gak marah kan Bar?" tanya Nayla,
"Nggak lah, kayak anak kecil aja gitu doang marah" kataku,
"Yaudah gw kesana ya" ucap Nayla,
"Iya Nay, gw juga bentar lagi ke depan kelas deh kayaknya" ucapku,
__ADS_1
Nayla beranjak dari sampingku untuk menuju teman-teman sekelasnya yang lain, selang beberapa saat akupun beranjak dari kantin untuk menuju kelas, ternyata rokok ku ketinggalan tapi baguslah bisa hidup sehat pagi ini. Kedatangan Nayla yang tiba-tiba membuatku sangat terkejut tapi masih ada dewa penolong bernama Siti.
Sampai di depan kelas kulihat ada Icha dan juga Rani, akupun menghampiri mereka berdua.
"Berdua doang Cha yang lain mana?" tanyaku
"Masih pada di jalan, lo tumben sendirian Bar" ucap Icha,
"Iya Cha, tadi sama teman tapi beda kelas" ucapku,
"Oh gitu, ya tumben aja lo sendiri biasa lo kan sama Siti dan Niken terus" ucap Icha,
"Masih pada di kostan mereka" kataku,
Teman-teman kelasku yang lain mulai berdatangan, tak terkecuali denga Niken dan Siti. Mereka berdua menghampiriku kemudian duduk persis di sebelahku.
"Kok lo ninggalin kita sih Bar?" ucap Niken,
"Tadi abis nganterin temen Ken" jawabku,
"Temen apa temen" ucap Siti,
"Temen lah Ti, kan lo tahu gw single" ucapku,
"Siap Bar?" tanya Niken,
"Yang waktu itu ketemu lo juga di kantin, anak grafis" ucapku,
"Oh" ucap Niken,
"Udah gitu doang Ken?" ucapku,
"Emang harus bilang wow gitu Bar" ucap Niken,
"Gak perlu berlebihan kayak gitu juga sih Ken" ucapku,
"Yaudah sih kalau gitu, suka-suka gw kan mau ngomong apa" ucap Niken,
"Iya lo kan maha benar" ucapku,
"Hmmmm mulai deh" ucap Siti,
Ditengah percskapan itu dosen pengawas kami pun tiba dan kami semua segera masuk ke dalam kelas untuk mengikuti ujian akhir semester seperti biasa. Saat waktu ujian telah tiba aku mulai membaca soal-soal yang tertera, aku merasa menguasai materi-materi saat perkuliahan berlangsung jadi cukup mudah untuk kuisi. Aku meninggalkan kelas lebih dulu, tak lama Siti menyusul.
"Tumben lo buru-buru keluar Ti?" tanyaku,
"Sekali-kali Bar, ngikutin orang sesat kayak lo" ucap Siti,
"Ngeledek lo ya, emang gampang kan soalnya Ti" ucapku,
"Gampang menurut lo belum tentu gampang menurut orang lain" ucap Siti,
"Yaudah sih Ti jangan ngegas" kataku,
"Abis gw kesel sama lo Bar" ucap Siti,
"Iya maaf Ti, by the way makasih ya tadi pagi udah nolongin gw" ucapku,
"Inget kali ini aja ya Bar, besok-besok gw gak ikut-ikutan" ucap Siti,
"Iya Ti gw juga gak bakal ngelibatin lo" ucapku.
Niken dan teman-temanku yang lain kemudian silih berganti keluar dari kelas.
"Balik yuk Ken" ucapku,
"lo duluan aja Bar, gw mau main dulu sama anak-anak" jawab Niken,
"Yaudah deh" ucapku,
Hanya aku dan Siti yang pulang ke kostan, cukup banyak waktu yang aku habiskan dengan Siti tapi aku merasa biasa-biasa saja, kuharap terus begini agar tak menjadi tambah rumit hatiku. Sampai di kostan Siti langsung berpamitan padaku.
"Gw langsung balik ya Bar" ucap Siti,
"Buru-buru banget marah ya?" ucapku,
"Nggak kok Bar, lagi pengen pulang cepet aja, lagian ujian dikit lagi berakhir" ucap Siti,
"Gak mau makan dulu gitu" ucapku,
"Gw makan di rumah aja Bar" ucap Siti,
"Yaudah deh Ti, hati-hati" ucapku,
"Iya Bar, sampe ketemu besok" ucap Siti,
Usai berpamitan Siti pun segera meninggalkan kostanku, aku kembali menyalakan laptopku dan melihat foto-foto yang kemarin kuambil, merasa sudah masuk jam makan siang akupun membeli nasi padang langgananku. Usai makan aku menghabiskan waktu dengan bermain game di laptopku. Aku memang sering lupa waktu jika sudah bermain game namun itu yang kusuka jadi aku tak begitu peduli orang mau berkata apa, akupun tak pernah usil dan mengurusi hidup meraka namun terkadang ada saja orang yang usil padaku, yang bisa kujaga adalah perkataan dan perbuatanku, sisanya bukan urusanku dan akan kubiarkan begitu saja.
__ADS_1