Dua Mata Satu Kacamata

Dua Mata Satu Kacamata
Hari Terakhir


__ADS_3

Aku terbangun oleh suara dering telponku, aku merasa sangat tidak bersemangat hari ini, rasanya lelah tapi tak tahu apa penyebabnya, untuk sekedar mengangkat telpon pun rasanya aku tak kuasa.


Aku mencoba memaksa untuk duduk sambil membersihkan mataku dari sisa kantuk ku, Aku mulai mengambil hp ku dan melihat panggilan telpon itu, Nayla. itulah nama yang muncul di panggilan masuk telponku. Seketika aku menjadi punya energi untuk melewati hari, aku pun segera mengangkat telepon tersebut.


"Halo Nay, selamat pagi" Kataku,


"Pagi Bar, Bar gw mau ke kostan lo, lo mau gw buatin sarapan apa?" Jawab Nayla,


"Jangan repot-repot Nay" Jawabku,


"Gak ko Bar, gw seneng malah" Ucap Nayla,


"Yaudah terserah deh Nay, apapun gw makan ko asal enak hehe" Jawabku tertawa kecil,


"Tunggu gw ya Bar" Ucap Nayla,


"Pasti dong Nay, by the way gw belum mandi" Kataku,


"Pantes baunya kecium sampe sini" Ucap Nayla,


"Emang gw sebau itu ya?" Tanyaku,


"Becanda kali gw Bar" Ucap Nayla,


"Iya tahu ko Nay, oia emang lo udah mandi? Pasti belum kan hahaha" Kataku tertawa,


"Tahu aja deh Bar, dasar paranormal" Ucap Nayla,


"Gw nebak aja sih Nay" Kataku,


"Yaudah deh Bar, sampe ketemu ya, daaahh" Nayla menutup telepon.


"Iya Nay" Jawabku,


Hari ini hari terakhirku ujian, di pikiranku sudah terbayang agenda liburan, sepertinya menyenangkan tapi masih jomblo dan masih berusaha untuk move on.


Aku meregangkan badanku sejenak, melakukan olahraga kecil sebelum akhirnya aku masuk ke kamar mandi, tak lupa kuambil segelas air putih untuk menyegarkan tenggorokanku yang terasa sedikit kering.


Usai minum aku segera masuk ke kamar mandi, beberapa saat di dalam kamar mandi aku masih berdiam diri, seperti kosong dan termenung. Kupaksa untuk membuka pakaianku dan mulai menyiramkan air ke tubuhku sebelum akhirnya kuguyur kepalaku yang dingin akibat ulah air conditioner yang menyerangku malam tadi.


Selesai mandi aku segera membuka lemari pakaianku untuk memilih baju macam apa yang akan kupakai hari ini, setelaha beberapa saat memilah-milah, akhirnya kuputuskan untuk memakai kemeja berwarna putih dan celana jeans kesayangan yang sudah lama tak kucuci, sengaja biar terlihat keren, walau tak kucuci tapi tak lupa aku selalu menyemprotkan pewangi pakaian agar tak tercium bau ************.


Aku membuat secangkir kopi pahit seperti pagi-pagiku sebelumnya, mudah-mudahan bisa menambah sedikit semangat, aku segera membawa kopi dan rokok ku ke depan kamar untuk membunuh waktu dan menunggu sang pujaan hati datang.


Sesaat sedang menikmati kopi dan rokok, Siti tiba di kostanku lebih dulu, dasar jaelangse. Datang tak diundang pulang tak diantar. Setelah memarkirkan motornya di tempat biasa, Siti langsung menghampiriku dan memtahkan rokok yang sedang kuhisap.


"Yaelah Bar masih aja ngerokok" Ucap Siti,


"Rese deh lo Ti, lo pikir beli rokok pake tai" Kataku,


"Jahat banget sih Bar kata-kata lo" Ucap Siti,


"Sejak kapan sih Ti lo jadi baperan gini" Kataku,


"Sejak gw temenan sama lo Bar" Jawab Siti,


"Bawa-bawa pertemanan sama gw lagi, bukan nya lo baperan gara-gara mantan lo?" Kataku,


"Udah lupa tuh" Ucap Siti,

__ADS_1


"Lupa di mulut, tapi di hati masih ngarep kan lo" Kataku,


"Apaan sih lo Bar, udah deh" Ucap Siti,


"Oia Ti, Nayla mau kesini" Kataku,


"Terus gw harus cabut gitu?" Ucap Siti,


"Gausah lo disini aja, gw kan bukan orang mesum" Kataku,


"Bagus deh kalau gitu, gw laper nih Bar" Ucap Siti,


"Laper bilang gw, emang gw emak lo Ti" Kataku,


"Lo hari ini aneh deh Bar, biasanya lo nyuruh gw sarapan" Ucap Siti,


"Lagi kerasukan kali gw Ti" Kataku,


"Iya serem, lo kayak mak lampir Bar" Ucap Siti,


"Minta dicium lo Ti" Kataku,


"Dasar cabul" Ucap Siti,


"Apa sih Ti, yaudah lo bikin sendiri aja sarapan nya, soalnya gw kan mau ada yang bawain sarapan" Kataku,


"Oh gitu sekarang Bar, mentang-mentang punya gebetan deh" Ucap Siti,


"Sirik aja lo, udah sono masuk jangan berisik" Kataku,


"Iya deh, byee Bara" Ucap Siti,


"Makin lama makin gajelas lo" Kataku,


"Pagi Nay" Ucapku,


Nayla membuka helmnya.


"Pagi juga Bar" Jawab Nayla,


"Macet gak Nay jalanan?" Tanyaku,


"Masih lancar ko Bar" Jawab Nayla,


"Syukur deh kalau gitu Nay, masuk yuk! ada Siti sih di dalem lagi bikin sarapan" Ucapku,


"Yaudah ayo Bar" Ucap Nayla,


Aku dan Nayla berjalan dari parkiran kostanku menuju kamar kesayangan yang terkadang rapih, karena di bantu Siti untuk merapihkannya. Sampai di dalam kamar Siti terlihat sibuk membuat sarapan seolah-olah seperti chef profesional.


"Hai Ti" Ucap Nayla,


"Hai Nay" Jawab Siti,


"Sarapan bareng yuk Ti" Ucap Nayla,


"Iya Nay, ini gw lagi bikin kok" Jawab Siti,


"Ini aja Ti, gw bawain cukup kok buat kita bertiga" Ucap Nayla,

__ADS_1


"Gak apa-apa Nay nanggung udah mau selesai nih" Jawab Siti,


Aku dan Nayla menunggu Siti selesai membuat sarapan paginya, setelah beberapa saat kami bertiga pun segera memulai untuk sarapan.


"Cobain nih Ti masakan gw" Ucap Nayla,


"Boleh Nay" Jawab Siti,


Siti pun mulai mencoba masakan Nayla,


"Enak Nay, lo jago masak juga" Ucap Siti,


"Gak ko Ti, masih belajar kadang masih suka keasinan" Ucap Nayla,


"Kalau keasinan lo pengen nikah kali Nay" Ucap Siti,


"Ah lo mah Ti suka gitu" Ucap Nayla,


Ditengah-tengah saat kami bertiga sarapan tiba-tiba Niken masuk ke kamarku yang tak ku tutup pintunya.


"Eh rame" Ucap Niken,


"Iya Ken, sini sarapan bareng" Ucapku,


"Gausah der Bar, gw belum laper" Jawab Niken,


"Oia Ken ini kenalin Nayla" Ucapku,


"Oh iya Bar" Jawab Niken,


Niken dan Nayla pun berkenalan, mata Niken tertuju padaku tapi aku coba untuk menunduk dan tak membalas untuk menatapnya.


"Gw duluan ke kampus deh ya" Ucap Niken,


"Yakin? gak nunggu kita dulu Ken?" Ucapku,


"Nggak Bar, gw duluan ya" Ucap Niken,


Niken pun berlalu dari kamarku, ada rasa canggung yang kurasakan setelahnya. Beberapa menit berlalu dan kami bertiga menyelesaikan sarapan pagi. Setelah itu kami bertiga segera berangkat ke kampus, aku dan Siti berpisah saat tiba di dalam kampus karena aku mengantar Nayla ke depan kelasnya terlebih dahulu, sebelum aku menuju kelasku.


Seperti biasa teman-teman kelasku selalu gaduh saat berada di depan kelas dan menunggu dosen, aku menghampiri teman-teman tongkronganku.


"Makin keren aja lo Bar" Ucap Jojo,


"Lo naksir gw Jo?" Jawabku,


"Apel makan apel dong kalau gw naksir lo Bar" Ucap Jojo,


"Ya abis lo bilang gw makin keren" Kataku,


"Yaelah basa-basi kali Bar" Ucap Jojo,


"Lo kan emang udah basi Jo, Hahaha" Ucapku,


"Sial lo Bar" Jawab Jojo,


"Emang lo basi Jo" Ucap Botak,


"Bukan gw doang kan yang ngomong lo basi Jo" Ucapku,

__ADS_1


"Kalian gak asik" Ucap Jojo,


Saat perbincangan kecil itu terjadi dosen kami pun tiba, segera mungkin kami semua masuk ke dalam kelas dan memilih tempat duduk, aku melihat dari kejauhan raut muka Niken yang sedikit badmood, sedikit merasa bersalah karena aku tak mampu menjaga perasaan Niken.


__ADS_2