
Terlalu asik mendengarkan lagu-lagu rock tahun sembilan puluhan nyatanya membuatku seketika tertidur kembali, agaknya kurang puas tidurku atau aku sudah terjangkit virus tukang tidur, namun tepat pukul sembilan malam aku terbangun, kulihat hpku ada notifikasi pesan dari Nayla.
* * *
“Selamat malam Bar, gw lagi gabut banget di rumah, pergi cari makan keluar yuk!” ucap Nayla dalam pesan BBM,
Nayla mengirim pesan padaku satu jam yang lalu, seketika aku langsung membalas pesan darinya.
“Gw baru bangun tidur, lo lagi apa?” jawabku dalam pesan BBM,
Aku ke kamar mandi mencuci muka, kemudian mengganti baju dan memakai parfum sambil menunggu balasan dari Nayla aku pergi untuk merokok. Beberapa menit kemudian saat aku sedang menikmati rokok hpku kembali memberikan notifikasi.
“Oh gitu ya Bar, gimana bisa nggak?” ucap Nayla dalam pesan BBM,
“Maaf Nay gw belum konek tadi, bisa kok, bentar gw siap-siap dulu baru ke rumah lo” kataku dalam pesan BBM,
“Yaudah Bar gw tunggu ya, sampe ketemu” balas Nayla dalam pesan BBM,
Aku mengambil jaket ke kamarku dan segera berangkat untuk menuju rumah Nayla, jalanan sudah mulai sepi jadi aku bisa lebih cepat sampai di rumah Nayla, dua puluh menit kemudian aku sampai di depan rumah Nayla, aku pun langsung menghubunginya sambil menekan bell yang ada di depan rumahnya.
* * *
“Nay gw udah di depan rumah lo” kataku dalam pesan BBM,
Tak lama Nayla keluar dari rumahnya dengan baju perginya yang terlihat anggun di mataku, aku sedikit terpana melihat gaya Nayla pada malam ini.
“Cantik banget Nay” kataku memujinya sambil tersenyum,
“Gombal deh Bar” jawab Nayla,
“Jujur di bilang gombal, kalau bohong di bilang gembel hehe” kataku sambil tertawa kecil,
“Bisa aja deh, ayo jalan!” ucap Nayla,
“Ayok, tapi mau makan dimana?” kataku,
“Makan di sekitaran taman Izmail marzuki aja Bar” ucap Nayla,
“Pasti lo mau makan bakmie ya? Gw nebak aja sih” kataku,
“Kok lo tahu sih, mulai kan jadi cenayangnya” ucap Nayla tersenyum,
“Syukur deh kalau bener, Sorry Nay gw pakein helm yah” kataku sambil memakaikan helm pada Nayla,
“Makasih ya Bar” ucap Nayla,
“Iya Nay, oia udah izin nyokap?” kataku,
“Udah kok, santai dia mah apalagi perginya sama lo” ucap Nayla,
“Yaudah, Bismillah ya” kataku,
“Iya Bar, Bismillah” jawab Nayla,
Aku dan Nayla pergi ke arah taman Izmail marzuki untuk sekedar makan bakmie dan melewati malam ini bersama-sama.
“Besok ada jadwal ujian nggak Bar?” tanya Nayla dalam perjalanan,
“Ada kok tapi siang, lo gimana?” tanyaku kembali padanya,
“Gw juga siang, jadi bisa sedikit begadang” jawab Nayla,
“Bagus deh, kalau gw udah kenyang tidurnya bisa sampe pagi gak tidur” jawabku,
“Jangan Bar, nanti lo harus tidur walau cuma sebentar, biar gak pusing besok pas ngisi ujian” ucap Nayla,
“Kalau pusing kan bisa panggil dokter Nay, tapi dokter nya lo ya” kataku,
“Bisa salah kasih obat kalau gw dokternya, kan bukan profesi gw” jawab Nayla,
“Gak apa-apa, sesekali biar gw fly hehe” kataku sambil tertawa kecil,
Nayla menepuk pundaku sambil berkata:
“Jangan dong Bar, nanti lo kecanduan lagi” ucap Nayla,
“Bagus dong, jadi gw gak bisa jauh-jauh dari lo” kataku,
“Kan gombal lagi” ucap Nayla,
“Tapi seneng kan?” tanyaku,
“Hmmmm.....seneng kok” jawab Nayla malu-malu,
“Kalau lo seneng gw juga seneng kok Nay” jawabku,
Tak terasa kami berdua akhirnya sampai di depan bakmie yang tempo hari pernah kami makan, seperti biasa selalu ramai pengunjung karena rasanya yang terbukti enak. Kami berdua segera di persilahkan duduk oleh pramusaji dan di berikan menu mereka.
Aku memesan bakmie dengan pangsit, dan ternayata Nayla pun memesan menu yang sama denganku. Tak lupa aku memesan es jeruk agar terasa segar setelah makan. Aku pikir kami akan menunggu lama karena terlihat ramai namun bebrapa menit kemudian pesanan kami mulai di antarkan oleh pramusaji, seperti biasa minuman akan terlebih dahulu di sajikan di meja kami sebelum makanan utamanya tiba.
__ADS_1
Aku langsung meminum sedikit es jeruk agar tenggorokanku tak mengering karena sudah terlalu banyak berbicara dan mengeluarkan energi.
* * *
“Gimana ujian Nay, lancar?” tanyaku,
“Sejauh ini sih lancar, lo gimana?” ucap Nayla bertanya kembali padaku,
“Gw sih kalau bisa gw isi, kalau gak bisa gw biarin kosong daripada di jawab tapi asal-asalan malah terlihat bodohnya, iya gak sih?” kataku,
“Bagus juga sih prinsip lo Bar walau sedikit menyesatkan, tapi ada benernya juga kok” ucap Nayla,
“Selain itu biar gw bisa keluar lebih cepet dari kelas dan membuat teman-teman gw panik keburu-buru sama waktu, padahal gw gak isi semuanya hehe” kataku tertawa kecil,
“Makin sesat deh, tapi kalau gw jadi teman kelas lo pasti kesel deh sama lo” ucap Nayla,
“Mungkin aja mereka juga kesel sama gw, tapi gw sih bodo amat” kataku,
“Parah ih, emang gak kasian sama teman-teman nya yang beneran gak bisa ngisi” ucap Nayla,
“Kadang mikirin juga sih tapi daripada gw bengong di kelas terus kesambet mending gw keluar duluan” jawabku,
“Emang ada setan yang suka sama lo Bar?” ucap Nayla meledeku,
“Belum gw tanya sih, abis mereka gak keliatan Nay” kataku tersenyum,
“Lucu deh Bar, masa lo mau nanya setan” ucap Nayla yang juga tersenyum,
“Kalau keliatan beneran gw tanya tuh setan Nay” kataku,
“Udah ah serem Bar, jadi bahas setan deh” ucap Nayla,
“Seremin juga di tinggalin orang yang kita sayang Nay” kataku,
“Bisa aja, dasar raja gombal” ucap Nayla,
Saat sedang asik berbincang makanan utama kami pun diantar oleh pramusaji perempuan, padahal tadi yang mengantar menu dan minuman pramusaji laki-laki, tapi tak mengapa itu bukan soal yang bisa di persoalkan.
* * *
“Makan dulu yuk Nay” kataku,
“Iya Bar, selamat makan” jawab Nayla,
“Selamat makan Nay” kataku,
Kami berdua makan pelan-pelan dan satu suap satu suap, kalau langsung di makan seluruhnya tak akan muat karena kami bukan ular yang bisa menelan makan dengan bulat-bulat. Beberapa menit berlalu aku sudah selesai makan di susul oleh Nayla sesaat kemudian.
* * *
“Ngerokok aja santai Bar, yang lain juga pada ngerokok kok” jawab Nayla,
Aku segera menyalakan rokok ku sambil sedikit demi sedikit meminum sisa es jeruk, aku merasa masih haus jadi kupanggil pramusaji untuk memesan es jeruk kembali.
“Nay ada tambahan gak, gw mau es jeruk lagi” kataku,
“Boleh Bar gw juga mau” ucap Nayla,
Setelah pramusaji perempuan menghampiriku aku segera memesan dua gelas es jeruk padanya. Beberapa menit kemudian dia mengantarkan tambahan pesanan kami berdua, sambil melanjutkan merokok aku pun perlahan meminum es jeruk tersebut.
“Abis ini mau kemana lagi Nay” tanyaku,
“Bebas sih, nongkrong dulu di sekitar sini aja Bar” jawab Nayla,
“Boleh, by the way lo jarang latihan teater?” tanyaku,
“Jarang Nar, kan lagi ujian, lagian kalau ujian libur latihan sih” ucap Nayla,
“Oh gitu Nay, kapan-kapan gw temenin lagi deh” kataku,
“Cieee yang mau nemenin” ucap Nayla meledeku,
“Malah di ledekin” kataku tersipu malu,
“Tapi makasih loh Bar udah perhatian” ucap Nayla,
“Dengan senang hati” jawabku tersenyum,
“Senyum mulu, pake Pepsodent ya” ucap Nayla,
“Tahu aja lagi” kataku,
“Kan top of mine” jawab Nayla,
“Belajar darimana top of mine” kataku,
“Gw kan bergaul sama lo hehe” ucap Nayla tersenyum.
“Cari tempat lain yuk Nay, kasian takut ada orang lain mau makan” kataku,
__ADS_1
“Ayo Bar” jawab Nayla,
Setelah membayar aku dan Nayla segera meninggalkan tempat bakmie kemudian kami berdua duduk di sekitaran taman Izmail marzuki sambil melihat dan mengamati aktivitas malam di taman ini. Tiba-tiba Nayla meletakan kepalanya di pundaku kemudian kurespon dengan memegang tangan nya.
“Dingin juga ya Bar angin nya” ucap Nayla,
“Iya Nay, untung pakai sweater” kataku,
“Tapi gak ngaruh-ngaruh banget Bar, tetep agak dingin” ucap Nayla,
“Mau cari tempat lain? Atau cari minuman anget yuk” kataku,
“Boleh Bar, kemana?” tanya Nayla,
“Cari angkringan yuk, enak kayaknya minum susu jahe” kataku,
“Ih gw juga mau” ucap Nayla antusias,
“Yuk!” ajaku sambil kupegang tangan nya menuju motor.
Kami berdua meninggalkan taman Izmail marzuki dan mencari angkringan ka kearah cikini, sampai di daerah cikini kami menemukan Zuper angkringan tepatnya di jalan pegangsaan, kami segera dan memarkirkan motor, kemudian memesan susu jahe dan beberap sate khas angkringan. Setelah memesan kami berdua duduk di lesehan bersama serta berbaur dengan pengunjung lain. Beberapa menit kemudian pesanan kami diantarkan, Aku langsung meminum susu jahe perlahan untuk mengahngatkan tubuh.
* * *
“Enak Nay susu jahenya, manis nya pas” kataku,
“Iya Bar, makan sate nya Bar” ucap Nayla,
“Bareng dong masa gw makan sendiri” kataku,
“Nih gw mau makan” ucap Nayla sambil mengambil sate,
Kami berdua sangat menikmati suasan malam dan menu makanan yang ada di hadapan kami, tak terasa sedikit demi sedikit makanan dan minuman kami pun mulai berkurang bahkan bisa di katakan hampir habis, sate usus, sate ati ampela dan juga sate telur puyuh merupakan favoritku.
Udara malam terasa semakin dikin, aku merasa kasiam pada Nayla, aku pun mengajaknya untuk segera pulang takut dia jadi sakit.
“Nay pulang yuk, cuacanya gak bagus” kataku,
“Ayo Bar” ucap Nayla,
“Yaudah gw bayar dulu yak” kataku,
Setelah membayar aku dan Nayla menuju parkiran helm, kembali kukenakan helm pada Nayla kemudian setelah itu kami berdua segera pulang. Tujuan pertama sudah pasti ke rumah Nayla. Dalam perjalanan Nayla memeluku.
“Dingin banget Bar, pelan-pelan aja” ucap Nayla berbisik,
“Oke Nay, maaf ya” jawabku,
Aku segera mengurangi kecepatan laju motorku, satu sisi aku senang Nayla memeluku tapi aku juga berpikir tak mungkin bisa seperti ini terus. Setelah menempuh perjalanan yang lalu lintasnya bisa di katakan sepi akhirnya kami berdua sampai di depan rumah Nayla, aku segera turun untuk melepas helm Nayla sambil berpamitan padanya.
“Nay gw pulang yak, salam buat nyokap, by the way makasih” kataku,
“Iya Bar hati-hati di jalan makasih juga, kabarin kalau udah sampe, pasti gw salamin ke nyokap” ucap Nayla,
Aku melambaikan tanganku pada Nayla, kemudian dia membalas lambaian tanganku tersebut dengan senyuman manis di wajahnya, aku pun spontan membalas senyumnya. Kemudian aku segera berjalan dari rumah Nayla dengan kecepatan sedang untuk menuju kostan. Memang udara malam ini terasa sangat dingin apalagi bagi para jomblo yang tak punya gebetan. Sungguh menyedihkan.
Aku sampai di kostan dan segera menuju kamarku, di dalam kamar aku segera mengganti pakaianku dengan pakaian tidur, tak lupa aku mengirim pesan pada Nayla.
“Gw udah sampe ya Nay, good night” kataku dalam pesan BBM,
Sesaat kemudian Nayla membalas pesan dariku.
“Syukur deh Bar, good night too” jawab Nayla dalam pesan BBM.
Aku tersenyum membaca pesan Nayla, kemudian kuputar lagu dari Voodoo yang berjudul “Salam untuk dia”. Malam yang indah walau sedikit tak kondusif karena angin yang berhembus kencang, perlahan aku mencoba memejamkan mata dengan pikiran yang masih teringat pada sosok Nayla.
"Aku ada untuk Kita"
"Setiap senyuman yang kau berikan untuku akan kubalas dengan senyuman jua"
"Setiap amarah yang kau luapkan padaku akan tetap kubalas dengan senyuman"
"Aku tak peduli seberan berat jalan dan usaha untuk mendapatimu tetap di sampingku"
"Yang kutahu semua yang terjadi antara aku dan kamu adalah sebuah kesengajakan yang Tuhan persiapkan"
"Bersama denganmu adalah ketidakmungkinan yang terus-menerus kuperjuangkan dan kamu pun berbuat demikian"
"Kita hanya dua manusia yang sedang berusaha saling memberi kasih sayang dan menguatkan satu sama lain"
"Aku tak tahu akan berakhir seperti apa, namun aku mencoba untuk tidak memberimu rasa sakit sebisaku"
"Akan tetap kujaga semua ini sampai aku dan kamu menjadi sepasang kekasih yang hanya bisa di pisahkan oleh panggilan Tuhan saat ajal sudah menjemput dan terlihat di pelupuk mata".
__ADS_1