
Aluna merasa bahagia sekaligus bingung dengan apa yang terjadi. Selama hampir sebulan keadaan Saga belum juga membaik. Yang membuat Aluna senang karena Saga kembali menunjukan rasa cintanya yang dulu. Dimana ia sama sekali tidak tertarik dengan wanita lain. Disisi lain Aluna merasa bingung. Karena ia tidak tega dengan keadaan Reyhan yang terlupakan oleh papanya sendiri.
"Mas.." Saga menoleh. Saat itu ia sedang nonton tivi bersama Aluna.
"Kenapa?" tanyanya.
"Mas beneran nggak ingat siapa Reyhan dan Santi?" tanya Aluna.
Saga menggelengkan kepalanya. Sudah beberapa kali ia bertemu Reyhan dan Santi. Tapi Saga tidak ingat siapa mereka. Bahkan terakhir Saga memarahi Santi yang mengolok-olok Aluna.
Kemarin.
Saat Aluna sedang makan bersama dengan Ana seperti biasa. Tiba-tiba Santi datang dengan tidak sopan. Ia menggebrak meja dimana Aluna dan Ana sedang makan.
Santi memarahi Aluna yang sengaja memisahkan Saga dengan anaknya. Ia juga menghina dan mengolok-olok Aluna yang belum bisa memiliki anak. "Wanita seperti mbak yang tidak bisa memiliki anak tentu saja tidak tahu bagaimana rasanya seorang ibu yang anaknya dilupakan oleh papanya sendiri."
"Aku pikir mbak wanita yang baik. Tapi mbak ternyata mbak orang yang berperasaan." ucap Santi.
Plakkk!
Aluna benar-benar kehilangan kesabarannya. Ia menampar Santi dengan cukup keras. Kemudian Aluna berdiri dan mendekati Santi. "Kamu pikir wanita seperti apa kamu? Kamu pikir kami wanita baik-baik?" tanya Aluna dengan mata melotot.
Bahkan Ana pun sampai ketakutan. Ia belum pernah melihat sisi Aluna yang seperti ini.
"Kamu. Aku. Itu sama aja seorang pendosa. Yang membedakan hanyalah, aku lebih baik daripada kamu karena aku tidak pernah merusak rumah tangga orang lain." lanjut Aluna.
"Ya, aku memang belum bisa kasih mas Saga keturunan. Tapi apa kamu yakin kalau anak kamu itu beneran anaknya mas Saga?" imbuh Aluna dengan tersenyum sinis.
"Maksud kamu apa? Sudah tentu anaknya mas Saga." Santi menjawab dengan mata melotot juga. Antara marah dan gugup. Tangannya juga terlihat gemetar.
"Karena banyak wanita seperti kamu memanfaatkan anak untuk merusak kebahagiaan orang lain." kata Aluna.
Santi terbahak mendengar perkataan Aluna. "Kamu yakin mas Saga bahagia sama kamu? Kebahagiaan rumah tangga itu hanya dengan hadirnya seorang anak." kata Santi kembali mengolok Aluna.
Namun tiba-tiba seseorang mendorong Santi sampai jatuh. Dia adalah Saga. Saga tidak terima dengan perkataan Santi yang mengolok Aluna. Ia tahu kondisi seperti apa yang istrinya alami sehingga membuatnya belum memiliki keturunan. Juga dalam ingatan Saga, mereka belum lama menikah.
"Kamu sebenarnya siapa berani mengolok istriku? Ini pertemuan kita yang kedua. Sebenarnya siapa kamu?" tanya Saga dengan marah.
Aluna dan Ana juga terkejut dengan kehadiran Saga. Aluna segera menahan Saga yang terlihat marah. Aluna takut Saga akan menyakiti Santi.
__ADS_1
"Mas.." Aluna menahan lengan Saga.
"Dia siapa sih yank? Kok ngaku punya anak sama aku. Aku aja nggak kenal dia." kata Saga.
"Aku memang punya anak dari kamu, mas. Anak kita namanya Reyhan." kata Santi.
Santi juga memegang tangan Saga. Namun Saga menghempaskan tangan Santi membuat Santi kembali terjatuh. "Aku nggak kenal kamu. Jangan pegang-pegang aku!" seru Saga juga mengagetkan beberapa pelanggan yang ada.
"Mas.." Aluna terus menahan agar supaya Saga tidak emosi.
"Aku peringatin, jangan pernah hina istriku lagi. Kalau nggak, kamu akan tahu akibatnya." ucap Saga dengan marah.
Beruntung saat itu Santi tidak membawa Reyhan. Jadi dia tidak melihat ibunya yang seperti itu.
Saga segera menarik tangan Aluna keluar dari kafe tersebut. Disusul oleh Ana dibelakang mereka.
Sebelumnya, Aluna sudah memberitahu Santi mengenai kondisi yang dialami oleh Saga. Namun, Santi justru tidak percaya dan malah melabrak Aluna.
Maksud hati ingin mempermalukan Aluna. Namun dirinya sendiri yang dipermalukan.
On.
Seketika menolehlah Saga mendengar perkataan Aluna. "Maksudnya?" tanyanya.
"Mas itu lupa ingatan sebagian. Jadi mas hanya ingat sebagian dari masa lalu kamu. Sebenarnya kita sudah menikah selama delapan tahun." Saga membulatkan matanya mendengar perkataan Aluna.
"Reyhan itu anak mas dari hubungan gelap mas dengan wanita bernama Santi." imbuh Aluna.
Saga semakin kaget mendengar perkataan Aluna. Apalagi saat mengetahui jika dia mengkhianati rumah tangganya sendiri. "Nggak mungkin." kata Saga.
Dia selalu berkeyakinan bahwa dia tidak pernah tertarik dengan wanita selain istrinya. "Aku nggak mungkin khianati kamu. Karena aku tahu konsekuensinya ketika aku mengkhianati kamu. Aku akan kehilangan kamu." kata Saga lagi.
"Tapi itu sudah terjadi mas. Kamu sudah khianati aku dan rumah tangga kita."
"Nggak mungkin Aluna. Itu tidak mungkin. Akh..." tiba-tiba kepala Saga kembali sakit. Ia berteriak sembari memegangi kepalanya.
"Mas yang tenang. Aku ambilkan obat." Aluna segera mengambil obat Saga.
Aluna meminumkan obat tersebut supaya Saga menjadi tenang. Begitu merasa tenang. Saga segera memeluk Aluna dengan erat. "Lun, bilang kalau itu tidak mungkin. Aku nggak mungkin khianati kamu. Itu nggak akan mungkin aku lakukan. Aku cinta sama kamu. Aku nggak mau kehilangan kamu." katanya dengan tubuh gemetaran. Sepertinya Saga memang sangat ketakutan.
__ADS_1
****
Santi bertemu dengan seseorang di sebuah kafe. Sepertinya dia sedang kesal dengan orang tersebut. Santi memarahi lelaki tersebut.
"Kenapa kamu ajak aku ketemu?" tanya Santi dengan marah.
"Aku kangen dengan anakku." kata lelaki tersebut.
Santi membulatkan matanya. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Takut jika ada orang yang mengenalnya dan mendengar perbincangan tersebut.
"Anak siapa yang kamu maksud?" tanya Santi seolah tak tahu maksud dari lelaki tersebut.
"Kamu jangan anggap aku bodoh, Santi. Kamu tahu anak mana yang aku maksud." kata lelaki itu lagi.
"Berani-beraninya kamu membuat anakku menjadi anak orang lain." kata laki-laki itu dengan marah.
"Sssstt. Pelankan suara kamu!" pinta Santi.
"Aku ingin ketemu anakku!" kata lelaki itu lagi.
Santi terdiam. Dia berpikir sejenak. Akhirnya dia mengijinkan laki-laki yang merupakan mantan pacarnya itu menemui Reyhan. "Oke. Tapi kamu harus janji, kamu tidak akan merusak apapun rencanaku!" Santi membuat janji dengan lelaki tersebut.
"Kenapa kamu biarin anakku menjadi anak orang lain? Aku bisa rawat anakku."
"Hey... Kamu pikir kamu bisa membahagiakan Reyhan dengan keadaan kamu yang seperti ini? Mikir! Aku lakuin semua ini supaya masa depan Reyhan cerah." kata Santi mengolok dan membandingkan mantan pacarnya dengan Saga.
"Demi dia aku bakal lakuin apapun. Aku akan bekerja keras."
"Ssst, nggak usah ngigau di siang bolong! Seberapapun usaha kamu, tidak akan bisa dibandingkan dengan papanya Reyhan saat ini."
Brakkk.
"Aku papa kandungnya Reyhan." lelaki itu tidak terima dengan perkataan Santi yang membanding-bandingkan tersebut.
"What ever. Kamu mau janji tidak merusak rencana atau nggak? Kalau nggak, jangan pernah harap bisa bertemu dengan Reyhan. Semua juga demi Reyhan.." kata Santi lagi.
Lelaki itu menatap Santi. Dia mulai berpikir bahwa apa yang Santi katakan memang benar. Sampai kapanpun dia tidak bisa dibandingkan dengan laki-laki yang saat ini diakui sebagai papanya Reyhan.
"Oke. Asal itu demi kebaikan Reyhan." jawab lelaki tersebut.
__ADS_1
"Lusa di taman hiburan jam 10 pagi!" kata Santi.