
Aluna dan Saga menikmati kehidupan seperti biasa. Mereka memutuskan untuk meneruskan rumah tangga mereka. Karena pada dasarnya keduanya memang masih sama-sama saling mencintai.
Kini, mereka lebih bahagia dari sebelumnya. Saga yang lebih perhatian dan manja. Sementara Aluna yang lebih hangat dan juga manja.
"Wajah kamu sekarang lebih ceria di banding dua bulan yang lalu." kata Ana. Sebagai sahabat, Ana juga senang melihat rumah tangga Aluna yang kembali erat. Meskipun dia memiliki kekecewaan terhadap Saga. Namun Ana tetap merasa senang.
"Ya, karena aku udah tahu kebenarannya. Meskipun tetap ada rasa kecewa, tapi aku anggap itu hanyalah batu sandungan di dalam rumah tanggaku dan Saga." jawab Aluna.
"Iya sih, semoga kamu selalu bahagia ya.." Ana menyentuh tangan Aluna dengan lembut.
"Hmm.. Thanks. Kamu kapan akan nikah?" tanya Aluna.
"Masih belum kepikiran.." Ana memang masih menikmati masa-masa sekarang ini. Dia sedang berada di puncak karir. Makanya Ana ingin menikmati semuanya terlebih dulu.
"Nggak apa sih. Nggak masalah telat, daripada salah pilih pasangan. Pokoknya tetap semangat. Jangan lupa traktirannya, kan baru naik jabatan.." goda Aluna. Dia juga senang dengan pencapaian karir sahabatnya itu.
"Ini nanti biar aku yang bayar.." jawab Ana dengan cepat.
"Kalau gitu nambah, dan minta dibungkus juga."
"Anj*r emang cari kesempatan ya.. Okelah, selama ini kan kamu yang selalu bayarin aku. Sekali-kali aku yang bayar nggak masalah dong." ujar Ana.
"Kalau gitu aku juga mau dong.." tetiba ada suara dari belakang mereka. Seketika menolehlah Aluna dan juga Ana.
Mereka melihat Alfarezi yang berdiri di belakang mereka sembari tersenyum manis. "Alfarezi?" gumam Ana.
"Anj*r bikin kaget aja. Darimana kamu?" tanya Ana.
"Dari kantor. Kalian udah selesai makan?" tanya Alfarezi.
"Belum, mau gabung?" ajak Ana.
"Boleh.." jawab Alfarezi sembari melirik Aluna.
Namun, berbeda dengan Ana yang bersikap baik. Aluna justru ingin menghindari Alfarezi. Ketika Alfarezi hendak duduk. Tiba-tiba Aluna beranjak dari kursinya. "Sorry, aku ada janji sama klien. Kalian makan berdua aja ya!" katanya.
Aluna segera mengambil tas kemudian meninggalkan meja makannya. Tentu saja itu membuat Ana menjadi kaget sekaligus bingung. Karena Aluna tak mengatakan apapun tadi. Dia juga bilang kalau hari ini dia free makanya bisa santai.
"Lun, bukannya kamu bilang hari ini kamu free?" tanya Ana.
"Eh... Aku.. Aku lupa ada janji ketemu klien siang ini. Aku duluan ya!" pamit Aluna dengan gugup.
__ADS_1
Namun tiba-tiba Alfarezi berdiri dan menahan tangan Aluna. "Kenapa kamu hindari aku?" tanya Alfarezi.
"Karena ucapanku waktu itu?" tanyanya lagi.
Aluna meronta dan menarik tangannya. Tapi Alfarezi lebih erat menggenggam tangannya. Alfarezi menatap Aluna dengan tajam.
"Lepasin Fa!" pinta Aluna.
"Jawab dulu kenapa kamu hindarin aku?"
"Aku nggak hindari kamu. Aku ada janji sama klien.. Ah..." tiba-tiba Alfarezi menarik Aluna kemudian memeluknya.
"Aku nggak minta kamu balas cintaku. Tapi jangan hindari aku. Biarkan aku bisa tetap melihat kamu. Itu udah cukup." lirih Alfarezi.
Perkataan Alfarezi tersebut membuat Aluna mematung sejenak. Kemudian dia sadar bahwa itu tidaklah benar. Aluna segera mendorong Alfarezi. "Fa, tolong jangan seperti ini! Aku wanita yang telah bersuami." kata Aluna.
Akan tetapi, Alfarezi kembali menahan tangan Aluna. "Kalau kamu tidak menghindar, aku akan pendam perasaan ini. Ijinkan aku berteman dengan kamu seperti dulu, terlepas dari perasaanku ke kamu." kata Alfarezi.
"Oh, jadi gini kelakukan kamu di belakang mas Saga? Hebat sekali.." entah datang darimana, Santi tiba-tiba muncul. Dia bahkan bertepuk tangan dengan wajah ketus.
"Seharusnya mas Saga tahu." Santi hendak memotret Aluna dan Alfarezi.
Namun dengan cepat Alfarezi merebut ponsel itu kemudian melemparnya jauh. Tentu saja Santi histeris melihat ponselnya melayang dan jatuh terpental.
Lalu kemudian Aluna dan Ana diminta oleh Alfarezi lari ke luar kafe. Disusul olehnya yang tidak mempedulikan Santi.
Aluna mengendarai mobilnya dengan cukup kencang. Dia masih kesal dengan apa yang Alfarezi lakukan tadi.
"Jadi Alfarezi menyatakan cinta ke kamu?" tanya Ana yang awalnya tidak tahu apa yang terjadi. Tapi setelah itu, dia sadar kenapa Aluna semakin menjauhi Alfarezi.
"Hmm.." Aluna menganggukan kepalanya. Dia memang belum cerita masalah itu kepada Ana.
"Jadi selama ini dia masih tetap memendam perasaannya?" gumam Ana.
"Maksudnya?" Aluna segera menoleh. Tapi sesaat kemudian dia fokus ke jalanan di depannya.
"Alfarezi tuh udah suka sama kamu sejak SMP. Dia sempat curhat ke aku waktu itu. Dia takut menyatakan cintanya. Sampai akhirnya di pindah." jawab Ana.
"Jadi selama ini dia tetap memendam rasa cinta ke kamu. Bener-bener cowok yang setia." imbuh Ana.
"Seandainya kamu beneran cerai sama suami kamu. Aku pasti akan dukung kalian berdua." kata Ana lagi.
__ADS_1
"Nj*r plin plan. Katanya seneng aku balikan. Tapi kok malah mau dukung aku sama Alfarezi.." ujar Aluna mendengus.
"Kan cuma seandainya bos.."
"Sama aja. Plin plan." olok Aluna.
****
Santi seharian merasa kesal karena ponselnya rusak. Dia menyalahkan Aluna yang mengakibatkan semuanya. Karena saking kesalnya, Santi sampai melabrak Aluna ke rumahnya. Dia sengaja menunggu Aluna di depan rumahnya.
Saat Aluna pulang kerja bersama Saga. Mereka berdua kaget melihat Santi yang ada di depan rumah mereka. "Kenapa dia kesini?" gumam Aluna sebelum keluar dari dalam mobil.
"Udah biarin aja." jawab Saga yang memang sudah tidak mau peduli lagi kepada Santi.
Saga membukakan pintu mobil untuk istrinya. Dia bahkan sama sekali tidak melirik ke arah Santi. Saga benar-benar sudah tidak peduli.
Aluna turun dari mobil dan menggandeng tangan suaminya. Mereka berjalan masuk ke rumah mereka.
"Tunggu mas!" seru Santi yang dilewati begitu saja oleh Aluna dan Saga.
"Mas harus lihat ini!" Santi menunjukan foto Aluna yang sedang di peluk oleh Alfarezi.
"Ternyata istri mas ini suka seperti ini di belakang mas." Santi mulai memprovokasi Saga. Dia melihat Saga yang melotot melihat foto tersebut.
"Mas rela tinggalin anak kandung mas demi wanita seperti ini? Ingat mas, nanti kalau mas tua, Reyhan yang akan menjaga dan merawat mas. Bukan wanita yang suka selingkuh seperti dia." seru Santi.
Namun, Aluna hanya tersenyum melihat Santi yang berusaha memprovokasi Saga. "Kenapa Reyhan yang merawat mas Saga? Emang apa hubungannya mas Saga dengan Reyhan?" tanya Aluna sembari tersenyum sinis.
"Karena mereka anak dan bapak.."
"Yakin mereka anak dan bapak?" tanya Aluna dengan santai.
Mata Santi menjadi melotot. Wajahnya nampak gugup. Dia seperti orang yang ketahuan mencuri. Raut wajahnya berubah panik dan terlihat pucat.
"Mak..sud kamu apa? Sudah pasti Reyhan itu anak kandung mas Saga. Mas, kamu jangan terprovokasi dengan perkataan dia. Dia cuma ingin pisahin kamu dengan anak kandung kamu." Santi meraih lengan Saga.
"Pergi! Jangan sentuh aku!" namun Saga justru semakin marah. Dia mendorong Santi sampai terjatuh.
"Jangan pernah berani pegang aku!"
"Satpam!" seru Saga.
__ADS_1
"Bawa wanita ini pergi dari rumah saya! Jangan pernah biarin dia kesini lagi!" perintah Saga kepada satpam komplek.
Saga kemudian masuk ke dalam rumah tanpa mempedulikan Santi yang berteriak-teriak memanggil namanya.