
Aluna nurut apa mau Saga. Selama Saga sakit, dia ingin memenuhi apapun keinginan Saga. Sebelum mereka akan berpisah dan dia harus merelakan Saga untuk orang lain.
Aluna mengatur hari dimana dia dan Saga akan fokus liburan. Dulu, sewaktu mereka masih sama-sama duduk di bangku sekolah menengah atas. Aluna dan Saga sering bolos ke taman hiburan untuk sekedar pacaran. Karena pada awal mereka pacaran. Kedua orang tua mereka menentang hubungan mereka.
Kini, setelah sekian tahun menjalin hubungan dan menikah. Saga ingin mengajak Aluna mengenang masa lalu mereka.
Aluna menatap taman hiburan yang sudah banyak perubahan. Senyumannya mengembang ketika teringat masa mudanya dulu. Dimana dia dan Saga sering menghabiskan waktu bersama.
Antara senang dan sedih. Aluna enggan untuk turun dari mobil. Senang karena dia sudah lama tidak kesitu bersama dengan suaminya. Sedih saat dia melihat banyak pasangan yang membawa anak-anak mereka.
"Kenapa bengong?" tanya Saga.
"Mereka yang kesini semua bersama anak mereka. Sementara kita hanya berdua." ucap Aluna tersenyum pahit.
"Emang kenapa kalau berdua? Kita kan bisa mengenang waktu pacaran dulu." Saga menyenangkan hati Aluna.
"Yuk!" kemudian Saga mengulurkan tangannya.
Aluna menyambut tangan tersebut dengan mengulurkan tangannya juga. Ia memantapkan hatinya untuk bersenang-senang bersama dengan suaminya hari ini.
"Yuk.." katanya sembari menggandeng tangan Saga.
Aluna dan Saga masuk ke taman hiburan tersebut dengan bahagia. Saga membiarkan istrinya naik wahana apapun yang ia mau. Karena, melihat senyuman Aluna membuatnya merasa bahagia.
Saga bahkan tidak melepaskan genggaman tangannya. Kemana Aluna pergi, dia akan terus mengikuti dan tak mau melepas tangan Aluna.
"Mas aku mau naik bianglala.." pinta Aluna.
Saga hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya. Mereka berdua kemudian naik wahana berputar naik tersebut.
Aluna merasa sangat bahagia. Kenangan masa mudanya membuatnya semakin bersemangat. "Lihat mas, pemandangannya bagus banget dari sini.." kata Aluna ketika mereka berada di tempat paling atas.
"Tapi tak secantik senyuman kamu." ucap Saga sembari menatap Aluna.
Aluna yang merasa kembali ke masa mudanya mulai tersipu dengan gombalan Saga. Wajahnya yang putih bersih kini berubah memerah. "Apaan sih.." ucap Aluna dengan malu-malu.
"Mas, habis ini aku mau es krim yang disana itu. Yang dulu sering kita beli.." kata Aluna dengan wajah senang.
__ADS_1
Wajah itu yang selama beberapa bulan terakhir tidak pernah Saga lihat.
"Apapun yang kamu mau, aku akan berikan. Asal itu membuat kamu bahagia." jawab Saga.
Wajah Aluna kembali memerah dan tersipu. Dia kemudian memeluk suaminya dengan erat. "Makasih ya mas.." katanya.
Setelah turun dari wahana bianglala. Saga dan Aluna menuju tempat penjual es krim. Namun, karena antrian yang panjang. Saga meminta Aluna untuk menunggu di tempat yang lebih teduh. Sementara Saga yang akan mengantri untuk mendapatkan es krim untuknya.
"Kamu tunggu disini aja. Biar aku yang antri." kata Saga.
"Tapi itu panas, mas.."
"Nggak apa-apa. Aku akan lakuin apapun untuk kamu."
Saga segera antri sebelum antrian semakin panjang. Sementara Aluna menunggu di bangku yang ada dibawah pohon rindang di tengah taman hiburan tersebut.
Aluna terus memperhatikan suaminya yang sedang mengantri. Sesekali Saga menoleh dan menatapnya sembari tersenyum. Dia juga akan tersenyum membalas senyuman Saga.
Namun tiba-tiba fokus Aluna teralihkan dengan seorang lelaki yamg bersama dengan seorang anak kecil. Dan Aluna mengenal anak kecil tersebut.
"Mama.. Mama.." ucap Reyhan yang sepertinya sedang mencari mamanya.
"Mama ada di toilet. Kamu disini sama papa ya!" kata Arya menenangkan Reyhan.
"Mama.. Mau mama.." namun, Reyhan terus merengek mencari mamanya. Sementara Arya terus berusaha menenangkannya.
Akan tetapi, Aluna menjadi cemas. Dia takut jika lelaki itu ternyata adalah penculik yang ingin menculik Reyhan. Aluna segera ingin berbalik badan. Namun, tiba-tiba lelaki tersebut berkata. "Tuh mama kamu.."
"Mama.."
"Iya mama. Anak papa pinter deh.." puji Arya kepada Reyhan.
Aluna sempat melirik. Dan ternyata benar, Santi berjalan mendekati Reyhan dan lelaki tersebut. Aluna kembali memasang telinga. Kali ini dia memakai maskernya supaya Santi tidak mengenalinya. Aluna juga diam-diam merekam percakapan Santi dengan lelaki tersebut.
"San, biarin Reyhan tinggal sama aku!" kata Arya.
"Nggak. Kamu kan udah ketemu anak kamu, tolong jangan rusak rencana aku deh!" Santi marah. Dia menolak permintaan Arya.
__ADS_1
"Aku pasti bisa rawat Reyhan dengan baik. Dia anak aku, San. Anak kandungku." seru Arya merasa tidak terima dengan penolakan Santi.
"Benar dia anak kamu secara biologis. Tapi dia tidak butuh papa kere seperti kamu. Selama ini dia hidup mewah dengan papanya." kata Santi.
"Kalau mau ingin ketemu Reyhan lagi, aku pasti ijinin. Tapi kalau kamu mau bawa Reyhan ikut dengan kamu, aku nggak akan biarin." imbuh Santi.
"Kalau gitu gimana kalau kita balikan? Kita nikah! Kita bisa memberi kasih sayang yang utuh untuk Reyhan." kata Arya lagi.
"Nikah? Sama kamu?" Santi bertanya sembari tertawa mengejek.
"Aku nggak sudi. Kamu bisa kasih aku apa? Cinta? Aku nggak butuh cinta, yang aku butuh uang." kata Santi menghina mantan pacarnya tersebut.
"Aku harap lelaki itu tahu kebusukan kamu." ucap Arya dengan marah dan kesal. Dia tidak terima dengan penghinaan Santi.
"Kalau kamu berani buka mulut. Aku pastiin kamu tidak akan pernah bertemu dengan anak kamu lagi." Santi mengancam Arya menggunakan anaknya.
Santi kemudian menarik tangan Reyhan secara paksa. "Waktu kamu bertemu dengan Reyhan sudah selesai. Aku mau pulang." kata Santi meninggalkan Arya sendirian.
Sementara mata Aluna semakin terbelalak mendengar semua percakapan tersebut. Bukan maksud dia ingin menguping. Itu didasari oleh rasa penasarannya.
Aluna tak menyangka jika selama ini Santi telah membohongi semua orang. Ternyata Reyhan bukan anak kandung Saga, melainkan anak Santi dengan mantan pacarnya.
Ketika Saga mendekat pun Aluna masih saja tercengang. Ia seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
"Kenapa bengong?" tanya Saga.
Saat Saga kembali, Arya dan Santi sudah tidak ada di tempat tersebut.
"Nih es krim-nya." Saga menyodorkan es krim di depan muka Aluna.
"Makasih.." kata Aluna dengan bahagia. Entah dia bahagia karena Saga mendapat es krim yang ia mau. Atau karena apa yang dia dengar barusan. Mengenai Reyhan yang bukan anak kandung Saga.
"Aku nggak terima ucapan terima kasih. Aku maunya-"
Cup.
Aluna tahu apa yang suaminya mau. Dengan cepat dia mengecup pipi Saga di depan umum. Saga pun mulai terdiam karena kaget. Dia tersenyum lebar disaat Aluna mengecup pipi yang lain.
__ADS_1