
Saga mengulurkan tangannya. Aluna pun menyambutnya. Saga sengaja memesan kamar yang sering mereka pesan dulu. Saga terus menarik tangan Aluna menuju kamar tersebut.
"Kita mau apa disini?" tanya Aluna yang belum ngerti apa yang Saga mau.
Begitu masuk ke dalam kamar. Saga segera mencium istrinya dengan ganas. Dia bahkan mulai membuka bajunya. Saga ingin menumbuhkan kembali cinta dihati Aluna untuknya.
Dia mendorong Aluna ke kasur. Kemudian melakukan apa yang ingin dia lakukan. "Lun, aku tidak akan pernah biarin kamu dimiliki laki-laki lain." gumamnya.
"Kamu ingat kamar ini? Kamar dimana pertama kali mengingat janji kita." ucap Saga lagi.
"Aku cinta sama kamu Aluna. Aku nggak akan biarin siapapun rebut kamu dari aku." kata Saga lagi.
Saat itu, Aluna tidak kuasa menahan air matanya. Dia sebenarnya juga masih sangat mencintai suaminya. Tapi, ketika dia teringat pengkhianatan suaminya, dan kata-kata manisnya. Aluna menjadi murka.
Dia membiarkan Saga melakukan apa yang dia mau. Tapi, Aluna tidak membalasnya. Dia hanya diam, seperti mayat. Karena pada saat ini, hatinya sudah terlalu sakit.
Selama tiga jam, Saga melakukan apa yang dia ingin. Meskipun Aluna tidak merespon, tapi Saga tetap melakukannya. Berharap hati Aluna akan kembali tergerak.
Saga pun terlelap setelah melakukannya berulang kali. Kemudian Aluna bangkit, membasuh dirinya. Dia seolah jijik dengan apa yang suaminya lakukan.
Tanpa menunggu Saga bangun. Aluna segera meninggalkan tempat tersebut. Hatinya benar-benar tidak tergerak dengan apa yang Saga lakukan.
Aluna pergi ke butik menggunakan taksi online. Dia bahkan meninggalkan suaminya begitu saja.
****
Jam 12 tepat, Saga terbangun karena telepon dari sekertarisnya. Seharusnya Saga meeting dengan kliennya jam 10 tadi pagi. Tapi Saga tidak mengangkat teleponnya.
Dia membuka matanya, namun tak menemukan istrinya disampingnya. Ia pun segera mencari istrinya di kamar mandi. Tapi, tidak ada.
Saga pun segera membasuh dirinya. Setelah itu dia segera meninggalkan hotel tersebut. Saga tidak ke kantor, melainkan pergi mencari Aluna di butiknya. Saga bahkan tidak peduli dengan pekerjaannya. Dia hanya ingin melihat istrinya.
Saat Aluna sedang bekerja. Saga tiba-tiba memeluknya dari belakang. "Kenapa ninggalin aku?" tanya Saga.
"Mas nggak ke kantor?" Aluna menghela nafasnya karena Saga bertingkah seperti anak kecil. Dia bahkan meninggalkan pekerjaannya hanya untuk mengganggunya.
"Nggak. Aku mau deket sama kamu." jawab Saga masih belum mau melepaskan pelukannya. Padahal Aluna sudah meronta dan merasa risih.
"Mas jangan kayak anak kecil! Waktunya kerja ya kerja. Karena kamu harus membagi harta gono gini setelah kita cerai." ucap Aluna kembali memancing amarah Saga.
Namun, Saga tidak mau terpancing dengan jebakan Aluna tersebut. Dia bahkan semakin erat memeluk Aluna. "Aku bahkan akan berikan semuanya ke kamu, termasuk tubuh dan jiwa ragaku. Ingat, aku nggak akan pernah ceraiin kamu." ucapnya lagi.
"Jadi nikmatin aja jadi suami yang diselingkuhi!" kata Aluna.
__ADS_1
Tetapi, Saga tidak menjawab. Dia masih tidak yakin bahwa istrinya tersebut telah berselingkuh. Dia mengenal Aluna lebih dari 13 tahun. Dia tahu seperti apa wanita yang ia nikahin tersebut.
"Itu tetap tidak akan membuat cintaku pudar." gumam Saga.
Namun, perkataan Saga tersebut justru memancing amarah dihati Aluna. Dengan paksa ia melepaskan pelukan Saga.
Cinta tak akan pudar padahal dia telah berkhianat. Kata-kata itu membuat Aluna murka.
Dia meninggalkan Saga begitu saja. Karena dia tidak ingin ribut dan disaksikan oleh karyawannya. Aluna memilih untuk tidak mempedulikan Saga.
"Lun, aku laper."
"Laper makan lah.." jawab Aluna dengan ketus.
"Yuk!" Saga menarik tangan Aluna.
"Aku udah makan." Aluna menarik tangannya kembali.
"Temenin aku!" pinta Saga dengan manja.
"Aku sibuk."
"Ya udah aku tungguin."
Selama sejam Saga tidak pergi juga. Meskipun sesekali dia meringis menahan perutnya yang lapar. Sementara Aluna tidak peduli dengannya. Ia terus menyibukan diri dengan pekerjaannya.
Saga makan dengan lahap. Sesekali dia menyuapi makanan ke mulut Aluna. "Kamu nggak lupa kan kalau hari ini ulang tahun papa?" tanya Saga.
Aluna menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Habis ini kita cari kado untuk papa ya?!" ajak Saga.
"Ya." jawab Aluna singkat.
Banyak yang Aluna pikirkan sebelum dia memutuskan tindakan apa yang akan dia lakukan ke depannya. Karena jelas dia tidak mau dimadu.
****
Acara ulang tahun papanya Saga dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat. Aluna dan Saga datang bersama dan terlihat biasa saja. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa diantara keduanya. Di depan orang tua masing-masing, Aluna dan Saga masih terlihat mesra.
"Selamat ulang tahun pa.." ucap Aluna memberi selamat kepada metuanya.
"Terima kasih nak. Kamu sehat?" Aluna menganggukan kepalanya pelan.
Papa mertuanya memang sangat baik kepadanya selama ini. Bukan hanya papa mertuanya, mama mertuanya juga sangat baik kepadanya.
__ADS_1
Setelah memberi selamat kepada papa mertuanya. Aluna segera mendekat ke mama dan papa yang juga ada di pesta tersebut. Aluna memeluk mamanya dengan sangat erat. Seolah dia ingin mencurahkan apa yang dia rasakan kepada papa dan mamanya.
"Kamu sehat?" tanya papanya.
Aluna menganggukan kepalanya pelan. "Papa sama mama sehat?" kedua orang tuanya juga menganggukan kepalanya.
"Aluna..." seru mamanya Saga sembari memeluk Aluna.
"Mama kangen sama kamu.." ucapnya.
"Sama dong ma, aku juga kangen sama mama." jawab Aluna memeluk mama mertuanya dengan erat.
"Ma, nanti ada sesuatu yang ingin aku katakan ke kalian semua." ucap Aluna.
Pada saat itu, hati Saga sudah tidak karuan. Dia penasaran dengan apa yang ingin Aluna katakan.
"Apa sih? Mama kok penasaran." kata mamanya Saga.
Sementara Aluna hanya tersenyum kecil semakin membuat penasaran. Namun, dia masih belum mau mengatakan apa yang ingin dia katakan. Dia masih menghargai acara ulang tahun papa mertuanya.
Acara ulang tahun dan makan malam keluarga tersebut berjalan dengan lancar. Mereka merayakan acara demi acara dengan penuh bahagia. Namun, berbeda dengan Aluna yang menjadi sedih.
"Kenapa sedih? Kamu sakit lagi?" tanya Saga yang melihat istrinya tidak seperti biasa yang heboh saat acara seperti ini.
"Nggak. Cuma merasa sedih aja."
"Kenapa sedih?"
"Aku merasa ini acara terakhir dengan mereka.." kata Aluna.
Saga mulai kesal kembali. Dia kesal karena Aluna selalu mengatakan hal seperti itu akhir-akhir ini. Seolah-olah mereka akan benar-benar berpisah. "Jangan mulai deh!" ucap Saga menahan amarahnya.
"Aku cuma berkata apa adanya. Mau tidak mau, itu yang akan terjadi." Saga mengepalkan tangannya menahan amarah yang hampir memuncak.
"Kamu beneran punya pacar?" tanya Saga sembari menggertakan gigi.
"Ya." lagi-lagi Aluna berbohong.
"Lun, kamu tahu aku orangnya tidak bisa sabar. Apalagi mengenai perselingkuhan, aku mohon jangan pancing amarah aku!" ucap Saga pelan. Dia tidak ingin obrolannya dengan istrinya terdengar oleh banyak orang.
"Kamu pikir aku orangnya sabaran? Aku bisa memaafkan semua kesalahan orang, kecuali perselingkuhan." kata Aluna menekankan. Berharap Saga akan segera sadar dan terus terang.
Kata-kata Aluna sudah sangat jelas. Namun, sepertinya Saga masih yakin jika Aluna belum tahu mengenai hubungannya dengan wanita bernama Santi tersebut.
__ADS_1
Begitu acara selesai. Orang tua Aluna pamit terlebih dahulu. Sementara Aluna segera ngobrol berdua dengan mama mertuanya. Sudah agak lama mereka tidak ngobrol berdua. Sementara Saga masih ngobrol dengan kerabatnya yang lain.
"Ma, Saga selingkuh." kata Aluna yang membuat mata mama mertuanya membulat.