
Santi marah karena dia diusir dari rumah pemberian Saga. Dia yang kesal segera pergi ke kantor Saga untuk menemuinya. Hatinya semakin panas tatkala dia ditahan oleh satpam saat tiba di kantor Saga.
"Saga.. Keluar kamu! Dasar lelaki tak bertanggung jawab! Kamu mau usir aku dan juga anak kamu hanya karena wanita mandul itu?" seru Santi membuat orang-orang menjadi heboh.
Para karyawan keluar untuk melihat apa yang Santi lakukan. Meskipun Santi mengatakan banyak hal. Namun, para karyawan itu justru menganggap Santi orang gila yang suka dengan bos mereka.
"Keluar kamu! Jangan sembunyi terus! Kamu akan mendapat balasan atas apa yang kamu lakuin ke aku sekarang, Saga!" Santi terus berteriak-teriak tanpa rasa malu. Bahkan dilihat banyak orang.
Satpam terus berusaha mengusir Santi. Namun, Santi tetap tak mau pergi. Dia bersikeras menemui Saga. Sayangnya, dia tidak bisa menahan kekuatan seorang lelaki.
Santi pergi dengan marah. Ia menemui Arya di kantornya. "Kamu kenapa?" tanya Arya ketika melihat wajah Santi yang murung.
"Kamu sudah punya rencana belum untuk menghancurkan Aluna?" tanyanya.
"Be..lum.. Aku nggak bisa lakuin itu. San, lupakan balas dendam kamu! Mari kita hidup bahagia sebagai keluarga bersama anak kita!" tutur Arya. Selain dia takut dengan kakaknya. Arya juga tidak mau membesarkan anaknya dengan rasa dendam.
"Itu artinya kamu tidak menginginkan aku dan Reyhan lagi. Oke kalau gitu, jangan pernah temui aku dan Reyhan mulai sekarang!" kata Santi dengan marah. Ia juga berbalik badan dan hendak pergi.
Namun dengan cepat Arya menahan tangan Santi. "Jangan seperti ini! Jangan kayak anak kecil!" pinta Arya.
"Lepasin nggak!" Santi menarik tangannya.
"Kalau kamu nggak bisa lakuin apapun. Aku akan lakuin sendiri!" kemudian Santi meninggalkan kantor Arya masih dengan kepala panas.
Santi pergi ke sebuah rental mobil. Ia menyewa mobil disana. Kemudian pergi ke butik milik Aluna. Namun, Santi tidak sendirian. Ia menyewa beberapa preman untuk turut serta melancarkan rencana jahatnya.
Santi dengan sabar menunggu sampai Aluna keluar dari butiknya. Seperti biasa, Aluna keluar terakhir setelah semua karyawannya pulang.
"Itu orangnya, cepat lakukan!" Santi memberi perintah kepada preman yang telah ia bayar.
Preman yang terdiri dari tiga orang tersebut mulai mendekati Aluna. Salah satu dari mereka merebut tas milik Aluna. Tentu saja itu membuat Aluna kaget. "Balikin tas aku! Kalian siapa?" tanya Aluna dengan agak takut. Namun ia berusaha untuk tenang supaya tidak terlihat jika dia ketakutan.
__ADS_1
"Kalian mau uang akan aku kasih! Tapi balikin tas ku!" pinta Aluna mulai bernegosiasi.
Namun, salah satu preman itu malah menarik tangan Aluna. "Kita mau kamu, cantik.." katanya yang membuat Aluna ketakutan.
"Kalau kamu berani sentuh aku, suamiku akan penjarakan kalian!" kata Aluna dengan takut-takut.
Pada saat itu, ketiga preman suruhan Santi terus berusaha menyentuh Aluna. Namun, Aluna terus melawan. Bahkan mereka tidak membiarkan Aluna masuk ke dalam mobil.
Aluna hanya bisa berlari sembari berteriak meminta tolong. Aluna berlari ke jalan raya, namun anehnya para preman itu tidak mengejarnya.
Saat Aluna berlari keluar dari halaman butik-nya. Dari arah samping melaju mobil dengan kecepatan tinggi. Mobil tersebut dengan sengaja mendekat ke arah Aluna.
Brakkkk..
Mobil itu menabrak Aluna membuat tubuh Aluna terpental beberapa meter. Kemudian mobil itu melarikan diri tanpa mau bertanggung jawab.
Ya, pengendara mobil tersebut adalah wanita gila, Santi. Setelah menabrak Aluna, ia segera pergi. Ia merasa puas ketika melihat Aluna yang tergeletak dengan darah yang begitu banyak.
Sementara orang-orang segera menolong Aluna. Mereka berusaha mengejar mobil yang Santi kendarai. Namun, mereka kehilangan jejak.
Saga shock ketika ia di hubungi oleh polisi jika istrinya tertabrak di depan butiknya. Ia segera bergegas menuju rumah sakit. "Rapat hari ini batal!" katanya dan segera berlari meninggalkan kantor.
Lebih shock lagi saat dokter mengatakan jika istrinya dalam keadaan kritis. Ia pun menjadi marah. Segera Saga menemui polisi untuk meminta keterangan apa yang sebenarnya terjadi.
Polisi pun menceritakan kronologi kecelakaan itu sesuai dengan keterangan orang-orang di sekitar tempat kejadian perkara. "Kami menemukan tas milik nyonya Aluna di dekat mobilnya." polisi juga menyerahkan tas Aluna kepada Saga.
"Periksa cctv di butik istri saya! Segera!" pinta Saga kepada pihak berwajib.
"Siap."
Begitu polisi pergi. Saga mengintip istrinya yang terbaring di ruangan ICU. Air matanya luruh tatkala melihat dokter yang sedang menangani istrinya.
__ADS_1
Tak lama Ana, dan juga kedua orang tua Aluna tiba di rumah sakit. Papanya Aluna mendekati menantunya yang menangis seorang diri. "Aluna gimana, Ga?" tanya papa mertuanya.
"Kata dokter kritis pa, ini dokter juga sedang berusaha melakukan penyelamatan." katanya sembari terisak.
"Kamu tenang aja! Aluna pasti baik-baik saja! Dia kan kuat." kata papanya Aluna berusaha menenangkan hati Saga. Walaupun sebenarnya dia sendiri juga tak tenang.
Aluna anak satu-satunya. Ia mungkin akan hancur jika terjadi apa-apa dengan anak tunggalnya itu. Namun, ketika melihat Saga yang begitu terpukul. Papanya Aluna berusaha untuk kuat dan tegar.
"Semoga polisi segera menemukan petunjuk dan pengemudi mobil itu segera ditemukan." kata Saga.
"Kita berdoa aja! Papa yakin polisi akan segera menemukan titik terang."
Sementara mamanya Aluna juga terus menangis di dalam pelukan Ana. "Tante yang tenang ya! Aluna pasti baik-baik aja kok.." kata Ana.
Sama seperti papanya Aluna. Sebenarnya Ana juga sangat khawatir dan cemas. Namun, dia berusaha untuk menenangkan mamanya Aluna yang terlihat shock dengan keadaan Aluna.
"Aluna pasti akan segera melewati masa kritisnya, dokter sedang berusaha." ucap Ana lagi. Dia memeluk mamanya Aluna sembari mengelus lengannya.
Ana juga cukup dekat dengan keluarga Aluna. Termasuk papa dan mamanya Aluna.
Dokter keluar dari ruangan terjadi. Dan mengatakan, "Jika nyonya Aluna bisa melewati masa kritisnya malam ini, maka ia akan selamat."
"Semoga keajaiban terjadi!" kata sang dokter yang telah berusaha menyelamatkan Aluna.
Perasaan Saga semakin tak karuan. Ia kembali menangis dan bahkan memukul tembok karena tidak bisa menahan gejolak di dalam batinnya.
"Kamu yang sabar Saga! Aluna pasti bisa melewati ini semua." papanya Aluna kembali menenangkan Saga.
Pukul sepuluh lebih sepuluh menit. Polisi kembali menemui Saga di rumah sakit. Polisi membawa kabar baik, bahwa pemilik mobil tersebut telah ditemukan.
"Namun, pemilik itu ternyata seorang pengusaha rental mobil. Jadi kemungkinan mobil tersebut disewa oleh orang lain." kata polisi.
__ADS_1
"Tanyakan siapa yang menyewa mobil tersebut. Saya mau siapapun yang mengendarai mobil itu, segera ditangkap!" kata Saga.
"Baik pak."