Dusta (Dia Yang Aku Cinta)

Dusta (Dia Yang Aku Cinta)
Bab 29


__ADS_3

Arya membawa Santi dan Reyhan menemui kakak dan papa angkatnya. Sebelumnya, papanya sudah mengetahui rencana pertemuaan itu. Jadi dengan sengaja menyiapkan makan malam untuk menyambut Santi dan Reyhan.


"Pa, ini Santi, dan ini anak aku, Reyhan.." kata Arya memperkenalkan Santi kepada papa angkatnya.


"Malam om.." Santi menyapa papanya Arya.


Santi sempat tercengang saat mengetahui ternyata Arya anak orang kaya. Meskipun hanya anak angkat. Rumah Arya berada di komplek perumahan elite. Dan rumah itu dekat dengan tempat tinggal Saga.


"Iya. Ini anak Arya?"


"Iya. Rey, salam sama kakek!" anak tiga tahun itu kemudian menyalami tangan kakeknya.


"Uh gantengnya.."


"Makasih kek.." Arya yang mewakili anaknya menjawab.


"Kakak kemana pa?"


"Kakak kamu masih meeting. Nanti dia nyusul katanya." jawab papa Arya.


"Kak Alfa emang hebat, dia sangat gila kerja." gumam Arya begitu kagum kepada kakaknya.


"Hmm, sampai lupa cari istri.." sahut papanya yang membuat Arya tertawa.


"Tahu tuh kakak, wanita seperti apa yang dia cari."


Makan malam keluarga itu berjalan lancar dan sangat hangat. Papanya Arya sepertinya menerima Santi. Dia sangat menyukai Reyhan. Berulang kali dia menyuapi Reyhan.


Tak lama kemudian, terdengar suara mobil Alfarezi di depan rumah. "Itu pasti kakak kamu." ucap papanya Arya.


Tak lama Alfarezi masuk dan berjalan menuju meja makan. Namun, ada hal yang menarik pandangannya. Yaitu keberadaan Santi di meja makan keluarganya. Dia tahu wanita itu sebagai perebut laki orang. Karena Ana memberitahu dia mengenai Santi dan juga Saga.


"Hallo kak.." sapa Arya sembari melambaikan tangan ketika Alfarezi berjalan mendekat.


Seketika Santi ikut menoleh. Dan betapa kagetnya dia ketika melihat Alfarezi. Dia tahu Alfarezi adalah orang yang telah merusak ponselnya. Lelaki yang memeluk Aluna waktu itu.


Mata Santi membulat cukup lebar. Namun, kemudian dia membuang muka karena tidak berani bertatapan dengan Alfarezi.


"Hai, ini calon istri kamu?" tanya Alfarezi terus menatap Santi yang menyembunyikan wajahnya.


"Iya kak. Ini Santi, dan ini Reyhan, anak aku.." kata Arya memperkenalkan Santi kepada kakaknya.


"Hai Reyhan.. Ikut paman yuk!" Alfarezi melewati Santi. Dia langsung mendekati Reyhan dan ingin menggendongnya.


"Gantengnya keponakan paman.." ucap Alfarezi begitu lembut kepada Reyhan tapi cuek kepada Santi.

__ADS_1


Alfarezi bahkan sama sekali tidak menyapa Santi. Dia juga tidak bertanya apa-apa ke Santi. Namun, dia selalu gemas dengan Reyhan.


Papanya dan Arya menyadari sikap Alfarezi tersebut. Namun, Arya tidak berani bertindak apapun.


Karena sudah malam. Arya berniat mengantar Santi dan Reyhan pulang. Namun ditahan oleh Alfarezi. "Kamu antar dia, Reyhan biar tidur disini!" kata Alfarezi.


"Tapi kak?"


"Kenapa? Dia anak kamu, sudah sewajarnya dia tinggal sama kamu." sahut Alfarezi sembari menatap Santi dan Arya dengan tajam.


"Tapi dia anakku, selama ini aku sendiri yang merawat dia." sahut Santi tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh Alfarezi.


"Yakin sendiri?" tanya Alfarezi sembari menatap Santi dengan tajam.


"Iya lah.." kata Santi dengan kesal. Namun, dia harus menjaga sikap di depan papanya Arya.


"Antar dia pulang, dek! Biarin Reyhan sama kakak.."


"Kamu mau nggak bobok sama paman?" tanya Alfarezi.


Anak berusia tiga tahun tersebut menganggukan kepalanya. Mungkin dia merasa nyaman di dekat Alfarezi.


Arya kemudian menarik tangan Santi sembari berbisik. "Kamu pulang aja dulu, Reyhan pasti aman kok. kak Alfarezi kayaknya suka banget sama Reyhan."


Karena desakan tersebut. Santi akhirnya mau pulang bersama dengan Arya. Di perjalanan, Arya bertanya kepada Santi. Apakah dia mengenal kakaknya. "Kamu kenal kakakku?" tanyanya.


"Kakak kamu itu udah rusak ponselku. Dia selingkuhan si jal*ng itu." jawab Santi dengan kesal.


"Jal*ng siapa?" Arya masih belum mengerti.


"Aluna.."


"Aluna musuh kamu itu?"


"Hm.."


"Kak Alfarezi selingkuhan dia?" Arya masih belum percaya dengan apa yang ia dengar.


Selama ini kakaknya terlihat begitu dingin kepada wanita. Tapi ternyata dia selingkuhan seseorang. Dia benar-benar tak menyangka akan hal tersebut.


****


Alfarezi menghubungi Aluna. Dia mengatakan fakta bahwa ternyata Reyhan adalah anak kandung dari adik angkatnya. Berharap Aluna akan senang dengan informasi tersebut.


Namun ternyata, Aluna sudah mengetahui sejak awal. "Aku udah tahu. Btw, thanks untuk infonya." kata Aluna dari balik telepon.

__ADS_1


"Aku tutup dulu-"


"Bentar Lun!!"


"Aku minta maaf ya karena udah bikin kamu nggak nyaman. Aku ingin kita berteman seperti dulu lagi. Nggak usah mikir tentang perasaanku, yang penting aku bisa lihat kamu baik-baik saja itu sudah cukup." kata Alfarezi yang membuat Aluna terdiam seketika.


"*Telepon dari siapa yank?"


"Dari temen.. Ya udah sampai ketemu besok*.."


Tutt.


Aluna segera mematikan teleponnya. Sementara Alfarezi hanya terdiam. Sebenarnya, dia juga bingung. Dari sekian banyaknnya wanita. Kenapa dia justru mencintai wanita yang telah bersuami.


Alfarezi membuka foto di galeri ponselnya. Ada begitu banyak foto Aluna yang dia simpan yang diambil secara diam-diam, sebagian dia ambil di sosial media milik Aluna.


Melihat senyuman di wajah Aluna. Hati Alfarezi ikut merasa bahagia. Wanita dengan hidung mancung dan bibir tipis serta rambut panjang yang indah. Belum pernah ia merasakan perasaan itu terhadap wanita lain.


Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang. "Kak, udah tidur?" tanya Arya dari luar kamar kakaknya.


"Belum. Masuk aja." jawab Alfarezi.


Arya segera membuka pintu kamar kakaknya. Ia melihat anaknya yang tengah terlelap di ranjang milik kakaknya. Arya hendak mengangkat anaknya, namun dilarang oleh Alfarezi.


"Mau kamu bawa kemana? Biar tidur disini!" kata Alfarezi.


"Tapi nanti kalau ngompol?"


"Ngompol ya tinggal diganti. Kalau kamu nggak tega. Kamu tidur disini aja." kata Alfarezi.


"Iya kak.."


Arya menatap Alfarezi yang masih sibuk dengan ponselnya. Dia ingin menanyakan sesuatu tapi masih ragu. Selain ragu, dia juga takut kalau kakaknya marah.


"Kak Alfa punya pacar?" tanya Arya.


"Kenapa?" Alfarezi menoleh menatap Arya.


"Calon istri kamu bilang yang nggak-nggak?" tanya Alfarezi. Dia sudah bisa menebaknya.


"Kakak nggak akan larang kamu menikahi calon kamu itu. Tapi, jangan pernah kalian punya niat buruk ke Aluna!" kata Alfarezi


"Dia wanita yang kakak suka. Jadi, jangan pernah kalian sentuh dia. Atau kalian tidak akan bisa menahan kemarahan kakak." kata Alfarezi santai, tapi terdengar sangat mengintimidasi.


"Iya kak. Kakak tenang aja. Aku nggak akan berani lawan kakak." jawab Arya ketakutan.

__ADS_1


Kemudian Alfarezi melanjutkan melihat-lihat galeri foto di ponselnya.


__ADS_2