Dusta (Dia Yang Aku Cinta)

Dusta (Dia Yang Aku Cinta)
Bab 20


__ADS_3

Aluna merahasiakan apa yang baru saja dia ketahui mengenai Santi dan anaknya dari Saga. Dia bersikap seolah biasa saja dan pura-pura tidak terjadi apa-apa. Namun, selepas dari taman hiburan. Aluna menjadi banyak berpikir. Dia masih belum percaya dengan apa yang ia dengar.


"Kalau memang anak itu bukan anaknya Saga. Tapi kenapa orang tua Saga dan Ferdian yakin jika itu anaknya Saga? Apakah mereka sudah melakukan test DNA?" pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang mengganggu pikiran Aluna.


Dia bahkan tidak memberitahu Ana mengenai apa yang dia ketahui atau mengenai rekaman yang diam-diam dia ambil.


Aluna hanya memikirkannya seorang diri. Belum ada seorang pun yang dia kasih tahu termasuk suaminya sendiri. Aluna masih ingin merahasiakannya.


Akan tetapi, karena pikiran itulah Aluna menjadi kurang fokus dengan pekerjaannya. Setiap kali dia bekerja, dia akan selalu teringat pada rekaman tersebut.


Sebenarnya dia bingung menentukan langkah selanjutnya. Jika memang Reyhan terbukti bukan anak dari suaminya. Apakah dia akan meneruskan langkahnya menggugat Saga. Atau akan memberi Saga kesempatan memperbaiki hubungan mereka. Entahlah.


Karena pemikiran itu pula, Aluna menjadi lebih pendiam. Dia terlihat seperti orang yang bingung.


Saga melihat istrinya seperti sedang banyak pikiran. Ia kembali mengajak Aluna untuk berlibur akhir pekan ini. Saga tidak ingin bertanya kenapa. Tapi dia hanya ingin membuat istrinya merasa tenang. Merasa bahwa semuanya akan baik-baik dan ada dia disisinya.


"Lun, weekend kemah yuk!" ajak Saga.


Aluna yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua pun mengerutkan keningnya. Tak biasanya suaminya mengajak kemah atau menikmati alam seperti itu. Karena Aluna tahu jika suaminya itu paling tidak suka dengan hawa dingin yang menusuk. Berbeda dengan dirinya yanh sangat menyukai alam bebas.


"Mas mau ajak aku kemah?" tanyanya sembari tersernyum kecil.


"Hmm.. Kamu kan udah lama banget nggak kemah kan? Sejak kita nikah." jawab Saga sembari memasukan roti bakar ke dalam mulutnya.


"Emang nggak takut dingin?" tanya Aluna kembali tersenyum.


"Kan ada kamu.." jawab Saga sembari menatap Aluna dengan genit.


"Gimana? Mau nggak?"


"Boleh. Udah lama banget nggak menikmati udara luar.." jawab Aluna dengan senang.


Aluna berpikir bahwa dirinya memang perlu berlibur untuk mengistirahatkan pikirannya yang kacau selama beberapa bulan terakhir. Semenjak dia mengetahui perselingkuhan suaminya. Sejak saat itu pula pikiran Aluna menjadi kacau.


"Ngajak Ana?"

__ADS_1


"Nggak usah, kasihan, nanti dia jadi obat nyamuk.." jawab Saga yang memang hanya ingin berdua dengan istrinya.


"Ya udah. Aku nanti mau ke rumah papa. Kamu mau ikut?" tanya Aluna. Dia sekaligus pamit mau ke rumah orang tuanya.


"Boleh, nanti berangkat kerja aku anter aja, biar nanti aku bisa jemput. Terus kita ke rumah papa." Aluna menganggukan kepalanya pelan.


Selesai sarapan. Saga mengantar Aluna ke butik-nya. Sesuai rencananya, supaya nanti pulang kerja, dia bisa menjemput istrinya.


"Selamat bekerja istriku. Jangan banyak pikiran! Istirahat yang cukup!" kata Saga ketika mereka sampai di butik milik Aluna. Saga juga menyentuh wajah Aluna dengan lembut.


"Iya mas." jawab Aluna sembari tersenyum.


"Nanti tunggu aku dulu ya!" kata Saga lagi saat Aluna keluar dari mobilnya.


Sedangkan Aluna hanya menganggukan kepalanya sembari tersenyum kecil. Sorot mata yang indah, serta parasnya yang cantik ketika tersenyum membuat Saga merasa bahagia. Dia merasa beruntung memiliki Aluna di dalam hidupnya. Selain cantik, istrinya itu juga terkenal dengan kebaikannya. Namun, meskipun begitu. Dia sosok wanita mandiri dan teguh dalam pendirian.


"Love you.." kata Saga.


"Iya.."


"Love you.. Love you.. Love you.." seru Saga dengan agak kesal.


"Iya, love you too.." barulah saat Aluna membalas ungkapan cintanya. Saga kembali tersenyum dan kembali lembut.


"Aku berangkat ke kantor dulu!" pamit Saga lagi.


"Iya hati-hati, mas.." jawab Aluna.


Aluna terus menatap mobil suaminya yang semakin menjauh. Senyuman mengembang dibibir tipisnya. Setelah mobil Saga sudah tidak terlihat lagi. Aluna menggelengkan kepalanya pelan dengan tetap mempertahankan senyumannya.


Ia pun segera masuk ke dalam butik miliknya. "Pagi bu, ada bu pengacara menunggu bu Aluna di depan ruangan bu Aluna." kata salah seorang karyawannya.


Ya, dia memang telah buat janji dengan pengacaranya. Ia ingin membicarakan kembali mengenai gugatannya yang pernah ia layangkan kepada Saga.


"Ya. Terima kasih.." katanya singkat. Ia kemudian segera menemui pengacaranya.

__ADS_1


Aluna mengungkapkan kegundahan dan kegelisahannya. Dia juga menunjukan rekaman percakapan Santi dengan mantan pacarnya.


"Jadi gimana bu? Saya kok jadi bingung." kata Aluna sambil memegangi kepalanya. Dia memang sedang bingung dengan apa yang akan dia lakukan.


"Bu Aluna masih cinta sama suami ibu?" kini pengacara Aluna bertanya dari hati ke hati tanpa membawa masalah hukum.


"...Ya.." Aluna tak bisa membohongi perasaannya. Dia memang masih mencintai suaminya. Meskipun suaminya telah berselingkuh. Tapi, apa yang Saga lakukan akhir-akhir ini membuatnya merasa nyaman dan bahagia seperti dulu lagi.


"Saya juga tahu itu." pengacara Aluna tersenyum menatap Aluna.


"Alasan bu Aluna menggugat suami bu Aluna kan karena tidak ingin memisahkan hubungan bapak dan anak antara suami ibu Aluna dengan anak bernama Reyhan itu."


"Sekarang kita tahu kebenarannya jika suami ibu Aluna bukan papa kandung anak tersebut. Lalu kenapa kita harus lanjut gugatan cerai kita?"


"Lebih baik ibu Aluna lanjutkan rumah tangga ibu Aluna. Karena saya yakin, suami ibu Aluna pasti bisa berubah. Saya bisa melihat kalau suami ibu Aluna sangat mencintai ibu Aluna." kata sang pengacara.


"Ah tante..." Aluna tak bisa menahan harunya. Dia segera memeluk ibu pengacara tersebut.


"Sebagai teman mama kamu, tante ingin kamu kembali mendapat kebahagiaan kamu, nak.." kata sang pengacara yang ternyata adalah teman mamanya Aluna.


"Pertahankan rumah tangga kamu!" katanya lagi.


"Boleh nggak aku berpikir dulu? Aku juga mau lihat perubahan Saga seperti apa. Apakah dia tetap mas Saga yang dulu." kata Aluna.


"Iya nak, kamu bebas menentukan pilihan kamu. Decide using your conscience. The choice is yours." imbuh sang pengacara.


"Iya tante makasih. Aku baru mau diskusi dengan mama dan papa dulu, gimana baiknya." kata Aluna lagi.


"Iya. Tante doain yang terbaik untuk kamu."


"Gomawo..." Aluna hampir tak bisa mengendalikan air matanya. Ia mengercap-gercapkan matanya agar air matanya tidak luruh.


Aluna sangat bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang baik disekitarnya.


"Kamu sudah seperti anak tante sendiri." sang pengacara yang merupakan teman baik mamanya Aluna, mengelus rambut Aluna dengan lembut dan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Mereka telah mengenal satu sama lain. Dan telah lama kenal. Dulu, bu pengacara itu sering main ke rumah orang tua Aluna. Mungkin sekarang masih, tapi Alunanya yang tidak tahu karena memang dia sudah tidak lagi tinggal bersama orang tuanya.


__ADS_2