ERIKA (Wanita Yang Difitnah)

ERIKA (Wanita Yang Difitnah)
Bab 10


__ADS_3

"Ya ampun, apa aku salah lihat? Itu isteri kamu kan, Al? Tapi bersama siapa? Apakah isu perselingkuhan Erika nyata adanya?"


Bagai angin segar, Sinta segera memanfaatkan momen tersebut untuk Aldo membenci Erika. Laki laki kalau harga dirinya diinjak injak sama orang terdekatnya itu, sama saja seperti racun yang masuk ke dalam darah melalui pori pori, mengalir ke jantung lalu ke otak dan booom... !


Aldo tidak menjawab. Tetapi Sinta melihat tangan itu mencengkeram kuat setir mobil dengan mata lurus lurus menatap sengit nan murka pada Erika yang bercengkerama asyik bersama Pria lain. Kalau dilihat dari kejauhan, Erika dan pria tersebut seperti keluarga kecil yang makan bersama anaknya.


Braak!


Sinta terjimbul kaget saat Aldo memukul setir diiringi makian FUC*! Saat pria yang terlihat Om Om berjas rapi itu mencubit manja pipi Icha.


"Beraninya Erika bermain serong di depan anakku!" Aldo ingin turun. Tetapi dicegah oleh Sinta. Membuat tatapan mata dingin itu tertuju ke Sinta lalu turun ke cengkeraman wanita itu. Sinta sebenarnya takut melihat kemarahan Aldo yang tertahan. Tetapi, ia harus menekannya demi bisa mengendalikan Aldo sesuai keinginannya.


"Sabar, Al. Kamu memang berhak murka, tetapi pakai otakmu juga. Lihatlah keluar, begitu banyak orang yang akan menyaksikan aib keluarga mu. Erika yang berkhianat memang patut dipermalukan, tetapi kamu? Apa kamu mau ikut malu dikhalayak umum?"

__ADS_1


Benar juga! Aldo akhirnya menahan dadanya yang naik turun bergerumuh hebat. Awas saja, sampai rumah ia akan memberi pelajaran pada Erika yang sok sokan berpenampilan alim dengan tutur lemah lembut sopan, tetapi nyatanya busuk melebihi bangka*. Aldo sangat murka saat ini. Ingin melampiaskannya tetapi tidak tau caranya. Yang ia bisa lakukan adalah menangis batin. Sungguh, rasanya dikhianati itu.... Sakit! Sakitnya susah di deskpripsikan dengan kata kata.


"Sabar ya...!" Sinta memberanikan diri mengelus dada Aldo dengan lembut.


Aldo menoleh ke samping. Wajah Sinta begitu dekat.


"Kalau Erika bisa selingkuh, kenapa kamu tidak, Mas?" Sinta mulai memancing. Dari Aldo, kini sudah pakai embel embel Mas dengan intonasi dibuat manja.


Alis Aldo terangkat satu. Ia sebenarnya tidak bodoh dengan keambiguan Sinta. Hanya saja, Aldo ingin memastikan.


Aldo yang kacau semakin gusar saja. Barusan ia menyenggol dada big size Sinta karena spontan menarik cepat tangannya.


"Maaf! Saya tidak sengaja," kata Aldo dan kembali menatap lurus lurus ke depan. "Erika kemana?" ujarnya sendiri. Meja yang tadi Erika pakai sudah di tempati orang baru.

__ADS_1


"Yaak, kemana lagi kalau bukan menunaikan tugasnya, Mas. Kamu pasti tau apa maksudku!"


Hah... Hati Aldo seperti pecah seribu keping. Tugas? Itu berarti Erika sudah kotor? Dan itu karena uang? Yaaak... Erika diam diam ternyata bosan hidup serba pas pasan bersamanya.


"Aaarggh...!" Aldo menjerit sembari menjambak jambak frustasi rambutbya. Ia tidak bisa menyembunyikan sakit hatinya di depan mata Sinta yang menyeringai diam diam padanya.


"Erika sangat bodoh menyia-nyiakanmu, Mas. Tapi tenang saja, ada aku bersamamu." Sinta terus menghasut dan menempatkan dirinya sebagai orang yang paling peduli.


Melihat Aldo diam dengan perasaan kacau, Sinta pun mempunyai rencana bagus demi keuntungannya.


"Aku akan membawamu ke tempat yang nyaman. Menghiburmu supaya kamu tidak stres. Kamu turunlah, biar aku yang mengemudi!"


Karena memang sedang kacau, Aldo hanya menurut dengan bibir masih setia bungkam. Ia tidak bisa mencerna segala sesuatu keambiguan wanita itu. Semua dunianya seakan runtuh melihat istri yang ia sanjung, cintai, kasihi, dan segalanya telah mengkhianatinya. Erika tega padanya! Membuat Aldo menangis darah di dalam sana. Ia membenci istrinya detik di mana melihat Erika makan siang romantis bersama Pria lain yang sekaligus membawa Icha menyaksikannya. Biar apa? Biar putri mereka mudah mengakui pria asing itu, bila mana hubungan suami istri mereka sudah kandas? Begitu kah?

__ADS_1


Damn! Aldo mengerang dalam kebisuannya. Batinnya bergulat sendiri dengan pikiran negatif untuk nama Erika.


***


__ADS_2