Ex Bad Boy

Ex Bad Boy
bertemu (REVISI)


__ADS_3

violet menenteng kantong kresek berwarna putih di kedua tangan nya, yang isinya terdapat banyak sekali makanan. karena stok makanan dirumahnya sudah habis. sebenarnya violet bisa saja menyuruh bibi nya, tapi ia merasa hal itu tidak perlu ia lakukan.


selagi bisa dikerjakan sendiri, kenapa mesti orang lain?


karena ia merasa malas untuk berjalan di jalan raya, ia pun memutuskan untuk berjalan melewati gang kecil. saat itu keadaan di gang tersebut sangat sepi, karena memang saat itu sudah malam.


saat di tengah jalan, violet merasa tidak enak akan sesuatu. tapi yang namanya violet adalah orang yang selalu berusaha untuk berfikir positif. dengan santainya ia pun melanjutkan perjalanan nya lagi.


violet mendadak berhenti di saat ia melihat seorang lelaki yang berpakaian serba hitam dari kejauhan sedang bersandar pada tembok.


"tuhkan, bener pasti ada sesuatu yang gak beres" batin vio.


awalnya violet ragu dan mengira bahwa itu seorang penjahat yang siap untuk menerkam nyawanya. tapi, setelah di perhatikan, lelaki tersebut sepertinya sedang membutuhkan bantuan.


"bantuin atau engga ya. tapi kalo ternyata itu penjahat? atau bisa aja dia pura pura. tapi kalo ternyata dia bukan penjahat gimana?"


"inget vi, stay positif" ucap violet menasihati diri sendiri.


akhirnya violet pun kembali berjalan dengan berhati hati. belum lama ia berjalan, vio berhenti kembali untuk yang kedua kalinya.


"apa dia hamil?" gumam violet polos. yah begitulah ke begoan HQQ violet.


violet menggelengkan kepalanya.


"gak, gak mungkin. masa iya cowo bisa hamil. tapi, kenapa dia megangin perut?!"


"ah, sudahlah, mending gue samperin aja itu orang"


tanpa mau berlama lama lagi, akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri lelaki tersebut setelah menyelesaikan perdebatan dengan diri nya sendiri.


"ASTAGA" violet terkejut melihat darah di sekitar perutnya. rasa nya ia ingin muntah melihat darah yang berceceran kemana mana. ditambah baunya yang sangat menyengat.


ia ingin sekali meninggalkan pria tersebut. tapi violet merasa kasian.


"eh, lo gak papa kan?" tanya violet polos. namun, tidak ada jawaban yang ia berikan.


"aduh vi, kok lu pinter banget sih. masa segala di tanya. ya jelas dia lagi kesakitan!" omel violet pada dirinya sendiri.


"apa gak usah gue bantuin ya? tapi kasian, kalo dia mati disini gimana.. gak, gue harus bantuin ini cowo. harus!" batin eca sambil menatap cowo yang sedang bersandar di tembok sambil memegangi perutnya itu.


"lu mau gue bantuin kagak?!" tanya violet.


"eh lu bisu atau apasi! jawab dong kalo di tanya" kata eca kesal.


"brisik, cepet bantuin gua" kata nya sambil menyodorkan tangannya.


"eh iya" violet segera merangkul tangan nya di bahu milik vio. violet sempat kesulitan. bagaimana dengan belanjaannya? di tambah lagi cowo tersebut sangat berat. violet menengok ke arah nya, yang hanya bisa diam dan memejamkan mata menahan sakit.


"sini gua bawain"


"ha,,, oh iya,, ini" kata vio terbata bata. vio menyerahkan bungkusan plastik itu kepadanya.


violet berjalan dengan gontai menahan berat tubuh cowo ini menuju rumah.


"semangat vi! sebentar lagi nyampe!" gumam violet.


akhirnya setelah 15 menit, ia sampai di rumahnya. violet segera menidurkannya di atas sofa yang ada di ruang tamu. dan berlari menaruh belanjaan nya di dapur.


"aish, plastik nya kenapa jadi ada darah nya juga sih" gumam eca kesal sambil memasukan nya ke dalam kulkas.


ia menghampirinya kembali dengan membawa kotak obat di tangannya.


violet pun gak tau harus berbuat apa dengan kotak obat yang ada di tangannya saat ini.


"emm, gue buka ya" kata violet ragu.


violet pun membuka kaos hitam yang membungkus badan laki laki tersebut secara perlahan.


DAM!


vio menganga tidak percaya dengan apa yang ia lihat. vio ingin sekali berteriak tapi tidak bisa. suaranya terlalu indah untuk berteriak.


"body nya bagus banget" gumam vio.


"apa?" tanya arga.


"gak"


vio  melihat goresan pisau yang panjang tapi tak terlalu dalam.

__ADS_1


"anjirr, ini gimana cara ngobatinnya" batin vio bertanya.


"apa panggil bibi aja ya? tapi bibi lagi tidur. engga usah deh" gumam nya.


melihat ekspresi wajah cowo itu, eca pun merasa kasihan. ia pun segera membuka kotak obat dan mengobati luka tersebut bagaimana pun juga caranya.


"yaampun, gila lu ya! bisa bisa nya sampe ada luka kaya gini. abis ngapain aja lu! bahaya tau gak sih" ucap violet panjang lebar sambil mengobati nya.


"hmm..." ucap laki laki itu menahan sakit.


"inimah harus di bawa ke rumah sakit" ucap violet.


"tapi tenang aja, gue bisa ngobatin nya kok, untung aja gue pinter. gak sia sia gue belajar hahaha" tambah violet.


"abis ngapain?" tanya violet lagi.


"berantem" jawabnya santai.


"dasar anak jaman sekarang! jawabnya santai banget lagi!" ketus violet.


violet akhirnya kembali fokus mengobati nya dengan perlahan.


"SELESAI!" teriak violet sambil melihat hasil pengobatanya. tidak sia-sia ia mengorbankan waktunya yang cukup lama itu.


violet menoleh ke arahnya yang sedang memandanginya.


"makasih" ucap nya tersenyum tipis sambil membenarkan baju nya. violet yang melihat nya ikut tersenyum lebar.


"gua arga bramasta" sambil mengulurkan tangannya.


"dia? keluarga bramasta? keluarga terpengaruh ke 3 kan?" batinnya.


"violet latief" membalas uluran tangan tersebut.


"oh ya abis ini jangan berantem lagi ya! bahaya!" nasihat violet sambil merapihkan kotak obat nya. arga hanya menganguk kecil.


"kok gue jadi sokap gini ya" batin violet.


"bentar ya, gue ambilin baju dulu" kata vio setelah melihat baju arga yang sobek dan bau amis. arga hanya mengangguk kecil.


vio pun naik ke atas, dimana kamar nya berada dan mengambil baju longgar milik nya dari lemari milik nya.


"muat gak ya?" batinnya bertanya.


violet turun lagi dengan membawa baju berwarna hijau di tangannya dan menyerahkan nya kepada arga.


"nih" vio menyerahkan baju nya. arga pun menerimanya dengan senyuman di bibir nya.


"makasih ye" kata arga sambil membuka baju nya.


"eh,, mau ngapain lu" tanya violet keheranan sambil menutup matanya.


"ganti baju"


"maksudnya, masa harus disini"


"yaela udah terlanjur." balas nya santai.


"santai aja kali, tadi lu ngobatin gue juga liat badan gue" tambah arga saat melihat vio yang sedang tegang.


"emm,, haha" tawa vio garing. vio membuka matanya saat arga sudah memakai baju nya.


"lu laper kan? ayo makan, gue baru beli makan" kata vio.


"ehh, lu duduk aja, ntar tambah sakit lagi. gue ambilin makanan nya ke sini dah" tambah vio saat melihat arga yang mau berdirii.


"oh yaudah" balas arga santai.


...


"orang tua lo dimana?" tanya arga sambil menyantap makanan yang ada di depannya.


"lagi kerja di LA" jawab nya dengan kencang. ni cewe suaranya kayak TOA ato gimana dah.


"oh" balasnya singkat.


vio berdiri dan mulai mencuci piringnya. sedangkan arga masih sibuk menghabiskan makanan nya.


"lu mau langsung balik, atau tidur di sini?" tanya vio setelah mencuci piringnya.

__ADS_1


"tapi kan lu lagi sakit ya, yaudah tidur sini aja dulu, sans kamar gua banyak" tambah vio.


arga hanya menganguk pelan. "ni cewe ga takut gw apa apain yak?" batin arga.


"nih remot kalo mau nonton tv"


"gak usah" kata nya sambil mengeluarkan ponsel nya dari saku nya.


"yaudah" vio mengambil piring bekas arga tadi dan membawanya ke dapur untuk di cuci.


"woy, gue ngantuk mau tidur duluan, kamar lu ada di sebelah tangga, nanti lu naik aja. kamar nya di sebelah gue. ada tulisan vio room kok" ucap vio setelah mencuci piring sambil berdiri di depan arga yang masih fokus memainkan ponselnya.


entah mengapa, tiba tiba saja arga tergoda dengan paha mulus nya. iya! arga baru nyadar kalau vio make celana pendek banget. arga mulai beralih keatas, dan tergoda dengan leher mulus nya.


"apa lu liat liat?!" protes violet.


"gak" jawab nya datar.


"yaudah ah gue mau tid...aaaa" ucap vio sambil berjalan. tapi dengan cepat arga menarik tangan nya dan pada akhirnya vio berada di pangkuan arga.


karena mendadak, dengan cepatnya vio melingkarkan satu tangannya di pundak arga. mungkin takut jatoh.


"ih argaaa njirtt.... lepasin." teriaknya. vio berusaha berdiri tapi arga memeluk pinggangnya dengan erat.


tangan arga mulai mengelus pipinya turun ke bibir dan menarik dagunya keatas.


"mau ngapain lu?! inget jangan macem macem sama gue!" kata vio.


arga tidak memperdulikan nya sama sekali dan menarik kepalanya sehingga mendekat. vio berusahal menghindar, tapi apadaya tenaga nya tidak sebanding dengan tenaga arga.


CUP


arga mencium sekilas bibir violet yang hanya terdiam. ia tidak tau harus melakukan apa. ia masih tidak mencerna apa yang arga lakukan tadi.


"lo belum pernah ciuman ya?" tanya arga. vio hanya mengelengkan kepalanya. ya! arga telah merebut first kiss nya!.


"gue kira lu udah sering" kata arga jail.


"enak aja! gue masih suci! kok lu bisa bisa nya nyium gue segampang itu?!!!" protes eca sambil menutup mulut nya dengan tangan nya itu.


"bisa lah"


"liat besok lu njirt, abis sama gue! sekarang gue lagi gak bersemangat gue mau tidur!" ucap vio yang ingin berdiri.


"ayo bareng gua" kata arga sambil mengendongnya menuju kamar violet.


"ehhh, lepasin! jangan gendong gueeeee, gue berat!" kata eca.


"aaaah njirt, cepet lepasin! nanti lu sakit gimana" tambahnya.


"gak bakal! gua kan bad boy."


"alah banyak gaya lu"


"songong juga"


"anjirt, turunin" pinta violet.


"lu mau gue turunin di tengah tangga gini?!" kata arga sambil berpura pura menjatuhkannya.


"ahhh enggaaa!" teriak eca sambil memeluk arga.


"modus mau peluk peluk" kata arga iseng.


"yang modus itu lu omes!!"


"hahahhahaha"


"ketawa lu badut" ledek vio.


"turunin gue disini!" perintah vio.


arga pun menuruni vio dengan perlahan.


"makasih" kata eca masuk kedalam kamar. arga pun mengikutinya masuk ke dalam kamar vio.


"ngapain lu disini! tidur di kamar sebelah sana" protes violet kesal.


"mau nya tidur disini" kata arga santai.

__ADS_1


"gak, gak, gak, sana lu sanaa!" usir vio sambil mendorong arga keluar dari kamar dan membanting bintu dengan keras.


"njirt galak bener" gumam arga dibalik pintu.


__ADS_2