
arga menyatukan alis nya ketika melihat sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya. mobil keluaran terbaru yang harga nya fantastis, arga tau itu. namun yang namanya arga, di bawa santai aja.
arga melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah. alis nya menaik sebelah ketika melihat orang yang melahirkan nya dulu. sudah sangat lama ibu nya tidak terlihat di rumah ini. untuk apa ibu nya datang kesini?. sadar dengan kehadiran arga, ibunya menengok dan berdiri dari duduknya.
"sudah jam berapa ini? kenapa baru pulang?" tanya ibunya, melisa. arga dengan santai nya menunjuk arah jam dinding yang terpajang disana.
"jam setengah sembilan malam" tambahnya dengan santai.
"dari mana saja kamu?" tanya melisa kembali.
"apa peduli mu?"
"cih! saya dengar kamu menerima kesepakatan dari ayah mu" kata melisia. arga hanya diam tidak menjawab.
"apa kamu sudah bertemu dengannya?"
"sudah"
"lalu bagaimana hubungan mu dengan nya?" tanya nya kembali.
"saya ingin naik dulu" ucap arga melangkah kan kedua kakinya. melisa mengepalkan kedua tangannya kesal. bagaimana cara menghadapi anak satu satu nya itu.
"saya belum selesai berbicara!" bentak melisa sambil menahan lengan arga.
"apa yang anda inginkan?" tanya arga sambil menatap ibunya dengan malas.
"saya ingin kamu pindah ke london" perintah melisa dengan santai. arga menghembuskan nafas nya dengan kasar dan mengusap wajah nya dengan tangan secara kasar.
"kenapa??"
"masih bertanya! kamu itu penerus perusahaan! sampai kapan kamu seperti ini! kamu tidak akan bisa selamanya aman!"
"maksud anda?"
__ADS_1
"kamu kira, dengan cara mu merahasiakan soal pembunuhan itu, kamu bisa selamat?"
"dari mana anda tau?" tanya arga mulai curiga.
"kamu tidak perlu tau, saya tau dari mana. intinya kamu sudah tidak aman di sini."
"loh bagaimana dengan pendidikan saya?"
"kamu akan melanjutkan pendidikan nya di sana. semua sudah di urus."
"untuk apa saya jauh jauh bersekolah di sana. di indonesia juga ada kok"
"gak usah mejawab lagi"
"lalu, bagaimana dengan violet? bukankah perusahaan kita sedang kekurangan dana?"
"kita sudah melakukan kerja sama dengan perusahaan nya. kita akan melakukan perjodohan"
"mak,,, maksudnya?"
"kita akan LDR?"
"tidak, satu bulan lagi ia akan menyusul ke london"
"merepotkan"
"bicara yang sopan!"
"saya tidak di didik untuk menjadi yang sopan"
"jaga bicara kamu arga!"
"sudahlah saya tidak mau berdebat dengan anda. lagian berdebat dengan anda juga tidak ada gunanya"
__ADS_1
"maksud kamu?"
"urus aja anak kebangganmu itu"
PLAK
melisa menampar arga dengan tangan kosong nya.
"siapa yang mengajari mu seperti ini hah?" tanya melisa.
"siapa yang mengajari mu meninggalkan anak nya selama 4 tahun hah? tidak kah anda sadari perbuatan anda?" pertanyaan itu langsung keluar dari mulut arga. arga pun terkejut mengapa ia bisa mengatakan hal itu.
PLAK
melisa kembali mendaratkan tangannya di pipi arga. wajah arga pun terbuang karena tamparan yang melisa berikan sangat lah kencang. arga memegang pipi nya yang sudah berwarna merah itu.
"dimana sopan santun mu ha? saya ini orang yang telah melahirkan kamu! saya yang sudah membesarkan kamu! saya yang telah merawat kamu! saya yang sudah menafkahi kamu! kurang apa lagi saya terhadap kamu!!" bentak melisa. arga terkekeh saat mendengarnya.
"membesarkan? merawat? anda salah ngomong kali. yang membesarkan saya, yang merawat saya selama ini adalah diri saya sendiri. apakah anda pernah memberikan kasih sayang?"
"tentu saja saya pernah" balas melisa.
"pernah, HAHAHA. saya tidak salah dengar? kalau saja dari dulu anda tidak sibuk dengan pekerjaan brengsek itu, saya dan stevani tidak akan pernah seperti ini. saya tidak akan senakal ini. dan saya tidak akan berpisah dengan adik kandung saya sendiri!!!" maki arga.
semua yang ia pendam di dalam hati nya kini ia keluarkan semua. ia agak lega setelah mengatakan semua itu.
"JANGAN MEMBAWA NAMA STEVANI ARGA!!" bentak melisa.
"kapan terakhir kali kau menyebut nama saya dan nama stevani? PERNAH KAH ANDA MEMIKIRKAN SAYA DAN STEVANI YANG BERADA DI ALAM SANA?!! PERNAH KAH ANDA MEMIKIRKAN AYAH YANG TELAH BERJASA PADA MU?!! ORANG YANG TELAH MENYELAMATKAN MU DAN KITA DARI KEMISKINAN?!!"
"mama dan papa sama saja. sama sama sibuk dengan urusan masing masing"
melisa terdiam. ia tidak tau harus mengatakan apa. ia sudah kehabisan kata kata. yang di katakan oleh arga memang benar. tanpa melisa sadari, air matanya keluar.
__ADS_1
arga merasa berdosa. ia telah membuat nya menangis. ia membuat ibu kandungnya menangis. ia sangat tidak tega melihatnya. tapi, ego nya mengalahkan kebaikannya. tidak ingin berlama lama disana, akhirnya arga memutuskan untuk naik ke atas, kamarnya.