
PULANG SEKOLAH....
vio berjalan di tengah tengah lapangan yang begitu luasnya sambil menghentakan kedua kakinya disetiap langkahnya.
orang orang yang melihat dirinya sudah dipastikan menjuluki dirinya dengan kata "orang gila" karena tingkahnya tersebut. ia masih saja mengingat kejadian yang baru saja menimpanya.
"viii ngapa si lo. jalan kayak orang gila tau. ga punya malu lo ya?" tanya eva menghampiri violet.
"ga tau" balas vio yang kini tangan yang dilipat di dada.
"aneh lo. untung temen kalo engga gw santet lu"
"eh btw lo mau ke halte kan? ayok bareng kebetulan kaka gw jemputnya di situ" tambah eva. vio menganggukan kepalanya setuju.
setibanya di halte, vio dan eva langsung duduk di kursi. sesekali eva menengokan kepalanya ke kanan kekiri. tentunya saat ini vio mencari bis yang lewat. sedangkan eva menunggu kakanya datang untuk menjemputnya.
BEP BEP
suara klakson motor terdengar dengan kencangnya membuat vio menengokkan kepalanya dari arah kiri kini ke arah depan.
motor ninja berwarna hitam yang dibawa oleh kaka eva, tristan sedang menunggu eva untuk naik di belakangnya.
"eh kaka udah dateng"
"yaudah cepet naik" kata tristan tidak ingin basa basi. eva menganggukan kepalanya.
"vi, duluannya" ucap eva yang kini sudah berdiri sambil berjalan menuju kakanya tersebut.
vio menganggukan kepalanya setuju sambil menunjukan senyum manisnya dan akhirnya mereka berdua menjauhi violet.
vio kembali menengokan kepalanya ke arah kiri, mencari keberadaan bis yang tidak kunjung datang.
BEP BEP
__ADS_1
belum lama kepergian eva dan kakanya, suara motor terdengar dari arah yang berlawanan. tapi vio tidak kunjung memutarkan kepalanya.
BEP BEP BEPP
kini suara motor kembali terdengar lagi. membuat vio sukses menengokan kepalanya dengan terkejut.
motor ninja berdiri dengan tegap nya tepat di hadapan vio saat ini. tidak lupa jaket dan helm berwarna hitam menghiasi tubuh pemilik motor tersebut.
vio sudah yakin pemilik motor tersebut adalah arga. vio segera membuang mukanya ke samping kanan.
"naik" perintah arga dengan dinginnya.
"ga mau" jawab vio dengan berani. ia masih sebal dengan arga.
"naik" perintah arga kembali.
"ga!" jawab vio kembali.
"iya iya gue naik" jawab vio pasrah.
akhirnya vio naik dengan bantuan pundak arga. tanpa di suruh berpegangan pun vio sudah melakukan hal tersebut dengan sendirinya yang membuat arga tersenyum di balik helm nya.
"udah"
"hm"
arga pun segera melajukan motornya. entah kemana arga akan membawa violet.
***
sampailah mereka berdua di boxing center. tempat tinju yang dimana tempat ini terkenal dengan pemain pemain kelas dunia.
arga memarkirkan motornya dan turun dari motornya. vio yang ikut turun dari motornya menanyatukan kedua alisnya bingung.
__ADS_1
"arga ini tempat apa? kok lu bawa gue ke sini?" tanya vio.
"udah ikut aja" jawab arga sambil menarik tangan vio masuk ke dalam nya.
arga membawa vio menuju sebuah ruangan. ruangan dimana para pemain mengganti pakaiannya di sana.
di bukanya pintu ruangan tersebut, semua mata mengalihkan pandangannya ke arah mereka berdua, tidak lebih tepatnya ke arah violet.
di mana lagi smua penghuni ruangan tersebut rata rata seorang laki laki yang memiliki tubuh yang besar besar.
ditambah lagi mereka semua memasang wajah yang sangar dan kebingungan di campur. tentunya mereka bingung mengapa arga membawa seorang gadis ke tempat yang seperti ini.
vio lebih memilih untuk membaca isi mading yang ada di dalam ruangan tersebut.
"bramasta petinju kelas dunia dianggap sebagai salah satu petinju brutal yang mencatat recor dunia pertinjuan. ia menjadi petinju kelas dunia antara 1987 - 1996 dengan rekor bertarung 50 kali menang dan 6 kali kalah.
Tumbuh sebagai anak jalanan liar di Catskill, New York, arga menumpahkan semua keganasannya di atas ring. Ia menjadi juara dunia pada usia 16 tahun, memukul KO hampir semua lawannya sebelum dijatuhkan James "Buster" Douglas pada tahun 1990.
Setelah kekalahannya, barmasta mencoba bangkit kembali namun tersandung pada tindak kriminal Ia dijatuhi hukuman penjara tiga tahun dan kemudian terus menghadapi masalah saat mencoba kembali ke atas ring.
"Sejak usia 12 tahun, saya hanya tahu bagaimana menyakiti orang lain, mengalahkan mereka, mempermalukan sekaligus membuat mereka patah semangat," kata bramasta.
vio terkejut setelah membaca salah satu isi dari mading tersebut. ia sempat melirik kebelakang, tempat di mana arga berada. lalu kembali memfokuskan matanya dengan isi madingnya.
"vi" panggil arga yang kini sudah bertelanjang dada sambil mennyentuh pundak vio. vio menoleh ke arah arga berada.
"kenapa?" balas vio.
"liat apa?" tanya arga balik.
"ini" balas vio sambil menunjuk isi mading yang ia baca tadi. arga ikut melihat apa yang vio baca tadi hanya bisa menampilkan wajah yang datar seperti biasanya.
"ini lo?" tanya vio kembali. namun arga hanya diam tidak menjawab.
__ADS_1