
pagi pagi mading sekolah sudah diramaikan oleh murid murid. hampir semua murid rela berdesak desakan demi melihat mading sekolah. tidak jarang guru guru yang lewat ikut melihat.
violet yang baru datang dibuat bingung oleh teman temannya yang sudah datang lebih awal. mengapa?!. karena ekspresi yang di tunjukan oleh temannya tidak memuaskan.
"napa si? pagi pagi muka kamu kusut banget." tanya violet sambil menjitak kepala eva.
"gimana ga kusut ni muka. pagi pagi udah disambut berita hebat"
"ha? paan si" tanya violet heran.
"itu lo liat aja dewek" sambil menunjuk arah mading sekolah.
karena diselimuti rasa penasaran, violet memutuskan untuk melangkahkan kakinya ke arah mading. karena masih ramai violet tidak bisa melihat mading ditambah badannya yang pendek.
dengan mengusahakan segala cara akhirnya violet berhasil melihat mading dengan menyelip kerubunan.
mata nya membulat. jantungnya berdetak dengan cepat. badannya bergetar. ia tidak percaya.
"berarti selama ini? gue jadi selingkuhannya? pantes aja kemarin dia ninggalin gue begitu aja" batin vio.
"vi"
"woyy"
"viooooo" panggil temannya tepat di telinga nya dengan kesal karena temannya tersebut tidak merespon panggilannya.
violet pun sukses terkejut dan kembali ke dunianya.
"apaan si lu, ngagetin tau gak?! "ucap violet sambil mengelus dadanya.
"lagian lo ngelamun terus. mikirin apaan si lo?!" tanya temannya curiga
"ga kok! udh mendingan sekarang kita ke kelas lagian bel udh mau bunyi. daripada ngebahas yang gajelas"
temannya hanya menganggukan kepalanya. mereka pun meninggalkan tempat tersebut.
sebelum violet melangkahkan kaki nya ia sempat melirik mading sekolah yang isinya terdapat foto mesra arga dengan sacha di balkon sekolah.
**\*
TRINGG
bel istirahat telah berbunyi. murid murid berhamburan keluar kelas.
"vi yoK kekantin" ajak eva.
"engga, gue di kelas aja" balas vio.
"laper gak lu?" tanya nya lagi.
"gaa"
"yaudah gue ke kantin bareng rara ye"
"hm"
kini tersisa violet sendirian di kelas. melamun, sesekali berteriak. ia masih memikirkan apa yang ia lihat di mading sekolah tadi.
__ADS_1
ia bingung, vio takut merusak hubungannya arga dengan sacha.
"tuhan, apa yang harus kulakukan?!" batin nya.
sibuk dengan lamunannya, ia dikejutkan dengan kehadiran sacha disampingnya.
"sendirian aja bang." ejek sacha
"bukan urusan lu!" balas violet sambil memutar bola matanya.
"ngapain lu ke sini?! ganggu banget sih" tanya violet.
"ck, oke oke, gw kesini cuman mau nunjukin sesuatu." ucap sacha sambil menunjukan sebuah foto.
foto dimana sacha mencium arga.
flash back
cup
sacha mencium arga dengan tiba tiba. arga yang terkejut pun menampar sacha.
PLAK
"awhh" sacha memegangi pipinya yang kesakitan akibat ulah arga.
"lo udah gila ya?!" bentak arga.
"maaf ga, aku gak sengaja" kata sacha berbohong.
arga pergi dengan kesal meninggalkan sacha sendirian di atas sana.
seperginya arga, sacha tersenyum bahagia sambil menunjukan jempol nya kepada orang suruhannya. yang ditugaskan untuk mempotret setiap kejadian di sana tanpa sepengetahuan arga.
...
violet terkejut melihatnya. matanya pun membulat.
sacha yang melihat reaksi violet hanya tertawa penuh kemenangan.
"udah liat kan? so, gw minta lo untuk jauhi arga sebelum lo kenapa kenapa karena gw."
"kenapa?" tanya vio polos.
"karena arga milik gw, untuk hari ini dan selamanya!!!" teriak sacha.
vio semakin terkejut dengan ucapannya.
"emang sacha tau kalo arga kenal gue?" batin vio.
"cewe sampah kayak lu, gak cocok buat arga! hahahhaha." ledek sacha.
"hah?" kini amarah nya kini berada di puncak. karena emosi nya yang tidak bisa dikontrol, ia menendang meja yang berada di depannya.
" mending lu keluar dari kelas ini dah! sebelum gue nendang lu sampe masuk rumah sakit!" bentak violet.
"songong juga lu ya!"
__ADS_1
"asal lu tau ya, gue gak ada hubungan sama arga! jadi gak usah ganggu gue! dan satu hal lagi yang perlu lu tau, lu gak cocok sama arga. jadi harap tau diri...."
PLAK
belum selesai ucapan vio, sacha sudah duluan mendaratkan sebuah tamparan di pipi mulus vio. violet memegang pipi nya yang berubah menjadi warna merah itu dengan perlahan.
"jangan pernah ngomong itu sekali lagi." teriak sacha.
"kenapa?! benerkan! hidup lu itu sama kayak keluarga lu. hidup lu itu di penuhi drama!! lu..."
PLAK
lagi lagi sacha mendaratkan tangannya di pipi vio untuk yang kedua kalinya.
"lo keterlaluan! kurang ajar! sekarang lo ikut gw!!" ucap sacha sambil menarik tangan vio dengan keras.
"lepasin!! lu mau bawa gue kemana hah?!!' teriak violet. tapi tidak ada respon dari sacha.
"woy anjirt, tuli ya?!!"
"lepasin gue!!"
***
sampilah mereka di gudang sekolah. koditor sekolah memang sepi. karena letak gudang sekolah berada di paling pojok dan berada di belakang sekolah.
dengan cepat sacha mendorong violet sehingga violet terjatuh ke lantai. tidak hanya itu, sacha dengan sempatnya menumpahkan air bekas pel ke baju milik vio.
gudang sekolah adaah tempat menyimpan sapu, pel, dll yang menyangkut kebersihan. disana juga terdapat tangga, palu, tang dll. dan kebetulan saja sisa air pel an yang kotor masih tersimpan di dalam gudang.
vio hanya terdiam kaku saat air kotor menyirami tubuhnya. ia mengingat masa dimana kaka tiri nya menumpahkan air ke tubuh nya ketika ia berusia 13 tahun.
setelah menamparnya, menyirami nya dengan air kotor, sacha meninggalkan nya di dalam gudang sendirian dengan pintu yang terkunci. pastinya, sacha mengambil kunci pintu gudang sebelum ia pergi dari tempat itu.
"rasain, lagian siapa suruh cari gara gara sama gue!! hahhaha" gumam sacha.
vio terjatuh lemas, tubuhnya kekurangan oksigen karena gudang yang ia tempati sangat sempit dan kecil. tubuhnya juga menggigil kedinginan.
pada akhirnya vio tidak menyadarkan dirinya. persis dengan nya dulu ketika kaka tiri nya menyiram nya dengan air.
flashback
"dasar adik gak berguna!" ucap aira.
"*****"
"****"
" gak pantes lu ada di keluarga ini"
"rasain ini!!"
BYURR
air menyirami tubuh vio yang terduduk lemas di balik pohon. setelah merasa puas dengan apa yang aira lakukan, ia meninggalkan vio sendirian.
karena tubuhnya yang lemah, ditambah tubuhnya yang kedinginan membuat nya terjatuh tidak menyadarkan diri .
__ADS_1