Ex Bad Boy

Ex Bad Boy
PINGSAN (REVISI)


__ADS_3

nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi


nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi


nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi


"arghhhhh" teriak arga kesal lantas violet tidak menjawab panggilan ponselnya. ia sudah berkali kali menelfon violet tapi jawaban nya masih sama. sekarang ia sangat khawatir dengan keadaan violet.


"apa dia sudah makan?"


"apa dia marah padaku?"


"apa dia baik baik saja?"


"apa dia melihat berita di mading?"


itulah isi yang ada dipikiran arga saat ini. jam sudah menunjukan 18.00 tapi violet tidak kunjung menelfonnya kembali. kesabaran arga sudah habis.


ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah violet menaiki motor sport kesayangannya.


sekitar 10 menit ia baru sampai di rumah milik violet. ia menaikan alisnya tanda ia sedang kebingungan saat ini.


rumahnya gelap. tidak ada tanda tanda kehidupan di dalamnya. ia mengambil handphone iphone x nya yang berada di dalam sakunya.


arga turun dari motornya dan mengetuk pintu rumah itu.


tok tok tok


"permisi, violet"


"permisi"


"iya tunggu sebentar" kata bibi violet dari dalam.


"iya ada apa ya?" tanyanya kepada arga.


"ada violet gak mba?" tanya arga.


"neng violet teh blom balik dari tadi" jawab bibinya.


arga menyatukan kedua alisnya, bingung.


"dari tadi belom pulang mbak?"


"iya mas"


"dia, bilang ke mba gak mau kemana?"


"gak mas, saya teh bingung, biasanya, violet selalu bilang kalo pulang telat."


"oh yaudah makasih ya mba"


"ya sama sama" kata bibi violet.


saat ini ia mencoba menghubungi teman terdekat violet untuk menanyakan keberadaannya. ia mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang.

__ADS_1


"kirim semua nomor temen violet dalam tiga menit sekarang juga" kata arga yang langsung mematikan ponsel nya.


"ck, lo dimana vii"


TING


suara pesan masuk terdengar di ponsel arga. arga yang mendengarnya langsung membuka pesan tersebut dan menelfon semua nomor yang sudah diberikan, satu per satu.


"violet dimana?"


"gak tau deh"


"gue gak tau"


"aduh maaf ya, gue gak tau"


ya kira kira, seperti itu lah jawaban teman temannya ketika ditanyai seperti itu oleh arga. arga kesal karena semua teman teman violet mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui keberadaan violet.


"cih! teman macam apa itu??!! keberadaan temannya sendiri saja tidak tahu!!" ucap arga kesal.


semua nomor teman temannya sudah ia telefon. kini tersisa 3 nomor yang belum ia telepon. salwa, eva dan sacha.


mengapa?! bukankah sacha pernah berteman dengan vio?! tidak salah bukan ia menganggap sacha teman violet.


kini arga sedang menelfon nomor eva terlebih dahulu.


"halo"  suara orang disebrang sana.


"dimana violet? "tanya arga tanpa basa basi.


***


tidak butuh 15 menit ia sudah sampai di sekolahnya. ia langsung turun dari motornya dan berlari menuju gudang sekolah. suasana di sekolah sangat sepi karena memang sudah malam.


sesampainya di depan pintu gudang sekolah ia langsung memutar knop pintu tapi, pintu tersebut tidak mau terbuka alias terkunci.


"vio kamu ada di dalam kan??" teriak arga di depan pintu.


"vii"


tok tok tok


"violet"


"vi


tapi keheningan yang menjawabnya. tidak ada sahutan suara violet dari dalam sana. mau tidak mau, arga harus mendobrak pintu.


dengan perlahan ia mundur menjauhi pintu dan dengan cepat ia maju untuk mendorong pintu gudang.


BRAKK


hal yang pertama kali ia lihat setelah pintu terbuka adalah violet yang terbaring tidak sadarkan diri di lantai. dengan cepat ia mengendong violet dan segera membawanya ke rumah sakit.


arga berlari menuju dimana motor nya berada sambil menggendong violet.

__ADS_1


"sial!"


"arghhh"


arga kesal, ia baru menyadari, bahwa yang arga bawa adalah motor. sekarang bagaimana caranya ia membawa vio ke rumah sakit?!!!


"arghhh"


arga menengok kanan kiri untuk melihat kendaraan yang ada disana. arga tersenyum saat melihat mobil jemputan yang masih ada di sana.


arga menidurkan vio di depan mushola. setelah itu ia berlari menuju mobil dan menghancurkan kacanya lalu membuka pintu mobil.


PRANGG


betapa terkejut nya ia saat melihat supir yang terbangun dari tidur nya karena terkejut mendengar suara pecahan kaca.


"minggir lo anjin*" kata arga sambil menarik supir itu keluar dengan keras.


arga masuk ke dalam mobil dan mengendarainya menuju mushola. masa bodo dengan supir nya yang terjatuh dan berteriak.


ia turun dari dari mobil dan menggendong violet masuk ke dalam mobil dan menidurkannya.


arga mengendarai mobil dengan kecepatan sambil melirik violet sesekali.


ia mengeluarkan ponsel dari saku nya dan memanggil seseorang di sana.


"datang ke sekolah, urus semua masalah di sana. jangan sampai supir itu melarikan diri" perintah nya di telefon lalu menutupnya begitu saja.


**\*


suara pintu salah satu kamar yang berada di rumah sakit terdengar terbuka. menampakan seorang dokter yang berbakaian serba putih.


arga yang sedang duduk langsung berdiri dan menghampiri dokter tersebut.


"dok bagaimana keadaannya?" tanya arga khawatir.


"kondisi pasien lemah, tubuhnya kekurangan oksigen dan makanan. ia memperlukan istirahat yang cukup dan makanan yang bergizi." jawab dokter tersebut dengan tenang.


"butuh berapa hari dok, agar tubuh nya kembali pulih seperti biasanya"


"hanya tiga hari"


"oh begitu ya" kata arga sambil menganggukan kepalanya.


"kalau begitu saya pergi duluan" pamit dokter tersebut.


arga mengangguk dan masuk ke dalam kamar VIP itu setelah dokter itu pergi.


hal yang pertama kali ia lihat adalah, violet yang berbaring di ranjang dengan lemah.


arga mendekat ke arah vio sambil mengambil bangku disana. arga mengelus pipi nya dengan lembut  sambil mengenggam tanganya.


arga baru tersadar, wajah violet terlihat memar.


"aish vi, cepet sembuh ya" gumam arga melihat vio.

__ADS_1


__ADS_2