
.
arga membawa vio menuju aula ring. tempat dimana pertinjuan akan dilakukan. suasananya sangat ramai.
para penonton mulai gaduh saat melihat kedatangan arga. dimana lagi arga membawa soorang gadis.
para pemain pun segera melakukan pemanasan, karena sebentar lagi pertandingan akan dimulai.
arga menarik tangan vio untuk duduk di salah satu kursi penonton di kursi no 4d. jarak nya tidak terlalu jauh dari ring dan tidak terlalu dekat juga dari ring.
"vi duduk di sini, jangan kemana mana" perintah arga.
vio hanya bisa mengangguk pasrah dan duduk di kursi tersebut.
selanjutnya arga meningggalkan vio dan mulai memasuki ring pertandingan. dilihatnya tyson yang sedang bersantai di pinggir ring.
kali ini arga akan bertanding melawan tyson. arga sudah sangat gemas dan tidak sabar untuk meninju nya.
arga mengambil sarung tinju berwarna merah dari asistennya tersebut.
sambil menunggu cincin bel berbunyi, ia melakukan pemanasan terlebih dahulu.
sesekali arga melirik vio yang sedang duduk manis di sebrang sana. raut wajah nya menunjukan kekhawatiran, membuat arga tambah gemas melihatnya.
TING TING
suara cincin bell ronde pertama sudah berbunyi.
kedua pemain diarahkan saling berhadapan. tyson mengambil ancang kuda kuda.
sama seperti yang arga lakukan saat ini. tyson memulai tinjuannya di dada milik arga.
dengan cepat arga menghindarinya. dan dengan cepat pula arga meninju dada tyson bertubi tubi.
dan pada akhirnya tyson terjatuh. sangat mudah bagi arga melawan tikus seperti tyson. wasit pun mulai mengitung, masih bisakah tyson bangkit kembali?
1
__ADS_1
2
3
4
5
6
7
tyson bangkit. dalam hitungan ke 7 pada akhirnya tyson bangkit kembali.
arga hanya menampilkan senyum miringnya sambil menatap vio yang sedang ketakutan lalu kembali menatap tyson dengan dinginnya.
tyson yang melihat itu, merasa tertantang dan mulai meninju tubuh arga. tubuh arga pun terlempar dan terjatuh.
bukannya sakit, arga langsung berdiri dan tertawa sekeras mungkin. penonton yang melihat pun kebingungan dengan reaksi arga termasuk violet.
dengan perlahan arga mendekati tyson. dan dengan cepatnya arga mendaratkan tinjuan di kedua rahang tyson dan diakhiri dengan tinjuan di perutnya sehingga membuat tyson memuntahkan darahnya.
keseimbangan tyson pun menghilang dan pada akhirnya tyson terjatuh. semudah itu kah? tentu saja. semua akan terlihat mudah bagi seorang arga.
1
2
3
4
5
6
7
__ADS_1
8
9
10
hitungan sudah di lakukan. tyson tidak kunjung bangkit dari jatuhnya.
dan pada akhirnya wasit dan para juri memutuskan arga lah yang memenangkan pertandingan kali ini.
para penonton pun mulai memeriahkan suasana. semua bertepuk tangan. berbeda dengan vio, ia lebih milih keluar dari tempat tersebut. ia benar benar mual saat ini.
"selamat untuk arga bramasta. seperti yang kalian lihat, tidak butuh waktu yang lama untuk menjatuhkan lawan seperti tyson. sekali lagi beri tepuk tangan untuk ARGA BRAMASTA..."
PROK PROK PROK
***
"vi.. vi,, dengerin dulu vi" ucap arga sambil menarik pergelangan tangan vio. vio yang merasa di tarik tangannya terpaksa menghentikan langkahnya.
"lepasin!" bentak vio tanpa membalikan badannya.
"dengerin dulu vi " kata arga.
"gue gak mau denger apapun itu!" balas vio sambil kembali berjalan.
"gue bisa jelasin vi" kata arga.
"jelasin? jelasin kalo lo itu jagoan? jelasin kalo lo itu hebat? kuat?" bentak vio yang kini telah membalikan badannya.
"engga vi gue..." ucap arga terbata bata.
"lo itu so jagoan! so hebat. lo begini ga ada guna nya tau ga?!" kata vio dengan penekanan di setiap katanya.
"lo ngajak gue kesini, cuma buat gue terkesan gitu? sorry, gue sama sekali ga terkesan dengan kehidupan gelap lo" kata violet.
" gue kecewa sama lo" ucap vio meninggalkan arga.
__ADS_1