Ex Bad Boy

Ex Bad Boy
SUAPIN (REVISI)


__ADS_3

keesokan paginya...


"heh bangun, bangun" kata violet di pagi hari sambil menggoyangkan tubuh arga.


"heem"


"cepet bangun jangan cuma hem doang" kata violet kesal.


"yaela masih jam berapa sih" kata arga merenggangkan tubuhnya.


"udah jam 5, bangun njirt cepet"


"ha? heem"


arga mulai membuka matanya perlahan dan melihat violet yang sudah berdiri didepannya seperti emak emak.


arga tersenyum melihat violet yang sedang kesal.


"apa liat liat! cepet bangun"


"gue kan udah bangun, sayang" kata arga sambil bangun dari posisi tidurnya.


"kenapa sayang?" tanya arga melihat violet memanyunkan bibirnya.


"baju sekolah gueee, gimana" rengek violet sambil menghentakan kakinya.


"gosend kan bisa vi"


"susah argaaa"


"apa yang susah?"


"ahhh, pokoknya lo harus ambilin baju gue. sama peralatan sekolah gue! titik" kata violet.


"iya sayang, nanti gue ambilin. sekarang gue mau tidur dulu ya vi" kata arga sambil merebahkan diri nya.


"ahhhh, arga plisss. hari ini gue ada upacara osis. harus dateng pagi. plis ya gaaa. sekarang ambilinnya" kata violet manja.


arga tersenyum melihat violet. akhirnya ia kembali bangun dan berdiri berhadapan dengan violet lalu mengelus rambut nya dengan lembut.


"yaudah bentar ya" kata arga. violet tersenyum dan mengangguk.


"yaudah cepet sanaa" usir violet.


"iyaaa sayang yaampun"


...


"violet, karena kamu adalah seorang ketua osis disini. maka, tugas kamu di siang hari ini memeriksa setiap halaman sekolah, taman sekolah, balkon sekolah."


"jangan biarkan murid murid di sini bolos pada jam peajaran. jika kamu menemukan murid yang sedang membolos di siang hari ini, catat namanya dan berikan kepada bapak. nanti bapak yang akan langsung menghukumnya." perintah bapak kepala sekolah.


"baik pak saya akan melakukan tugas ini dengan sepenuh hati." ucap violet dengan semangat.


"bagus itu,dan untuk yang lain bisa lanjutkan tugas kalian masing masing"


" siap pak!" ucap anak osis yang lain dengan serempak.


"kalian boleh balik ke kelas masing masing" perintah pak kepsek.


"baik, siap" ucap mereka serempak dan meninggalkan lapangan.


* * *


saat ini violet sedang menjalankan tugasnya. disaat murid yang lain nya belajar, violet dan anak anak osis lainnya sedang melakukan tugas dari pak kepsek.


halaman, taman, dan kantin sekolah sudah ia periksa. sekarang tersisa balkon sekolah yang belum ia periksa.


awalnya, violet sangat malas. apalagi harus melewati dua lantai. ditambah lagi tangga nya yang begitu panjang.


"huft, semangat vii. kamu pasti bisa" kata violet menyemangati dirinya sendiri.


setiba nya ia di sana, ia dikejutkan dengan keberadaan arga yang sedang berdiri dengan kondisi yang tidak memuaskan.


baju dikeluarkan, atribut sekolah yang tidak lengkap,dan yang lebih parahnya ia sedang merokok. sudah bisa di pastikan arga akan mendapatkan hukuman yang berat jika ada seseorang yang melaporkan namanya.


"a.. ar.. arga. lo ngapain di sini njirt" teriak vio menghampiri arga.


"ga liat?" balas arga cuek.


"yaela santai dong" protes violet.


"baju lo berantakan banget! ngerokok pula" kata violet.


"emang lo ga takut apa, kalo lo dihukum?!" tambah nya.


"gue, gak bakal dihukum, kalo gak ada yang laporin gue." kata arga.


"sekarang giliran gue yang nanya. apa lo, sebagai pacar gue, mau ngelaporin gue supaya gue dapat hukuman?" tanya arga sambil membuang rokok yang ia hisap tadi dan menginjaknya.

__ADS_1


violet yang melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah.


"engga, tapi kan ..."


" sssst, gua tau kok vi, lo gak bakal ngelaporin gua hahahha" ucap arga sambil mengacak acak rambut violet yang kebetulan tergerai itu.


"ih apaan sih! jangan gitu dong nanti rambut gue berantakan! " sewot vio sambil menepis tangan arga.


"kan udah berantakan sayang"


"apaan pake segala sayang sayang" cibir violet sambil merapihkan rambutnya.


"ck, terserah"


"oh ya, ngomong ngomong lo udh denger kabar tentang sacha?" tanya vio yang tiba tiba serius.


"sacha? emang kenapa dia?" tanya arga heran.


"serius lo gak tau?! boong ya"


"engga sumpah, emang kenapa dia? sakit ya?"


"bukan sakit lagi gaa, udah meninggal yang lebih tepatnya" kata violet.


"serius? kok bisa? gak usah boong deh vi" kata arga cemas.


"i see, ternyata arga emang sayang sama sacha. salah di gue nya juga sih mau jadi pacar nya yang ke dua. hmm. atau jangan jangan... gue jadi selingkuhan nya lagi" batin violet saat melihat arga yang cemas.


"aduh vi, namanya juga pacar ke dua. pasti jadi selingkuhan lah" maki vio pada dirinya sendiri.


"kenapa? kok diem?" tanya arga heran.


"ck,, masa lo gak tau sih! ituloh si sacha meninggal gara gara pembunuhan."


"pem....pembunuhan?!" tanya arga tidak percaya.


"iya njirt,"


"emm, gua pergi duluan. bye vi" kata arga pamit kepada violet.


"iya"


"tuhkan, dia panik banget" gumam violet yang melihat arga yang berlari semakin menjauh.


"eh tapi kok, dia gak tau sih?! sacha kan pacar nya" tanya vio bingung sendiri.


* * *


esok nya di jam istirahat pertama......


violet dan eva sedang mengobrol di salah satu meja di kantin. tiba tiba, arga datang mendekati nya dan duduk di samping violet yang sedang asyik nya makan.


pada awalnya vio tidak sadar dengan kehadiran arga di sampingnya. tapi, karena ia melihat wajah eva melotot ke arah sampingnya.


vio pun menengokan kepalanya dan mendapati arga yang berada di sampingnya.


vio pun ikut melotot ke arah arga karena posisinya sangat berdekatan itu.


tapi dengan perlahan tatapan nya memudar dengan kehadirannya tobi dan aulia.


"ehh makan sini yee" kata tobi yang memegang semangkok mi ayam.


"sst, sst" kata aulia sambil menyenggol tobi.


"apaan sih. senggol senggol. naksir ya"


"geer banget lu gentong!" sewot auli.


"liat itu ada arga" bisik aulia


tobi pun menatap nya dengan heran sekaligus terkejut dengan kedatangan arga. pasalnya, arga jarang sekali pergi ke kantin saat jam istirahat. tidak, bahkan hampir tidak pernah.


"ngapa lo natap gue kayak begitu? ga seneng?" tanyanya dengan alis yang dinaikan.


"ish arga apa apaain sih" sewot vio tidak suka dengan perkataan arga.


"emm... ga kok.. ga papa hehehe." jawab aulia dengan gugup.


"yaudah kalau begitu gw ke sana dulu ya" kata tobi ketakutan


"eeee udah sini aja ngapain ke sana sana" keluh vio.


"engga usah vi gw sama aulia ke..... "


"iya deh gw mau di sini" ucap tobi.


awalnya tobi ingin menolaknya. tapi karena tatapan arga menusuk tobi, pada akhirnya ia mengubah niatnya tersebut.


"inget, gue gak mau masuk rumah sakit gara gara ini" batin tobi.

__ADS_1


suasana kantin memang sudah hening ketika arga memasuki area kantin.


ditambah lagi dari kelima orang yang ada di meja tersebut tidak ada yang mengeluarkan satu kata pun.


mereka berempat sibuk dengan makanannya masing masing. sedangkan arga hanya menatap vio yang sedang asyik memakan baksonya itu.


vio pun baru sadar kalau arga tidak memakan apapun dan hanya menonton dirinya yang sedang makan.


"emm, apa? lo mau?" kata vio menawarkan baksonya dengan garpunya itu.


"suapin" balas arga tenang.


seketika semua pasang mata yang ada di kantin berpusat adanya. suasana pun kembali ribut seperti biasanya. ada yang cemburu, dengki, terkejut,heran, dll.


"anjirt"


"gak salah denger"


"gila baru pertama kali liat arga ngomong"


"bole uga"


"cewe nya cantik sih"


"gak cocok njirt"


begitulah kata kata yang dikeluarkan oleh murid murid yang ada di kantin.


violet melelan ludahnya tidak bisa berkata kata apa lagi.


"seriusan?" tanya vio memastikan.


"iyalah, cepet"


"emm, iya"


tangannya mulai bergerak menyuapi baksonya ke dalam mulut arga yang sudah membuka lebar mulutnya secara perlahan.


arga hanya tersenyum saat pipi violet merona.


"lucu banget sih kamu" kata arga sambil mencubit hidup violet.


"hah?" kata eva terkejut. ia pun segera menutup mulut nya setelah arga menatap nya tajam.


"emm, eh... gue mau ke toilet dulu ya.. bye" kata eva terbata bata.


"duh kayaknya gue juga deh" kata tobi.


"ehh jangan ditinggalin dong gue nyaa" teriak aulia.


"******! gak mungkin gue jadi nyamuk" gumam aulia.


"emm, eh gue mau nyamper si eva dulu ya. aduh kasian dia sendiri" kata aulia sambil tersenyum garing.


"em, iya" kata violet.


kini hanya tersisa arga dan violet di meja itu.


"emm"


"kenapa?" tanya arga yang masih setia memandangi nya.


"jangan liat gue kaya gitu" kata violet malu.


arga tersenyum miring mendengarnya.


"biarin lah, kamu pacar aku ini" kata nya dengan santai.


"emn, iya ya"


"bullshit kali kau nie. pake segala embel aku, kamu. mau di apain muka gue! murid murid lain pasti udah pada tau pacar lo itu sacha buka gue" batin violet.


"jangan sampe, nama gue tercemar njirtt. gak, gak boleh" batinnya lagi.


"gue... mau ke kelas dulu" kata vio sambil berdiri.


"gak, disini aja" balas arga menarik vio untuk kembali duduk.


"ada tugas gaa, blm gue kerjain"


"kemarin kan gue di rumah lo. gak sempet ngerjain tugas" bisik nya.


"alasan"


"beneran arga, sumpa"


"ck yaudah sana" kata arga kesal sambil meninggalkan violet.


"akhirnyaa" batin violet senang.

__ADS_1


__ADS_2