
Halo semua, apa kabar? Terimakasih ya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita hasil gabutan ini. Sebelum itu, yuk bantu aku dengan cara memberikan like sebagai dukungan untuk terus mengupdate episode baru. Selamat membaca, semoga kalian suka ya...
...
selama perjalanan, violet terus saja melamun. mulutnya tertutup rapat. ia benar benar tidak tau harus mengatakan apa lagi. tatapannya kosong. entahlah apa yang sedang ia lihat saat ini. ia masih saja memikirkan apa yang ia lihat barusan.
violet tersenyum pahit saat mengingat itu. "cih. bukankah itu lucu? semua pria sama saja. pada akhirnya mereka semua akan pergi meninggalkanku. arga maupun hansel, tidak ada lagi yang bisa kupercaya" batin violet.
violet menyapu wajahnya dengan kasar menggunakan telapak tangannya. ia menghela nafasnya dengan kasar kemudian membuang mukanya menghadap ke jendela.
arga yang melihat itu hanya bisa terdiam. jujur saja, ia tidak tau harus melakukan apa untuk menghibur violet. arga sangat yakin, saat ini violet sangat sakit hati.
...
"makasih" ucap violet saat turun dari mobil arga. arga menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
violet yang melihat itu langsung memutar bola matanya. entah mengapa, ia menjadi kesal saat melihat arga. "huftt...." violet kembali menatap arga dengan sekilas kemudian berjalan menuju kedalam apartemennya.
arga menatap punggung violet yang mulai menjauh. ia mengacak acak rambutnya sendiri dengan kesal. "aaaargh sial!"
arga kembali masuk kedalam mobilnya kemudian menutup pintu mobilnya dengan kasar. ia mengeraskan rahangnya kemudian memukul stirnya dengan kencang.
itulah sifat arga yang tidak bisa dihilangkan dari dulu. gampang terbawa emosi.
__ADS_1
arga menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian menancapkan gas. sama seperti biasanya, arga mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata rata. ia tidak peduli dengan ocehan para pengendara mobil lain.
sedangkan violet, ia berjalan menuju balkonnya. ia menghela nafasnya sambil menatap indahnya lampu lampu kota saat malam hari.
"apa yang harus kulakukan jika sudah seperti ini" gumam violet. tanpa ia sadari, air matanya terjatuh membasahi pipinya.
violet yang menyadari itu langsung menghapus air matanya dengan kasar. "sial! kenapa aku harus menangis" ucap violet.
"ya. aku harus membuka lembaran baru dan memulai kehidupan yang lebih sehat. aku tidak mau nama arga dan juga hansel ada di lembaran baruku itu. aku harus pindah secepatnya" kata violet sambil menganggukan kepalanya.
...
enam bulan kemudian.....
ia berhasil terlepas dari arga, hansel bahkan keluarganya. siapa sangka, violet kini jauh lebih kuat dari pada yang sebelumnya. kehidupannya menjadi jauh lebih bermakna dari pada yang ia bayangkan.
saat ini, violet sedang berada disebuah gedung perusahaan besar dikotanya. ia menatap gedung yang kini hadapannya sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
dengan membawa sebuah map ditangannya, ia memasuki perusahaan itu. jujur saja, violet tidak berharap kalau dirinya akan diterima di perusahaan itu. namun, semua itu ia lakukan demi mewujudkan salah satu impiannya, yaitu menjadi seorang sekertaris dari perusahaan besar.
butuh waktu sepuluh menit untuknya sampai di depan ruangan ceo. ia hanya perlu bertemu dengan sang ceo dan barulah ia bisa memulai pekerjaan barunya.
"hufttt" violet menatap pintu ruangan tersebut. ia mengetuk pintu ruangan tersebut dengan perlahan.
__ADS_1
tok tok tok
ia mengerutkan alisnya saat tidak mendapat jawaban dari dalam ruangan. mau tidak mau, ia pun mendorong pintu tersebut dengan perlahan.
"permisi" ucap violet sambil tersenyum tipis.
"masuklah" violet yang mendengar itu langsung masuk kemudian menutup pintu ruangan terebut dengan perlahan.
jantungnya berdetak dengan cepat secara tiba tiba saat meliat isi ruangan tersebut. sangat besar dengan bangunan ala eropa. warna ruangan tesebut dipenuhi dengan warna classic.
ia menyentuh dadanya yang berdetak dengan cepat itu dengan perlahan. "tenanglah. semua akan baik baik saja" batinnya.
"kemarilah" violet langsung menatap ke arah sumber suara. ia melihat seseorang yang sedang duduk di kursi yang posisinya sedang membelakanginya. "suaranya, seperti tidak asing" batin violet.
violet berjalan mendekatinya dengan perlahan. semakin dekat jaraknya dengan orang tersebut, semakin besar juga firasat buruknya.
DEG DEG
betapa terkejutnya ia saat melihat siapa orang yang duduk dibalik kursi itu. violet yang semulanya sedang membawa sebuah map, kini map itu langsung terjatuh ke lantai. violet hanya mematung ditempat saat melihat arga disana.
kedua mata mereka saling bertabrakan selama beberapa detik. violet menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya saat melihat arga yang kini berada di hadapannya.
"bagaimana ini bisa terjadi..."
__ADS_1