Ex Bad Boy

Ex Bad Boy
perjodohan (REVISI)


__ADS_3

violet sampai ke rumahnya dengan selamat. ia masuk ke rumah nya dengan mengucapkan salam dan langsung disambut dengan baik oleh keluarganya.


"eh vio... udah pulang. sini duduk" kata ibunya. violet yang kebingungan pun menaikan satu alisnya.


"sini vi duduk" kata kakanya dengan lembut.


"aneh banget" batin violet. ia pun segera duduk di samping kakanya dengan malas.


"kenapa? tumben banget" kata violet dengan sinis.


"em... jadi gini vi, kita sekeluarga mau minta maaf sama kamu. karena sikap kami yang..."


'langsung aja ke intinya, ada apa?" potong violet.


"kami akan menjodohkanmu" kata ayahnya. violett yang mendengar hal itu langsung membulatkan matanya.


"hah? gak salah denger?" ucap violet.


"jadi ini alasan kalian pura pura baik, ternyata ada maunya" ucap violet. seketika semua nya terdiam.


"aku nolak perjodohan ini" tambahnya.


"VIOLET!" teriak ibunya.


"lo bakal nyesel vi, nolak perjodohan ini. lo ga tau kan siapa orangnya" ucap kakanya.


"siapa emang?" tanya violet sambil memenaikan alisnya.


"arga bramasta. lo pacaran sama dia kan?!" tanya kakanya.


"hah? serius? kalian mau jodohin gue sama arga?"


"iya, seneng kan lo"


"ga sama sekali. gue udah putus" kata violet.


"apa?" tanya mereka dengan serempak.


"lagian mama ga tau malu juga ya, waktu itu udah ngusir arga dari rumah, eh sekarang mau jodohin aku sama dia" ucap violet.


"maksud kamu? orang yang waktu itu arga?" tanya ibunya yang khawatir. violet menganggukan kepalanya.


"kok kamu ga bilang dari awal?" tanya nya lagi.


"udah lah, lagian aku udah punya pacar baru kok" jawab violet malas.


"siapa pacar baru lo?" tanya kakanya.


"kepo banget lu" jawab violet.


"siapa pacar baru mu?" tanya ayahnya.

__ADS_1


"ck, hansel pa, hansel"


"apa?!!" ucap mereka serempak.


"kalian ini kenapa sih?!!"


"hansel, dari keluarga louis itu?" tanya kakanya.


"iya"


"berarti yang tadi nganterin lo pulang bukan arga?"


"bukan"


"gila! lo laku ato murahan dah" kata kakanya.


"jaga mulutmu" ucap mamanya.


"sudahlah kamu naik duluan, mama sama papa akan membicarakan hal ini" kata mamanya.


"kaka ikut"


"ck" violet pun meninggalkan mereka semua dan pergi ke atas dengan membanting pintu kamarnya.


"bagaimana ini?" tanya mamanya.


"status hansel lebih tinggi dari arga, tapi, kalo kita batalin perjodohan ini, resiko nya sangat besar" ucap papanya cemas.


"gini aja deh, mending kita bicara sama keluarga hansel, kalo keluarga hansel mau tunangan sama violet, kita batalin perjodohan vio dengan arga" kata mamanya.


"nah boleh juga, tapi ma, nanti kita harus nanggung resikonya loh"


"udah lah, lagian keluarga hansel punya perusahaan no 1. santai aja pasti itu bisa di urus"


"emang nya keluarga hansel mau tunangan sama violet?" tanya kakanya.


"makanya itu, suruh adrian bikin perjanjian sama keluarga hansel. trus undur pertemuan kita sama keluarga arga" kata mamanya.


"yaudah, terserah mama" kata kakanya.


"mama paling licik dah pokoknya" tambahnya.


"KURANG AJAR"


...


violet membanting tubuhnya ke kasur king size nya itu. ia sangat pusing. bagaimana bisa ia dijodohkan dengan orang licik itu. padahal baru saja ia memutuskan hubungan dengannya.


ditambah lagi, dia menerima hansel sebagai pacarnya.


"aduhh gimana ini" kata violet sambil memukul kasur berkali kali.

__ADS_1


" apa aku harus kasih tau hansel ya?" gumam violet sambil memandangi ponsel nya.


"tapi, kalo dia sakit hati gimana?"


"udah lah ga usah kasih tau" kata violet sambil membuka notif dari line nya yang sudah menumpuk.


eva: sabar ya vi, gue tau kok pasti berat.


anjani: iya vi, gue turut berduka ya


salwa: emang ya, si arga itu ga punya akhlak


dan bla bla bla


violet membaca pesan dari grub pertemananya. violet heran, kenapa banyak sekali notif. bahkan hampir satu angkatan mengechat dia. violet tidak membuka semuanya karena jumblah nya sangat banyak.


tiba tiba ia mengingat sesuatu tentang eva. tapi entah mengapa sangat sulit untuk di pahami.


"kok gue punya perasaan ga enak ya tentang eva" batinnya.


"Astagaaa" teriak violet. ia baru ingat kalau eva sudah berharap dengan hansel.


"yaampun, gue nikung temen sendiri"


"aduh vi, kok lo bisa lupa tentang perasaan eva si!!" bentak violet pada dirinya sendiri.


ia mulai mengechat hansel.


violet: han


violet menggigit kukunya khawatir. ia takut hubungan nya dengan hansel tersebar sampai ke telinga eva. aduh bisa bisa persahabatan kita putus. gue ga mau.


"kok hansel ga bales bales ya" gumamnya kesal. padahal baru dua menit pesan itu terkirim.


hansel: kenapa vi?


yes! di jawab juga.


violet: han, hubungan kita jangan sampe kesebar ya


hansel: knp? malu pacaran sama gue?


violet: bukan gitu ****! masalah nya eva udah berharap jadian sama lo! gue ga mau dikira nikung temen sendiri.


hansel: oh yaudah


violet: yaudah gue mau mandi bye.


hansel: bye.


violet mematikan ponselnya. ia masih merasa bersalah karena menerima hansel. tapi ia tau, cepat atau lambat, eva pasti akan mengetahui hubungan ini.

__ADS_1


"ah, udahlah, lama lama bisa meledak ini kepala" kata violet sambil menuju kamar mandi.


...


__ADS_2