
vio berjalan menyusuri halaman sekolah. ia berangkat pada jam normal hari ini. ia sedang ingin bertemu dengan arga. ia butuh penjelasan tentang kejadian malam tadi. emosinya masih ada sampai saat ini.
flashback
kini arga dan vio berada di pasar malam. tentunya vio yang mengajak arga ke tempat tersebut. awalnya arga menolak, tapi melihat wajah vio yang memelas pada akhirnya mereka pun pergi kepasar malam.
"arga gue mau beli itu!" pinta vio sambil menunjuk ke arah toko eskrim. arga menganggukan kepalanya setuju.
"bang beli eskrim rasa coklat samaa......" melihat ke arah arga yag ada disampingnya.
"vanila" balas arga.
pedagang eskrim itu pun memberikan eskrim yang mereka pesan. arga mengeluarkan uang selembar kertas berwarna biru tanpa mengambil kembaliannya.
"eh kembaliannya" ucap abang abang penjual eskrim.
"ambil aja bang" jawab arga.
"makasih ya mas" arga hanya menganggukan kepalanya.
sambil menghabiskan eskrim nya di kursi yang sudah disediakan, violet dan arga melihat pertunjukan yang ad di sana.
drett.. drett
arga mendapat panggilan masuk dari seseorang. arga sempat ragu untuk menerimanya.
violet menaikan alis nya.
"gak di angkat?" tanya violet.
"ini mau di angkat kok" jawab arga kemudian mengangkat panggilan itu.
"apa?" tanya arga di telefon.
"argaa gawat!!" teriak orang disebrang sana.
" WHAT?!" balas arga yang kini sudah berdiri dari duduknya.
vio yang melihat arga berdiri di sampingnya pun kebingungan.
"ada geng motor yang nyerang markas"
"seriusan lu?"
"beneran, mana ada si gue boongin lu"
"oh yaudah, gue kesana sekarang"
arga mematikan ponsel nya dan pergi begtu saja meninggalkan violet yang sedang kebingungan.
"ehh, gue jangan di tinggalin" teriak violet kesal namun arga tidak mendengarkannya.
"huh! kenapa si! tega banget dia ninggalin gue sendirian di sini" gumam nya kesal.
__ADS_1
"gue pulang bareng siapa ya" batin nya.
"jadi cerita nya abis ditinggalin pacar sendirian nih" kata hansel tiba tiba.
violet menengok dengan terkejut.
"gila lo ya, ngagetin gue terus" kata violet.
"lo nya aja yang lebay"
"lebay dari mana sih?!"
"eh btw luka lo udah sembuh?" tanya vio sambil mengelus lembut pipi hansel.
"lumayan" balas hansel.
"lumayan gimana dah?"
"engga, yaudah gue anter lu pulang" kata hansel.
"duh, kalo gue pulang bareng hansel, ntar gue di apa apain deh, tapi kalo ga pulang bareng dia, ntar gue pulang naik apa?!" batin violet.
"yaudah lo mau atau engga nih?" tanya hansel lagi.
"yaudah deh gue mau" jawab violet.
***
setelah lama mencari keberadaan arga, akhirnya vio menemukan arga yang baru saja masuk ke halaman parkiran sekolah dengan motor kesayangnan nya itu.
tidak lupa helm yang memenuhi sebangian kepalanya tersebut. dengan langkah yang cepat, vio menghampiri arga dengan tangan dilipat di dadanya.
arga yang melihat vio menghampirinya, segera membuka helm yang membungkus kepalanya itu.
mata vio tambah membesar setelah melihat luka luka yang berada di wajahnya itu. arga tambah dibuat bingung dengan kelakuan vio, arga hanya menaikan satu alisnya.
vio tambah kesal melihatnya. ia sangat bersungguh sungguh ingin mencakarnya. wajahnya itulo ga merasa berdosa!.
"ARGAAAA LO BIKIN GUE KESEL!!" teriak vio teppat di telinga arga. arga pun mengelus elus telinga nya dengan kasar.
"kenapasi viii, gue baru dateng lho!" jawab arga yang kini turun dari motornya.
"sekarang lo ikut gue!" ucap vio sambil menarik lengan arga.
arga hanya pasrah dan sampailah mereka di depan ruang bk. arga kembali menaikan satu alisnya tersebut.
"ngapain?" tanya arga bingung.
" gue mau laporin lo keruang bk!" kata vio.
sungguh saat ini arga ingin tertawa sekeras mungkin.
"lo? mau laporin gue? coba aja laporin" kata arga.
__ADS_1
"sinting!"
vio semakin gemas dengan tingkah laku arga.
tanpa mau basa basi lagi vio menarik arga sampai masuk ke ruang bk tanpa memberi salam ataupun mengetuk pintu.
"ibu saya mau ngelaporin semua perbuatan arga!" ucap vio penuh dengan penekanan di setiap pembicaraannya.
bu imah menaikan alis nya tidak percaya. arga yang dibelakang vio memberi kode kepada gurunya tersebut.
"baiklah, apa yang ingin kamu laporkan?" tanya bu imah.
"jadi gini bu, arga melakukan banyak sekali pelanggaran tata tertib sekolah. baju dikeluarkan, bolos saat jam pelajaran dan parah nya lagi....." ucap vio terpotong saat menengok ke arah arga yang terlihat santuy kalee.
"apa? ga mau di lanjutin?" ucap arga menantang dengan alis yang di naikan masih terpajang di wajahnya.
"u.. udah itu aja bu" balas vio gugup.
sebenarnya ia ingin menambahkan lagi kata katanya kalau sebenarnya arga sering merokok, tauran dll. tapi ia masih ragu dan takut.
"apa benar itu arga?" tanya bu imah sambil melotot. arga pun menganggukan kepalanya.
"hmmm baiklah hukuman yang tepat unutk anak yang seperti ini adalah...." ucap bu inah menggantung.
vio sangat menanti jawaban yang akan diberikan oleh bu inah. bahkan senyum nya sangat sangat lebar.
"sukurin! dihukum juga kan lo" batin violet.
"keliling lapangan sebanyak satu kali" sambung bu inah.
ha?? vio tidak percaya. senyumnya langsung berubah seratus persen dengan seketika. masa anak sebandel itu dihukum nya gitu doang. ARGHHH
"ibu.. ga salah kan???" tanya vio masih tidak percaya.
"menurut mu?" tanya bu imah balik.
emosi vio benar benar berada dipuncak. ia ingin sekali teriak sekencang mungkin.
"ibu, ini semua ga adil bu!" protes violet.
"jadi kamu melawan saya?" kata bu imah.
"engga bu, bukan gitu"
"udah lah saya keluar aja" tambah vio kesal.
vio memutuskan keluar dengan dagu yang dinaikan, mata yang diputar, badan yang di tegakkan. beuh. judes nya pake banget.
dan yang lebih WOW nya lagi, ia menutup pintu ruang bk dengan keras sehingga menimbulkan suara yang kencang. arga dan bu imah hanya tertawa cengengesan di balik pintu.
"ini semua salah arga!" gerutu violet.
***
__ADS_1