Ex Bad Boy

Ex Bad Boy
HANSEL (REVISI)


__ADS_3

"lo di cariin sama polisi tuh, mau di interogasi." kata manu.


"loh, kenapa?" tanya arga heran.


"kan lo yang terakhir kali bareng sacha." kata nya di sebrang sana.


"emang si jodit gak ngobatin sacha waktu itu?" tanya arga heran.


"gak tau dah, ini si jodit juga lagi di interogasi"


"owh, yauday cari informasi tentang kematian sacha. selediki juga fahmi sama hansel. gua curiga sama mereka berdua"


"trus, satu lagi ganti informasi tentang kematian firman. ubah kematian nya jadi mati bunuh diri." perintah arga.


"oke sip"


arga pun mematikan panggilannya.


arga yang baru saja keluar dari rumah nya, pergi ke rumah sakit dan masuk ke dalam salah satu kamar rumah sakit di sana. dengan bertulisan VIP di pintu kamar, arga masuk kedalam nya.


"eh arga" kata vio yang melihat arga masuk ke dalam kamar.


"lo gak pulang?" tanya violet sambil kembali melihat tv.


"tadi udah bentar doang" balas arga.


"gak sekolah? si eva aja sekolah" kata vio menatap arga. arga menggelengkan kepalanya.


"kalo gue sekolah, yang jagain lo siapa badut" kata arga sambil menjitak kepala violet.


"awhh, sakit tau" kata vio sambil mengelus kepalanya.


"eh arga ambilin hp gue deh" pinta violet sambil menunjuk meja yang ada di sebelah kasur nya.


"lebay banget sih, cuma ngambil ini doang. ada di samping lo tau" protes arga sambil mengambil hp vio.


"nih" kata arga menyerahkan hp vio.


"hihi makasih"


"ehh, satu lagi, tolong ambilin minum dong, seret banget ni tengorokan" kata violet sambil tersenyum jail.


arga menggelengkan kepalanya lalu berjalan mengambil air untuk nya.


"untung lagi sakit" kata arga sambil menyerahkan air kepada violet.


"yeuh, gue kan sakit gara gara nolongin lo! bukannya terimakasih" sewot violet.


"huftt.. kan gak ada yang nyuruh lu buat nolongin gua" balas arga tak mau kalah.


"yaudah si, seengak nya, lo berterimakasih sama gue. sakit banget tau di tembak" kata violet sambil minum.


"yaudah makasih ya sayang" kata arga lembut sambil mengelus rambut violet.


"sayang sayang! bapa lo sayang" cibir violet sambil menepis tangan arga.


"nih balikin" kata violet sambil memberikan gelas bekas minumnya tadi.


"hm"


"gue mau makan" kata violet lagi.


"serius lu mau makan lagi? tadi pagi kan udah" tanya arga tidak percaya. violet menganggukan kepalanya.


"yaudah tunggu, gua ambilin" kata arga sambil berjalan menuju pintu keluar.


"ehhh, tapi gue mau makan kripik. mau nyemil doang" teriak violet di atas kasur.


arga berbalik menghadapnya lalu menghampirinya.


arga menjitak kepala violet lalu duduk di sofa.


"awhh, sakit njirt" protes violet.


"gak! gak ada. belom juga sembuh, udah mau makan kaya gitu" kata arga.


"yaela" kata violet memutar bola matanya kesal.


"yaudah mau tidur aja"


"yaudah sana"


"ck!"


***


"nih informasi yang lo minta tadi" ucap manu, tangan kanan arga sambil menyerahkan map hitam yang berisi beberapa kertas.


arga melihat map hitam dengan lambang banteng di depannya itu. tanpa basa basi arga membuka map tersebut dan mulai membaca informasi yang didapatkannya.


"hansel?" tanya arga sambil menaikan satu alisnya.


"iya bos. terakhir kali, hansel yang berada di bangunan itu. dia udah ngerencanain semua ini. sebelum nya, dia udah membututi kami bos. dia menjebak kita."


"menjebak?"


"iya bos. hansel menjebak kita. seolah olah kita yang membunuh sacha bos."


"owg, trus jodit? gimana?"


"jodit lagi ditahan hansel bos."

__ADS_1


arga menganggukan kepalanya mengerti.


"kerja lo bagus, ini sudah cukup lengkap. lo boleh pergi dari sini" kata arga.


manu mengangguk dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan arga. tidak lupa ia membungkukan setengah badannya menandakan hormat kepada arga lalu menghilang dari balik pintu.


"hansel. udah gua duga. mau main apa lagi sih sama gua. belom kapok juga ternyata" gumam arga tersenyum miring sambil melihat map yang ada di depannya.


**\*


seminggu kemudian......


di saat jam istirahat pertama, violet memilih untuk menetap di dalam kelas bersama teman temannya.


hari ini vio membawa bekalnya dari rumah. ia sudah janjian dengan teman temannya itu. kebetulan juga, vio kan baru sembuh, jadi ia harus makan makanan yang sehat.


"akhirnya ya, gue bisa masuk sekolah lagi" kata violet tersenyum senang.


"iya woyy! gue seneng banget akhirnya lo masuk!" kata lindi.


"parah si, gue kangen banget ngeliat lo di sekolah" kata eva.


"hahahhaha"


"eh, ngomong ngomong, yang jagain lo selama sakit siapa dah" tanya lindi.


"emm..."


"ohhh gue tau!! pasti...." ucap lindi menggantung.


"siapa?!!" tanya vio panik.


"yaela, siapa lagi kalo bukan si arga" sahut eva yang sedang sibuk dengan makanan nya.


"apaan si yeuh"


"emang bener ya, jangan kira gue gak tau"


"yaudah iya"


"heh! pj jangan lupa" teriak lindi sambil memukul meja.


"aduh, santai aja kali gak usah mukul meja" kata vio kesal.


"ehh, gak sengaja" kata lindi menyengir.


"iya njirt, gak usah pura pura lupa! PJ manaaa?!!!" kini eva yang berteriak.


"woy, woy santai dong" kata vio sambil menyuap makanan yang ia bawa ke dalam mulut nya.


"PJ nya ceban ya" kata lindi.


"CEBAN!"


"heuh, kalian kalo mau minta pj ke arga aja sih!" kata vio sambil berdiri.


"gue mau ke toilet dulu!" tambah vio sambil meninggalkan mereka berdua.


"Yeuh, dasar singa!" ledek lindi


....


vio membasuh muka nya dengan air dan mengaca sebentar.


ia keluar dari toilet dan berjalan jalan sebentar.


"ahh, kangen banget sama sekolah" gumam violet.


"vi" kata hansel sambil menepuk bahu vio dari belakang.


"HA" teriak vio terkejut.


"yaela, lebay" kata hansel.


"ck! lo tuh ya, ngapain pake segala ngagetin gue!" omel vio sambil mencubit pingang hansel.


"aduh sakit" kata hansel berpura pura sakit.


"rasain!"


"ngapain manggil manggil gue?!" tanya vio galak.


"santai dong!"


"yaudah cepet kenapa?!"


"gue mau ngomong sama lo" kata hansel setengah berbisik.


"hm, apa?"


"tapi bukan disini" ucap hansel.


"trus?"


bukannya menjawab, hansel justru menarik tangan vio. vio terkejut dengan aksi hansel yang menarik tangannya secara paksa dengan kencang.


"woy, gausah narik kenceng kenceng juga kali." protes vio.


"yaela lebay"


"ck! lepasin guee" teriak vio.

__ADS_1


"gue bakal lepasin lo nanti" balas hansel.


hansel menarik vio ke balkon sekolah. dan disinilah hansel baru melepaskan tangan vio.


"hansel apa apaan si! sakit tau!!" bentak vio sambil mengelus pergelangan tangannya yang memerah itu.


"gue kasih tau ya, kalo mau ngomong itu harus nya baik baik" protes vio.


hansel hanya tersenyum miring sambil mendorong vio terpojok ke dinding.


"ehh, eh, mau ngapain?" tanya vio heran.


"gue,,, gue mau ngomong" kata nya.


"iya gue tau, tapi ngapain pake di pojokan segala"


"biar seru" bisik hansel.


"terserah"


"jadi lo mau ngomong apa?!" tambah vio.


cup


hansel mencium vio dengan lembut. tangan kanan nya memeluk pingang ramping violet dan tangan kirinya memegang leher violet.


vio terkejut dengan aksi nekat hansel sehingga ia membesarkan matanya. sadar akan hal itu, vio berusaha menjauhkan hansel darinya.


"emphhh... hansel...lepasinnn" ronta vio sambil memukul dada hansel.


namun hansel masih meneruskan aksi nekatnya.


jujur saja, vio merasa, hansel lebih halus di bandingkan arga yang sedikit kasar. tapi ia harus segera menghentikan aksi hansel yang nekat itu.


arga yang baru naik ke balkon, sangat terkejut dengan aksi hansel.


arga menggelengkan kepalanya saat melihat vio yang meronta ronta karena ulah hansel.


arga mengepalkan kedua tanganya. badannya terasa panas. emosi nya naik dan tidak bisa di tahan lebih lama.


arga mendekati mereka berdua dan menarik kerah hansel dan mengahajarnya tanpa ampun.


BUGH


BUGH


BUGH


"******* LO ANJIN*!!" teriak arga sambil menonjok rahang hansel bertubi tubi.


" manis euy" balas hansel sambil memegang bibirnya. yang memancing emosi arga. mukanya kini bonyok karena ulah arga yang menonjoknya berkali kali.


vio terkejut. ia hanya bisa terdiam sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.


BUGH


BUGH


BUGHHH


arga kembali melayangkan tinjuannya berkali kali ke tubuh hansel yang sudah tidak berdaya lagi.


tubuh hansel terjatuh, tapi arga tetap saja menghajarnya. hansel berusaha bangkit dengan tenaganya, tapi arga melakukan tendangan dasyat miliknya.


alhasil hansel kembali terjatuh. hidungnya mengeluarkan darah segar. kedua pipinya terdapat luka yang besar.


"stop berhenti!" teriak violet.


arga yang melihat nya pun hanya tersenyum miring.


"ini baru di awal!" kata arga sambil menunjuk hansel.


kemudian arga menarik vio yang masih terkejut bersamanya dan meninggalkan hansel yang sudah tidak berdaya.


**\*


" lo gak papa kan?" tanya arga khawatir.


"seharusnya gue yang nanya sama lo!!" kata vio yang langsung memeluk arga.


arga pun membalas pelukannya dengan erat.


"gue ga papa kok" bisik arga.


"gue kan bad boy hahaha" tambahnya.


"dasar!"


"bad boy kok bangga" tambahnya. arga pun tersenyum miring.


"vi" panggil arga lembut yang masih pada posisinya.


"ya" balas vio.


"я люблю тебя" ucap arga.


vio kebingungan dengan bahasa yang diucapkan arga. dan vio hanya berpura pura menganggukan kepalanya mengerti.


***


я люблю тебя : aku cinta kamu.

__ADS_1


__ADS_2