
vio merenggangkan tubuhnya dikasur. vio mendudukan tubuhnya sambil menguap. entah mengapa tubuhnya sangat pegal pegal hari ini.
vio melirik jam nakas di samping kasur, dan sudah menunjukan pukul 10 pagi. fix, hari ini vio tidak ingin pergi kemana mana.
vio melangkahkan kaki nya malas menuju dapur. ia butuh asupan makanan. perutnya sangat keroncongan ingin di isi makanan.
vio kesal saat melihat kulkas yang kosong. ia baru ingat, kemarin ia tidak sempat berbelanja bulanan. ini semua salah arga! kalau saja arga tidak datang, pasti kulkas nya tidak akan kosong seperti ini.
violet membuka ponsel nya dan mengirim pesan kepada hansel.
hansel🥰🥰🥰
violet: hansel!
hansel: apa sayang
violet: kamu di mana?
hansel: di kantor, kenapa?
violet: gak papa.
hansel: yaudah aku lanjut kerja ya
violet: yaudah, cari duit yang banyak sana.
hansel: iya iya.
sebenarnya vio ingin meminta hansel untuk membelikan kebutuhan bulanan nya. banyak sekali yang sudah habis. tapi, mengingat hansel yang harus berkerja, ia mengurungkan niat nya itu.
ditambah lagi hansel adalah CEO di perusahaan ternama. pastinya pekerjaan nya sangat banyak. mau tidak mau, violet harus pergi ke supermarket sendirian. demi kulkas nya terisi kembali.
...
violet memasukan setiap kebutuhan yang harus ia beli ke dalam trolly secara asal. sungguh, vio sangat malas untuk bergerak. sambil memilih, vio juga memakan roti yang belum ia bayar.
setelah ia merasa cukup, ia pun pergi kekasir untuk membayar semua kebutuhannya. termasuk bungkus roti yang ia makan tadi.
"total nya enam ratus ribu, kak" ucap mba mba kasir dengan ragu. mana mungkin anak usia sepantaran sma bisa membayar semua ini. wajah vio terlihat sangat muda, padahal usia nya saat ini 21 tahun.
dengan santai nya violet mengeluarkan kartu emas dari saku jaket nya. dengan ragu mba mba itu mengambil nya. betapa terkejut nya ia saat melihat kartu yang ia berikan ternyata cukup untuk membayar semua belanjaan nya.
"orang kaya kah? tapi, kok make baju nya biasa biasa aja ya?" batin mba mba kasir.
setelah itu, dengan langkah malas, violet keluar dari supermarket dengan menenteng kantong kresek di tangannya.
SHIT! bagaimana bisa ia tidak membawa mobil nya. ceroboh! ia malah naik kendaraan umum. ia melupakan soal belanjaan nya yang pasti sangat banyak.
"ya ampun kok bisa lupa ya" kata violet.
mau tidak mau, violet harus naik kendaraan umum dengan tangan yang penuh belanjaan. violet berjalan menuju halte dan duduk di kursi.
vio sangat kesal karena tidak ada satu pun kendaraan umum yang lewat. padahal, violet sudah menunggu sangat lama.
"kok ga ada yang mau dateng ya?" batinnya bertanya. dan di saat itu, jalanan sedang sepi. tidak ada taksi yang lewat.
"huft"
dari pada menunggu waktu yang lama lagi, akhirnya violet memutuskan untuk berjalan kaki.
__ADS_1
"panas banget lagi" gumam violet.
saat di tengah jalan, tangan nya di tarik secara tiba tiba ke sebuah mobil mewah. violet sempat terdiam karena terkejut, bahkan belanjaan nya hilang entah kemana. tangannya sibuk mengelus dadanya yang berdetak dengan cepat.
violet menengok ke samping dengan tatapan yang sangat tajam. sangat sangat tajam. tetapi, tatapan tajam nya itu memudar setelah mendapati arga yang berada di samping nya.
"ar,,arga!"
arga hanya menaikan satu alis nya. sikap nya tidak berubah. ketampanan nya juga tidak memudar.
violet sempat ingin memeluk arga karena vio sangat kangen dengan nya. sudah 5,5 tahun ia tidak bertemu dengannya. tapi, mengingat perempuan yang ia temui kemarin, membuatnya mengurungkan niat nya itu.
"kamu ngapain narik narik aku?" tanya violet.
"menurut kamu?" tanya nya balik.
violet memutar bola matanya malas. ia memilih untuk tidak manjawab pertanyaan arga itu.
vio hanya terdiam selama di perjalanan. sampai akhirnya arga kembali membuka suara nya.
"apa kabar vi?" pertanyaan arga seolah olah membuatnya menjadi bodoh. pertanyaan macam apa itu.
"baik baik aja" balasnya.
"aku kangen sama kamu vi"
deg
jantung violet berdetak dengan cepat. ia kembali merasakan apa yang ia rasakan 5 tahun yang lalu. di saat dirinya berdebar di saat bersama arga. kini, detakan detakan itu kembali lagi.
violet belum pernah merasakan hal ini selama 5 tahun terakhir. bahkan, ia tidak pernah merasakannya saat bersama hansel.
arga tersenyum miring di saat violet mendiamkannya. baru kali ini ada perempuan yang mendiamkannya.
"menarik" gumam nya sambil melirik violet.
"kamu ga berubah vi. tetep cantik. tapi sifat mu yang berubah. lihat saja, cepat atau lambat kamu akan kembali seperti dulu. maaf kan aku yang dulu begitu bodoh" batinnya.
"eh, kita ini mau kemana?" tanya violet bingung.
"ke rumah"
"hah?! jalan ke rumah aku bukan lewat sini arga. salah. muter balik" ucap violet.
"siapa yang bilang, kita mau ke rumah kamu?"
"hah?"
violet pun kembali berfikir disaat arga hanya mendiamkannya.
"maksudnya kita mau ke rumah kamu?" tanya violet sambil melihat arga.
"masion ku lebih tepatnya" jawab arga.
"arga plis, stop. jangan bawa aku ke masion kamu. aku takut hansel marah" ucap violet.
arga yang mendengar itu pun kesal. rahangnya mengeras dan matanya pun menjadi tajam.
"bukannya udah pernah aku kasih tau?! cepet atau lambat. aku pasti bakal ngerebut kamu lagi. jadi, gausah pikirin hansel. seterusnya, pikirkan masa depanmu dengan ku." perintah arga dingin.
__ADS_1
"tapi ga gini caranya arga! lagian kamu dateng terlambat. aku udah mau nikah sama hansel" katanya.
"lagian, kamu udah punya cewe pengganti aku kan?" tambah violet sambil membuang muka.
"ck, gak ada kata terlambat vi. aku ga peduli apapun itu, kamu pasti akan kembali pada ku"
"dan satu lagi, dia bukan gadisku" tambahnya.
"trus?! dia siapa?! kenapa dia mirip banget sama aku hah?! sebenernya yang dijadiin pelampiasan itu aku atau dia?!"
"vi.. kok ngomong gitu si?!"
"jawab aja dulu!"
"dia rekan kerja aku doang"
"apa bisa aku mempercayayi mu?"
"ck! kamu banyak berubah vi! kayaknya waktu
liburan mu terlalu panjang" ucap arga sambil memarkirkan mobil nya ketika sudah sampai di masionnya.
violet kagum dengan kemewahan masion itu. namun ia hanya bersikap biasa saja.
arga turun dan mobil dan membuka pintu untuk violet.
"keluar!" perintah arga dengan tegas.
namun violet hanya berdiam di tempat sambil melipat tangannya.
"ck!"
arga pun menggendong violet dengan ala bridalstyle secara paksa.
"arga! turunin ga!!!!" teriak violet.
namun arga hanya diam dan tetap melanjutkan aksi nya itu. arga membawa violet menuju kamar nya dan menidurkan violet di kasur.
"arga kamu apa apaan si!" kata violet sambil duduk.
"udah puas liburannya?" tanya arga sambil mendekatkan dirinya dengan violet.
"arga!"
"kenapa hem?"
"aku mau pulang sekarang! misi"
"diem disini. jangan kemana mana" kata arga
"engga mau! aku mau pulang"
"mulai sekarang tempat tinggalmu di sini sayang." kata arga sambil mengelus rambut violet.
"aku ada urusan." kata arga sambil berdiri.
"jaga dirimu baik baik. nanti akan ada maid yang datang menghampiri mu. bersenang senang lah kamu di sini. aku tidak suka melihat gadis ku sedih." katanya sambil membuka pintu kamar.
"dan aku tidak suka, gadis ku bahagia karena orang lain." tambahnya sebelum ia menghilang dari balik pintu.
__ADS_1