Ex Bad Boy

Ex Bad Boy
PESTA ULANG TAHUN (REVISI)


__ADS_3

violet baru saja membuka pintu ruang osis, tiba tiba erik memanggilnya dari arah yang berlawanan sambil setengah berlari. vio yang merasa di panggil menenggokan kepalanya ke sumber suara.


"eh, erik. ada apa nih?" tanya vio.


erik tidak menjawab. ia malah memberikan sebuah kartu undangan berwarna ungu dan berpita kepada vio.


"ini, kartu undangan untuk lo vi, besok gw ulang tahun. lo ikut hadir ya. di sana juga ada eva, fanny, salwa dll. lo mau ikut kan?"


dengan senang hati, vio menerima kartu undangan itu.


"datang ya vi" pinta erik. tentu saja vio akan datang ke acara ulang tahun erik yang ke 17 tahun. 1 tahun lebih tua dari usia vio.


tidak mungkin vio tidak datang ke acara ulang tahun sekertaris osis nya itu. selain sifat nya yang amanah, dia juga baik sesama teman. tidak memandang dari segi fisik atau materi. semua sama di matanya. itulah yang membuat vio senang ke padanya.


" iyalah, pasti gue bakal dateng" ucap vio sambil melihat isi dari kartu undangan tersebut. TUNGGU, apa apaain ini?!


"setiap orang,harus membawa pasangan masing masing.". ga beres ini.


"eh, tapi harus banget ya bawa pasangan?" tanya vio pelan. tapi,masi terdengar.


"iya dong! emang nya lo mau sendirian disana. soalnya yang lain juga pada bawa pasangan semua. ajak aja si arga. arga pacarlo kan?" tanya erik. vio yang di tanya hanya menganggukan kepalanya.


"oke... jangan lupa dateng ya vi... jangan sampe ngecewain gua!" ucap erik sambil berlalu meninggalkan vio.


"iyaaa"


violet sempat berfikir sejenak dan tanpa mau basa basi lagi, vio berlari ke arah kelas arga berada. tentu saja, ia ingin meminta nya untuk menjadi pasangannya di hari ulang tahun erik nanti.


karena kelas arga berada di lantai dua, maka vio harus melewati tangga terlebih dahulu. dan kebetulan, arga sedang turun tangga. akhirnya ia bisa menghemat tenaganya, ia tidak perlu capek capek naik tangga yang super tinggi di setiap anak tangga.


"kenapa vi? kok keatas?" tanya arga.


" gue... mau ngomong sama lo" ucap vio.


"ngomong apa?" tanya arga yang kini sudah berada di depannya.


sebenarnya vio masih malu karena kejadian semalam. dimana ia terus menangis dalam pelukan arga. bahkan ketika paginya pun ia masih merengek, tidak ingin melepaskan pelukannya.


untuk soal baju, buku pelajaran dll. semua itu sudah di siapkan oleh arga. karena arga tau, vio datang kerumahnya dengan tangan kosong. hanya tas kecil, hp, dompet yang vio bawa.


"nih" vio menyerahkan kartu undangan. arga menerimanya dan mulai membaca isi undangan yang diberikan vio itu.


"jadi?" tanya arga yang sudah membaca isi dari undangan tersebut.


"jadi,, gue mau lo jadi pasangan gue di acara ulang tahun erik nanti"


"ga mau"


"ihh,, kok gitu"


"bodo." kata arga sambil berjalan pergi.

__ADS_1


"ayolah,, gue gak punya pasangan yang lain. temen temen gue juga udah pada punya pasangan nya masih masing.. mungkin" kata vio mengejar arga.


"oh, tetep engga"


"ck yaudah kalo gitu gue minta hansel aja" pancing vio sambil membalikan badannya.


"ehh,, yaudah iya. iya"


"nah gitu dong!" kata violet yang kembali membalikan tubuhnya.


.


.


.


.


.


"eh vi, lo dateng ke acara ultah erik?" tanya eva.


"iyalah gila aja gue ga dateng" jawab violet sambil mengemut permennya.


eva menganggukan kepalanya dan bertanya. "lo kesana bareng arga?"


"heem"


"eh, lo temenin gue ya, ke rumah, gue mau ambil baju"


"lebay banget pake segala di temenin"


"gue takut sama ibu gue" kata nya polos.


"lah ema lo udah balik?" tanya eva. violet menganggukan kepalanya.


"lo mau kan? temenin gue. atau lo sekalian ganti baju di rumah gue aja ya"


"iya iya"


"ntar suruh pasangan lo aja yang jemput ke rumah"


"iyaa"


"btw pasangan lo siapa dah?" tanya violet.


"hansel" jawab nya ragu.


"HAH??? serius?" tanya violet tidak percaya.


"abis dia ngajakin, lagian gue kan ga punya pasangan." jawab nya melas.

__ADS_1


"yaudah"


"ema lo balik kapan?" tanya eva.


"gatau"


"lah?"


"auah, gue males bahas itu" kata violet. eva manganggukan kepalanya sambil menepuk pundak violet.


eva tau, pasti akan ada perang yang terjadi ketika keluarga nya sudah kembali ke rumah. ia merasa kasihan dengan violet.



besokan harinya......


jam sudah menunjukan tujuh malam. vio pun sudah rapih dengan gaunnya. gaun yang berwarna merah maron, sepatu yang berwarna merah , tas yang berwarna merah . semua lengkap dengan warna merah . bahkan lipstik yang ia pake pun berwarna merah .


"vi, gue duluan ya, hansel udah dateng"


"iyaa hati hati ya"


"iya, semangat ya sama arga"


"bisa aja lu"


akhirnya eva keluar dari kamar mendahului violet.


beberapa menit kemudian, sebelum keluar dari kamarnya, ia sempat mengaca terlebih dahulu. sempurna. setelah itulah ia baru keluar dari kamarnya. saat menuruni tangga, kakanya yang sedang menonton tv di tengah ruangan menengok ke arah vio.


"mau ngapain lo?" tanya kakanya, aira.


"ke ulang tahun temen"


"dasar, kecentilan."


vio lebih memilih diam,ia tidak ingin melanjutkan debatnya yang singkat itu. ia pun menghindarinya dengan cara keluar dari rumahnya.


dan kebetulan juga arga baru datang dengan mobil sport nya yang berwarna hitam.  tidak mungkin arga membawa motor. setelah itu,arga keluar dari mobilnya dan menghampiri vio yang sedang duduk di teras rumah.


arga tampak berbeda dengan biasanya. kali ini ia menggunakan jas berwarna hitam dengan dasi yang serasi. sangat cocok dengan vio. vio bisa bersumpah, tingkat ketampanan arga bertambah berkali lipat. begitu juga sebalikya, arga merasa tingkat kecantikan violetbertambah berkali kali lipat.


"ayo"


"iyaa"


"cepet"


"yaampun sabar"


akhirnya mereka berdua masuk ke dalam mobil. dan meninggalkan rumah megah milik keluarga violet.

__ADS_1


aira yang sedang mengintip dari jendela rumahnya, merasa heran. bagaimana bisa seorang arga bramasta, anak dari orang terkaya ke 3 se asia tenggara bisa dekat dengan vio. tidak bukan hanya dekat, mungkin mereka memang berpacaran.


__ADS_2