Ex Bad Boy

Ex Bad Boy
DITEMBAK (REVISI)


__ADS_3

3 minggu kemudian


"woy ikut ga nih?!"


"ngapain ****?" tanya arga.


"biasa, nyerang anak 52. nyari ribut lagi dia."


"oh.. sorry engga dulu. lagi ada urusan gua"


"sans, oke bro"


tut


suara panggilan terputus.


seperti biasanya, teman arga, pasti akan selalu mengajak nya tauran dengan anak 52 satu bulan sekali. itu memang sudah menjadi kebiasaan tersendiri bagi kedua sekolah itu.


sifat nya yang berbeda drastis, membuat kedua sekolah itu tidak pernah akur. dari angkatan ke angkatan lainnya, selalu melakukan hal seperti ini. seolah sudah menjadi budaya turun temurun.


karena teman nya yang mengajaknya tauran, arga mengingat percakapannya dengan violet saat itu. saat dimana ia pertama bertemu dengan violet.


"abis ini jangan berantem lagi ya, bahaya!"


kata kata tersebut sedang berputar putar di dalam pikiran arga.


"aish, gemesin banget sih dia" gumam arga sambil tersenyum.


dertt.. drett


arga kembali mendengar suara ponselnya yang kembali berbunyi. arga berdecak sebal.


"apaan lagi sih. pasti ngajak tauran lagi dah. ato engga ketangkep polisi" kata arga kesal.


karena suaranya tidak berhenti bersuara. mau tidak mau ia harus membuka hp nya.


arga terkejut, ternyata yang menelfonnya adalah violet. bukan temannya.


"anjirt, ternyata violet. mampuss. mana lama banget lagi gak di jawab." batin arga.


ia pun segera menerima telfon itu dengan rasa bersalah.


"ha.. halo?" kata violet di sebrang sana.


"kenapa vi? kok kayak takut gitu?" tanya arga heran.


"kenapa jawabnya lama?!" protes violet kesal.


"maaf, tadi... anu.. abis dari toilet" jawab nya bohong.


"ck.. alasan"


"kenapa tlf?" tanya arga.


"lo ga ikut tauran kan? soalnya gue ngeliat temen temen sekolah lagi tauran disinii. rame banget gila! gue takut argaa."


"mereka bawa benda tajam semuaa" tambah violet ketakutan.


"lagian, udah malem ngapain kelayapan!" kata arga marah.


"abis beli makan. cepet kesini! bantuin gue. gue gak bisa pulang ke rumah kalo gak lewat jalan di sini" kata violet.


"yaudah, mending lo cari tempat aman. gue otw jemput lo" kata arga yang langsung mematikan panggilannya.


"iya, cepet ya, woyyyyy"


"*****, dimatiin songong banget"


.


.


.


.


dengan cepat arga mengendarai motornya di atas rata rata. ia tidak peduli dengan kendaraan lain yang sedang memaki maki dirinya.


ia hanya khawatir dengan keadaan violet. ia takut violet kenapa kenapa.


"woy lu lagi ribut dimana?" tanya arga di tlf.


"di jalan ponegoro. kek biasa. mau ikut lu?"


tut


tanpa menjawab pertanyaan dari temannya itu, ia sudah memantikan panggilan dengannya.


"ck"


"bangstt! kenapa harus di situ begoo" maki nya.


tak butuh waktu yang lama untuk sampai di tempat tujuan, ia segera turun dari motor, dan menemui teman temannya yang sedang sibuk menyerang satu sama lain.


"woy" panggil arga setengah berteriak dari kejauhan.


"eh bro, dateng juga lo, gue kira lo gak ikut soal nya gu...."


"sstt.. lo liat ketua osis gak?!" tanya arga.


"hah?! maksud lo siapa dah?!"


bugh


sebuah batu kecil mengenai punggung arga.


"ANJNG LO YA BGST SIAPA TADI HAH?!! NYARI MATI SAMA GUA!!!" teriak temannya saat melihat batu tadi mengenai punggung arga.


"udah gapapa" kata arga menenangkan temannya.


"yaa, oh iya siapa tadi namanya?"


"si violet, ketos galak itu" kata arga.


"oalaa... iya njirt tadi gue ngeliat dia. tapi langsung balik lagi" kata nya sambil menunjuk arah di sebelah kanan arga.


"oke makasih bro, semoga lancar" kata arga sambil menepuk pundak nya.


"yoi sans"


arga berlari mencari violet yang ternyata sedang mengaca di spion mobil milik orang lain segera berhenti sambil mengelap keringat nya.


arga yang sedang cemas sekaligus panik itu, langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


"bisa bisanya dia ngaca di tempat kaya gini" gumam arga.


violet yang sadar akan keberadaan arga yang berdiri tidak jauh dari nya, langsung menghampiri nya dan memeluknya.


"argaa gueee takut banget"


"ngapain di sini?!" tanya arga kesal.


"lagi ngumpet" jawab nya polos.


"lo itu ya, ngumpet disini. bisa bisa nya sempet ngaca." omel arga.


"trus baju lo. maksudnya apaan! udah keluar malem malem, pake celana pendek. dikira orang lo cuma pake baju tau gak!!" tambah nya.


"maaf" kata violet.


"untung lo langsung tlf gua vi"


"iya"


"lo udah aman sama gua" kata arga yang semakin mempererat pelukannya.


"aduh arga, sakit"


"biarin."


violet tersenyum dengan senang saat arga memeluknya. tapi nyatanya, senyum itu tak bertahan lama disaat ia melihat lelaki yang berdiri di belakang arga dengan pistol di tangannya.


"ar,, arga" kata violet panik.


"kenapa vi?" tanya arga sambil melepaskan pelukannya.


violet meneteskan air mata secara tiba tiba sambil menatap arga.


"arga, doain semoga... gue masih bisa hidup ya" kata violet dengan konyol.


"hah?! apaan sih? maksud lo? gua gak ngerti" tanya arga kebinggungan dengan perkataan violet.


bukan nya menjawab pertanyaannya, violet justru memutar tempatnya dengan arga secara cepat dan


DORR


sebuah tembakan mendarat di tubuh violet.


dengan seketika, violet ambruk. tapi dengan cepat arga menangkap tubuh violet yang ingin terjatuh di tanah. setidak nya arga berhasil menangkap nya sehinggal violet tidak terjatuh ke tanah.


arga masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan violet.


teman teman arga pun berdatangan. semua i ikut berkumpul di tempat dimana violet di tembak.


"vi.. vii... sadar vii.. " ucap arga yang masih tidak percaya.


"vii" arga melihat darah mengalir dari tubuh violet.


"gak vi, ini cuman mimpi, gua yakin"


"plis vi bangun" kata arga sambil memukul pipi violet dengan pelan.


"vi plis vii"


"Viiiii"


arga menatap semua teman temannya dengan tajam.


"iya, woy ayo bantu gue angkat"


"yaela gitu aja gak bisa"


"si gue yang angkat"


"gak usah gue aja"


"CEPET BEGOO BAWA GAK USAH REBUTAN!!" teriak arga.


"i,, iya"


teman temannya pun mulai membawa violet ke rumah sakit.


sedangkan arga sedang mengejar tikus kecil yang sudah berani melukai kekasihnya. tikus yang diduga bernama firman itu melarikan diri setelah menembak tubuh violet.


" keluar lo anjinng!!!" perintah arga dengan kencang.


kini mereka berdua sedang berada di dalam sebuah rumah tua yang sudah tidak terawat.


"gue itung sampe hitungan ke tiga kalo lo gak menunjukan diri, gue sendiri yang akan cari lo!!"


"satu..."


"gue peringatin ya!" kata arga.


"dua..."


"mending lo nunjukin diri kalo lo masih sayang sama nyawa lo!!" tambahnya.


"tiga..."


"huh, ternyata lo keras kepala juga ya!"


arga melirik kanan kiri, mencari keberadaan firman dengan jeli.


arga tersenyum di saat melihat tumpukan kardus yang bergerak.


"gue masih baik sama lo!! mending lo keluar sekarang! dari pada lo abis di tangan gua!!" ancam arga.


DOR


sebuah peluru melesat dari arah nya. arga yang melihat itu segera menghindar dengan cepat.


"BANGSTT!" umpat arga.


DOR


kini arga menembak ke arah tumpukan kardus. tapi, ternyata firman sudah berhasil pergi dari tumpukan kardus itu.


"BANGST!!"


arga melihat ke kanan dan ke kiri secara bergantian. ia yakin, firman pasti belum meninggalkan tempat ini.


DOR


lagi lagi, firman kembali melepaskan peluru itu dari belakang arga. untunglah arga berhasil menghindar dari peluru itu dan segera menembak firman.


DOR DOR

__ADS_1


"sial!"


peluru yang dikeluarkan arga berhasil ia hindari.


arga ia menodongkan senjata ke arah firman. begitu juga sebalik nya.


"nyerah, atau gua abisin lo sekarang juga" ancam arga.


"gua gak akan pernah nyerahin diri gua ke orang kaya lo!!!"


"bangst, songong lu *****" kata arga.


arga pun menembak ke sebelah firman dengan cepat. firman yang terkejut segera menengok.


arga tersenyum penuh kemenangan. tipuan nya berhasil ia lakukan.


"easy" gumam nya.


DOR


"Arghhhhh"


arga menembak kaki firman sehingga firman sukses terjatuh kesakitan.


DOR


"arghhh"


suara tembakan terdengar untuk yang kesekian kalinya. kini ia menembak bahu firman dengan santai. tanpa merasa kasihan.


"gue udah ngasih lo pilihan. dan lo lebih milih mati ditangan gua, hahahhaha" ledek arga.


"ada kata kata terakhir?"


"oh sepertinya gak ada."


"baiklah, selamat tinggal" kata arga.


DORRR


suara tembakan mendarat tepat di kepala firman. tubuh firman seketika langsung tumbang tidak beryawa.


arga yang melihat nya hanya tertawa dengan renyah.


"HAHAHHAHAHHAHA, easy man"


.


.


sudah tiga hari vio tidak bangun dari tidur nya. selama ini lah, arga yang menjaga violet dan rela tidak sekolah demi nya. sahabat nya pun ikut menjenguk saat pulang sekolah.


dan di hari ini, jari jemari milik vio bergerak. matanya membuka secara perlahan. mengingat apa yang terjadi kepdanya sebelumnya.


arga yang baru masuk ke dalam kamar tersebut langsung terkejut dan senang. arga tersenyum dengan tipis.


"akhirnya sadar juga" ucap arga menghampiri vio.


" apaan si bjir, gue gak ngerti" balas vio.


"pake di tanya. lo itu koma selama 3 hari!" ucap arga kesal.


"anjirt, serius?! kok bisa?"


"emang lo gak inget?"


"gue gak bisa nginget dodol" kata vio malas.


"yaudah gak usah di inget." kata arga.


"iya. ngomong ngomong kemana eva? dia disini gak?" tanya vio.


arga memasang muka cemberut. kenapa eva yang harus ditanyakan bukan dirinya.


"eva lagi beli makanan. bentar lagi paling dateng" balas arga. vio hanya ber oh saja.


"ARGA gue bawa ini nasss.....VIOOO LO UDAH SADAR?!!" ucap eva yang baru datang sambil membawa kantong kresek yang berisi makanan.


dengan seenaknya ia menjatuhkan makanannya di sembarang tempat dan berlari menghampiri vio saking bahagianya.


"brisik tau ga si lo?!" sewot vio.


"yaelah bang ngegas bae"


DRETT DRETT


suara hp milik eva berbunyi. menampilkan nama "ema bawel" tertera di layar.


"eh, bentar ya, mau angkat tlf dulu"


"iye"


"halo emak!"


"balabalabal"


"iya iya"


"balabalabl"


"iya emaak eva pulang sekarang!"


"aduh maap ya vi, gw harus pulang sekarang. ema gw udah nyuruh gw pulang nih" ucap eva yang memasang wajah sedih.


"iya iya gpp kok" balas vio lembut.


"yaudah klo gt gw pulang. DADAH SEMUA ILOPE YUU ALL." pamit eva yang sudah berada di depan pintu.


"BETEWEE ITU GW BELI MAKANAN JANGAN LUPA DIMAKAN. GW BELINYA MAHAL!!" sambungnya sebelum ia menghilang di balik pintu.


kini tersisa vio dan arga yang berada di dalam kamar tersebut. vio dan arga saling menatap satu sama lain.


jari jemari arga mulai menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah vio dengan lembutnya.


"kok gue bisa di sini sih?" tanya vio kesal. namun arga hanya tersenyum.


" lo tau gak, gue itu khawatir sama lo?" kata arga.


"ooo" kata nya.


"dasar, bukan nya bilang terimakasih" sewot arga.


"iya, iyaa. makasih yaa argaaa"

__ADS_1


"hm"


__ADS_2