
"arga jangan lagi.."
"apa?"
"jangan gitu lagi"
"kenapa?"
"gue gak mau kehilangan lo.." ucap vio ter bata bata.
" lo gak tau kan gimana rasanya kehilangan, gue gak mau kehilangan untuk yang ke dua kalinya.."
"lo liat tadi kan... orang tua gue udah gak sayang sama gue... hiks hiks.." kini vio vio mengeluarkan air matanya.
" lo tau resikonya? kalo lo berkelahi, kamu tauran. nyawa resikonya...."
"ketika lo kalah, nyawa lo gak gak menjamin... pada akhirnya gue kehilangan lo .. dan lo kehilangan gue... itu yang lo mau? Hiks hiks" tambah vio. melihat vio yang menangis kembali, membuat arga memeluknya dengan erat.
"udah jangan nangis lagi ya" ucap arga sambil menghapus air mata vio yang sudah terlanjur jatuh itu.
"arga" panggil vio kembali.
"ya?"
"gue pengen nanya sama kamu. tentang banyak hal"
"apa?"
"kemana sacha? kenapa dengan dia? kenapa dia bisa meninggal gitu aja? gimana kabar dengan orang yang menembak aku waktu teman teman kamu tauran?" tanya vio secara bertubi tubi.
arga yang mendengar pertanyaan vio, mulai memasang wajah datarnya. otak nya sedang berkerja keras untuk berfikir.
"arga jawab! jangan diem aja"
"kenapa lo nanya itu?" tanya arga balik.
"jawab arga!"
__ADS_1
"jadi... bukan gue yang membunuh sacha." ucap nya terbata bata.
"tapi temen temen gue pada bilang terakhir kali, sacha bareng sama lo arga!" ucap vio.
"oke.. gue memang terakhir kali sama dia, tapi gue bukan pembunuh dalam kasus ini vi"
"kasus ini? apa ada kasus lainnya?" tanya violet curiga.
"em.. maksud gue...bukan begitu"
"oke, gimana dengan orang yang menembak gue pas, waktu tauran?"
"kalo itu... gue....."
"apa?"
"gue ga tau" ucap arga berbohong.
"yakin?" tanya vio memastikan.
"iyalah"
"jadi gini........"
flashback
"sakit ga, berhenti aku mohon aku gak bakal melakukan hal seperti ini lagi!!" pinta sacha sambil menangis. kini badan nya di penuhi darah segar.
"cih, gua udah terlanjur muak sama lu! bab*, jangan karena lo mirip sama adik gua, lo bisa seenak nya!"
pletak
pletak
pletak
"temen gue nanti dateng buat ngobatin lu, bersyukur lah, wajah lo mirip sama ade gue. karena itu yang nyelamatin hidup lu" kata arga sambil menunduk ke arahnya.
__ADS_1
sacha masih beruntung, nyawa nya masih terselamatkan saat ini. ia berusaha untuk berdiri. tapi tidak bisa. akhirnya ia berhasil berdiri dengan bantuan tongkat yanga da di samping nya.
DUAR DUAR
baru saja sacha melangkahkan kaki nya, suara tembakan terdengar dari belakang sacha. peluru menembus tubuh milik sacha. pada akhirnya sacha terjatuh dan ditemukan sudah tidak bernyawa.
•
"wait, kok lo bisa tau?" tanya violet kembali curiga.
"gue dapet info nya dari temen"
"ohh gitu" kata vio sambil menganggukan kepalanya.
"trus siapa yang nembak?"
"gue juga belom tau vi"
"oh gitu"
...
berbaring di atas atap sekolah merupakan hal yang paling menyenangkan. sambil merokok dengan angin sepoi sepoi yang meniup rambut gondrong arga.
disinilah biasa nya arga menenangkan dirinya. kepalanya sangat pusing saat ini. banyak masalah yang ada di fikirannya.
"kok gue harus berbohong sama vio ya?" tanya arga pada dirinya sendiri sambil menatap langit yang berwarna biru.
"arga" panggil temannya sekelasnya. arga yang merasa dipanggil namanya hanya melirikan kepalanya lalu kembali lagi ke langit langit.
"gangu!" ketus arga.
"yaelah galak amat si bang. itu lo dipanggil sama guru. lo bolos jam pelajaran lagi"
"iye ntar gw ke sono. udh kan? sekarang pergi dari sini!" usir arga. tentang arga yang akan pergi ke kelas nya itu, pastinya tidak akan dilakukan.
iya iyain aja biar cepet pikirnya.
__ADS_1
mungkin saat jam istirahat nanti barulah arga akan turun ke bawah.
teman nya pun langsung pergi dari tempat tersebut.